Ledakan SPK Chery dan Changan: Bukti Strategi China Berjalan
Fenomena Chery dan Changan meraih ribuan surat pemesanan kendaraan (SPK) di ajang GIIAS adalah pergeseran kekuatan di pameran otomotif, ketika pabrikan China menggunakan kombinasi mobil listrik, SUV kompak, dan strategi harga terjangkau untuk merebut kepercayaan konsumen yang sebelumnya skeptis terhadap merek mereka.
Chery Indonesia membukukan 3.500 SPK selama GIIAS 2026, naik 62,56 persen dibanding 2.153 SPK pada gelaran sebelumnya. Lonjakan ini bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa portofolio mereka mulai dianggap relevan untuk penggunaan harian. Chery Q pemesanan GIIAS menjadi tulang punggung, menyumbang sekitar 1.750 SPK atau kira-kira setengah total penjualan selama pameran. Di sisi lain, Changan yang baru debut di GIIAS langsung mengantongi 1.120 SPK dalam periode 29 Juli–9 Agustus. Untuk sebuah pemain baru di arena pameran besar, capaian ini menunjukkan bahwa merek China tidak lagi bermain di pinggiran, melainkan mulai memimpin percakapan, terutama di segmen mobil listrik GIIAS 2026.
Chery Q: Compact EV yang Mengubah Persepsi Konsumen
Kisah sukses Chery di GIIAS 2026 hampir identik dengan kisah sukses Chery Q. Mobil listrik kompak ini baru diluncurkan pada 31 Juli 2026, namun langsung mencatat sekitar 1.750 SPK selama pameran dan menjadi kontributor utama total 3.500 SPK. Chery Q pemesanan GIIAS bukan kebetulan; ini hasil paket produk yang terasa menyentuh kebutuhan paling praktis: jarak tempuh harian, efisiensi, dan kemudahan pengisian.
Q diusung dengan konsep “The Most Complete Compact EV”, memakai baterai 42,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 400 km metode NEDC, serta fast charging 30–80 persen dalam 16,5 menit. Bukan spesifikasi tercanggih di dunia, tetapi cukup untuk meyakinkan pengguna yang belum siap berinvestasi di EV premium. Fakta bahwa Q menyumbang sekitar 1.355 dari 2.000 sesi test drive—67,7 persen—menunjukkan rasa ingin tahu publik berubah menjadi minat nyata. Di sinilah strategi Chery berhasil: membawa teknologi yang tampak lengkap, namun masih terasa terjangkau, ke segmen compact EV yang sebelumnya relatif kosong.
Portfolio Chery: SUV Kompak sebagai Jembatan ke EV
Kesuksesan Chery Q tidak berdiri sendiri; portofolio lain ikut menguatkan citra pabrikan China SUV kompak dan keluarga. Tiggo Cross diposisikan sebagai SUV kompak untuk mobilitas harian, sementara Tiggo 8 CSH bermain sebagai SUV keluarga yang lebih besar. J6T dan J6T CSH melengkapi lini dengan karakter petualangan dan sentuhan elektrifikasi. Strateginya jelas: gunakan SUV kompak dan SUV keluarga sebagai pintu masuk emosional, lalu perkenalkan EV sebagai pilihan rasional berikutnya.
Pendekatan ini penting karena tidak semua konsumen siap lompat ke EV murni. Dengan memberi pilihan dari SUV kompak berbahan bakar konvensional hingga model elektrifikasi, Chery menyusun tangga adopsi yang bertahap. Pertumbuhan 62,56 persen SPK tahun-ke-tahun “menunjukkan peningkatan minat konsumen terhadap portofolio kendaraan Chery” dan menjadi dorongan bagi mereka untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan mobilitas. Singkatnya, Chery tidak menjual satu model, tetapi menjual ekosistem pilihan—dan itu membuat mereka tampak lebih dapat dipercaya di mata pengguna.
Changan: Debut Berani Lewat Nevo Q05 dan Lini Deepal
Jika Chery memperkuat posisinya, Changan memilih strategi debut yang agresif. Dalam penampilan perdana di GIIAS 2026, Changan mengantongi 1.120 SPK dan lebih dari 1.500 test drive, menarik sekitar 35.000 pengunjung ke booth mereka. Ini bukan sekadar perkenalan; ini serangan pembukaan di segmen mobil listrik GIIAS 2026. Pencapaian tersebut disebut sebagai modal penting untuk memperkenalkan produk elektrifikasi sekaligus membangun merek mereka.
Nevo Q05, sebuah SUV listrik, menjadi bintang utama dengan 876 SPK atau sekitar 78 persen dari total pemesanan Changan. Tingginya minat ini menegaskan bahwa konsumen mulai melirik SUV listrik yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari, bukan hanya sebagai simbol gaya hidup. Deepal S05 menambah warna dengan opsi BEV dan REEV; 69 persen pemesan memilih BEV, sementara 31 persen memilih REEV, mencerminkan kebutuhan fleksibilitas untuk perjalanan jauh. Deepal S07 dengan karakter SUV listrik tech-sporty dan Changan Lumin yang menyasar kebutuhan mobil harian ringan menutup komposisi lineup. Polanya sama seperti Chery: gunakan kombinasi SUV kompak, SUV listrik, dan city car listrik untuk menjangkau berbagai tipe pengguna.
Kepercayaan terhadap Merek China dan Arah Persaingan Baru
Performa pemesanan Chery dan Changan bukan sekadar angka di laporan pameran; ini indikator pertumbuhan kepercayaan terhadap merek China di segmen SUV kompak dan kendaraan listrik. Pertumbuhan SPK Chery dikaitkan langsung dengan peningkatan minat konsumen terhadap portofolionya, sementara tingginya pemesanan Nevo Q05 disebut sebagai bukti besarnya perhatian terhadap SUV listrik untuk mobilitas sehari-hari. Artinya, skeptisisme mulai bergeser menjadi pertimbangan nyata, terutama ketika produk dirasa memadai dan harganya relatif terjangkau, meski tanpa disebutkan secara eksplisit.
Strategi agresif kedua pabrikan juga terbukti berkelanjutan. Setelah GIIAS 2026, Changan sudah menyiapkan kehadiran di GIIAS the Series di Surabaya, Bandung, Semarang, dan Bali—jelas ingin memaksimalkan momentum. Di sisi lain, Chery menjadikan capaian kali ini sebagai dorongan untuk terus memahami kebutuhan konsumen dan menyusun produk yang relevan. Kesimpulannya, pabrikan China sedang mengubah pameran otomotif menjadi ruang dominasi, bukan sekadar etalase. Bagi konsumen, ini kabar baik: persaingan memanas, pilihan SUV kompak dan EV makin banyak. Bagi pemain lama, ini sinyal keras bahwa era baru kompetisi sudah dimulai di lantai pameran, bukan di papan iklan.






