Perampingan besar di tengah perubahan
PHK karyawan Canva adalah bagian dari perombakan organisasi yang mengurangi tenaga kerja, mengubah sejumlah peran, dan memindahkan sebagian karyawan demi menyesuaikan perusahaan dengan perubahan bisnis dan teknologi. Pada 4 November, CEO sekaligus salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins, mengumumkan bahwa 1.271 orang—sekitar 22 persen dari total tenaga kerja—terdampak restrukturisasi. Namun, angka itu bukan berarti seluruhnya kehilangan pekerjaan: sebagian dapat berganti peran atau direlokasi, sementara perusahaan tidak merinci berapa orang yang benar-benar terkena PHK. Besarnya perubahan ini menunjukkan Canva menilai penyesuaian bertahap tidak lagi cukup. Langkah tersebut juga menempatkannya di tengah gelombang perampingan perusahaan teknologi; pengumuman Canva datang sehari setelah Squarespace menyatakan akan memangkas 19 persen stafnya.
AI bertemu perlambatan pertumbuhan
Restrukturisasi Canva berlangsung saat dua tekanan bertemu: AI industri teknologi mengubah cara orang membuat desain, sementara laju bisnis Canva melambat. Perubahan AI bukan ancaman abstrak bagi platform desain. Teknologi baru mengubah apa yang dapat dibuat pengguna, cara mereka membuatnya, dan harapan mereka terhadap produk digital. Pada saat yang sama, pertumbuhan bisnis Canva pada tahun ini disebut melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Proyeksi pertumbuhan pendapatan perusahaan pada 2026 adalah 20 persen, turun dari 38 persen pada 2025. Kombinasi ini membuat pengurangan biaya saja tampak sebagai jawaban yang terlalu sempit. Canva juga perlu mengubah cara tim produk bekerja agar mampu merespons persaingan dan kebiasaan pengguna yang berubah. Namun, besarnya pengurangan tenaga kerja tetap memperlihatkan bahwa penyesuaian strategi dibayar mahal oleh para karyawan.
Tim lebih ramping, kantor lebih sentral
Rencana perusahaan tidak berhenti pada pengurangan jumlah staf. Canva menggabungkan tim Product, Growth, dan Platform ke dalam satu organisasi produk, mengurangi lapisan manajemen serta tanggung jawab yang tumpang tindih. Perusahaan juga ingin mengurangi spesialisasi pekerjaan yang terlalu sempit dan kembali mengandalkan tim kecil dengan kewenangan lebih besar. Arah ini masuk akal di lingkungan yang bergerak cepat, tetapi hasilnya bergantung pada apakah tim yang lebih kecil benar-benar mendapat wewenang dan sumber daya, bukan sekadar beban tambahan. Canva juga menjadikan Sydney sebagai basis utama bagi lebih banyak tim produk. Mulai Januari 2027, sebagian besar karyawan dengan pola kerja hibrida akan diminta bekerja dari kantor dua hingga tiga hari setiap minggu. Penyederhanaan organisasi dan dorongan kerja tatap muka menandai perubahan nyata dari keluwesan kerja yang selama ini ditawarkan banyak perusahaan digital.
Dampak yang melampaui Canva
Dampak langsung restrukturisasi ini paling besar dirasakan karyawan Canva dan operasi perusahaan, bukan pekerja Indonesia secara langsung. Karyawan terdampak ditawari pesangon minimal setara enam bulan gaji, cakupan kesehatan selama 12 bulan di wilayah yang menyediakan manfaat tersebut, serta dukungan karier. Meski paket bantuan dapat meringankan transisi, ia tidak menghapus ketidakpastian yang timbul ketika lebih dari seperlima tenaga kerja terdampak. Perubahan Canva juga layak diperhatikan agensi digital, vendor konten, dan penyedia jasa kreatif yang bekerja dengan perusahaan teknologi: AI dapat mengubah kebutuhan terhadap perangkat lunak dan layanan kreatif sekaligus. Bagi pengguna, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa restrukturisasi ini otomatis mengurangi kualitas produk. Namun, arah perusahaan menunjukkan bahwa Canva ingin membentuk produk dan timnya mengikuti cara baru orang membuat desain.
Kesimpulannya, PHK karyawan Canva bukan semata pengurangan staf, melainkan taruhan strategis untuk menyederhanakan organisasi saat AI dan perlambatan bisnis menekan model lama. Tim kecil dan kerja tatap muka mungkin mempercepat keputusan, tetapi keberhasilannya harus diukur dari kemampuan perusahaan berinovasi tanpa mengorbankan kepercayaan karyawan maupun mutu produk. Penjelasan lanjutan Perkins kepada karyawan dijadwalkan dalam pertemuan internal pada 10 November 2026.






