Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lomba Masak Lokal Jadi Wadah Lestarikan Kuliner Tradisional

Lomba Masak Lokal Jadi Wadah Lestarikan Kuliner Tradisional
Minat|Diskusi Resep

Lomba masak lokal: dari ajang seru-seruan jadi gerakan pelestarian

Lomba masak lokal adalah acara memasak komunitas yang mengundang warga atau perwakilan lembaga untuk mengolah bahan pangan setempat, menampilkan resep tradisional, dan memodifikasinya secara kreatif sehingga menghasilkan hidangan yang sekaligus melestarikan identitas kuliner daerah, memperkuat kebersamaan, dan membuka peluang ekonomi bagi pelestarian resep lokal di masa depan. Dalam beberapa tahun terakhir, lomba masak lokal dan festival pangan tradisional pelan-pelan berubah dari sekadar hiburan menjadi ruang strategis menghidupkan kembali dapur nusantara. Dari Ambon hingga Banjar, kompetisi kuliner yang mengangkat pangan lokal memperlihatkan satu pesan penting: warisan resep nenek moyang akan bertahan bukan lewat museum, melainkan lewat panci dan wajan yang terus digunakan. Jika pemerintah dan komunitas konsisten, acara memasak komunitas seperti ini bisa menjadi tulang punggung pelestarian rasa dan identitas.

Ambon: Kuah kuning, papeda, dan OPD yang “wajib turun dapur”

Perayaan HUT ke-451 Kota Ambon di Tribun Lapangan Merdeka ditandai dua sisi penting: kreativitas dan kebersamaan. Di satu sisi, Lomba Olahan Pangan Lokal Amboina menghadirkan puluhan peserta yang diberi waktu 60 menit untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian bernilai ekonomi. Di sisi lain, pemerintah kota bersama organisasi istri pegawai menggulirkan lomba masak ikan kuah kuning dan papeda antar-OPD serta pasangan sebagai bentuk partisipasi birokrasi dalam menjaga kuliner ikonik Ambon. Sikap wali kota yang menegaskan OPD wajib ikut, bahkan sampai didata jika absen, menunjukkan bahwa acara memasak komunitas diposisikan sebagai tanggung jawab bersama, bukan kegiatan sampingan. Kemenangan dianggap nomor dua; yang utama adalah bagaimana kuah kuning dan papeda tetap hidup di meja makan sekaligus menjadi simbol solidaritas. Kebijakan “wajib turun dapur” ini patut ditiru daerah lain yang ingin pelestarian resep lokal dijaga oleh seluruh lapisan, bukan hanya pegiat kuliner.

Lomba Masak Lokal Jadi Wadah Lestarikan Kuliner Tradisional

Kreasi singkong dan ikan: pangan lokal naik kelas di Ambon

Inti kekuatan lomba masak lokal justru tampak di meja peserta. Dari 19 peserta Lomba Olahan Pangan Lokal Amboina, tim nomor meja 17 yang beranggotakan Cristin Salamena, Eldroos Jofy De Fretes dan Chyntia De Fretes memilih singkong dan gula merah Saparua sebagai bahan utama, lalu mengangkatnya menjadi bola-bola ubi cokelat kenari serta Sop Ubi Tuna Asap. Mereka membuktikan singkong tidak harus berhenti sebagai camilan murahan; bisa menjadi menu makan siang atau malam dengan nilai gizi cukup dan tampilan menarik. Saat kreasi seperti ini keluar sebagai Juara I dari 19 peserta, pesan yang tersampaikan jelas: festival pangan tradisional adalah laboratorium inovasi, bukan sekadar arena lomba. Di sinilah pelestarian resep lokal bertemu dengan kebutuhan era modern—pangan lokal dipoles agar relevan, bergizi, dan punya daya jual. Jika pola ini diperluas, rantai ekonomi dari petani singkong hingga pelaku usaha kuliner akan ikut terangkat.

“Menjadi juara pertama dari 19 peserta merupakan pengalaman yang sangat luar biasa sekaligus motivasi untuk terus berkreasi,” ujar Eldroos Jofy De Fretes. Pernyataan ini layak dikutip karena merangkum fungsi kompetisi kuliner bukan hanya mengakui karya terbaik, tapi mendorong keberlanjutan inovasi.

Lomba Masak Lokal Jadi Wadah Lestarikan Kuliner Tradisional

Banjar: Festival B2SA dan LMSI menjadikan gizi sebagai panggung utama

Jika Ambon menekankan identitas dan kebersamaan, Kabupaten Banjar menggeser fokus ke sisi gizi. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan di sana memprakarsai Festival Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) dan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) tingkat kabupaten sebagai langkah konkret meningkatkan kreativitas sekaligus nilai gizi pangan lokal. Ajang ini diikuti kader dari 20 kecamatan, menjadikannya salah satu acara memasak komunitas paling luas jangkauannya di daerah tersebut. Tekanan pada konsumsi ikan, khususnya bagi anak-anak, menunjukkan pemahaman bahwa pelestarian resep lokal harus seiring dengan perbaikan pola makan. Juri tidak sekadar memberi angka; mereka mengevaluasi tampilan dan kandungan gizi sambil memberi masukan terhadap olahan berbahan ikan dan pangan lokal lainnya. Di sini, festival pangan tradisional bukan nostalgia; ia memakai kerangka B2SA agar masakan yang lahir dari tradisi juga mendukung tubuh yang lebih sehat.

Lomba Masak Lokal Jadi Wadah Lestarikan Kuliner Tradisional

Dari lomba ke produk unggulan: masa depan kuliner tradisional ada di tangan komunitas

Baik di Ambon maupun Banjar, pola yang muncul serupa: lomba masak lokal dijadikan platform mengembangkan pangan lokal, memupuk kolaborasi, dan menciptakan generasi baru penjaga rasa. Harapannya jelas, ajang inovasi kuliner ini tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi berlanjut menjadi produk unggulan tiap daerah. Ketika kepala dinas di Banjar berbicara tentang mengikutkan pemenang LMSI ke lomba tingkat provinsi tahun depan, dan peserta di Ambon berharap pangan lokal Maluku punya nilai ekonomi lebih baik dan menarik bagi masyarakat, kita melihat arah yang sama: dapur daerah ingin keluar ke pasar yang lebih luas. Namun ada syaratnya: pemerintah harus terus memfasilitasi, sementara komunitas menjaga semangat kebersamaan seperti yang ditekankan wali kota Ambon dalam rangkaian HUT ke-451. Tanpa konsistensi kedua pihak, kompetisi kuliner nusantara berisiko kembali menjadi seremonial sesaat. Dengan komitmen, ia bisa menjadi gerakan budaya yang menghidupkan resep leluhur melalui acara memasak komunitas yang dekat dengan warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!