GIAS: Satu Pameran, Spektrum Lengkap Mobil Listrik dan Hybrid
Mobil listrik GIAS 2026 dan deretan hybrid terbaru pameran adalah ajang otomotif yang menampilkan berbagai model kendaraan penumpang dan komersial bertenaga listrik maupun kombinasi bensin-listrik, dengan fokus pada teknologi baterai, performa, dan kenyamanan, yang memungkinkan pengunjung melihat langsung perbandingan mobil baru dari banyak merek dalam satu lokasi. Pameran ini diikuti hingga 50 merek, terdiri atas 43 merek kendaraan penumpang dan tujuh merek kendaraan komersial. Dari sudut pandang calon pembeli, GIAS bukan sekadar arena cuci mata, tetapi laboratorium terbuka untuk memahami arah masa depan otomotif: listrik murni, hybrid, atau tetap mesin konvensional berteknologi tinggi. Di tengah banyaknya pilihan, pengunjung dipaksa berpikir serius tentang kebutuhan nyata mereka—apakah yang utama adalah harga EV terjangkau, jarak tempuh, atau gengsi dan performa tinggi.

Honda, Toyota, dan Daihatsu: Dari Kei EV Rp300 Jutaan hingga Land Cruiser Hybrid
Di GIAS, merek-merek Jepang menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan sentuhan dalam era elektrifikasi. Honda Super One mengusung format kei car listrik dengan panjang di bawah 3,6 meter dan lebar kurang dari 1,5 meter, memakai baterai 29,6 kWh dengan klaim jarak tempuh hampir 300 km dan bobot di bawah 1,1 ton. Saat diperkenalkan, harganya berada di kisaran Rp300 jutaan dengan unit yang terbatas hanya 100. Fitur boost mode membuat tenaganya diklaim mencapai 95 horsepower dan torsi 162 Nm, menjadikannya alternatif menarik bagi pembeli yang ingin EV kompak yang tetap lincah. Di sisi lain, Toyota Land Cruiser GR Sport hybrid menggunakan mesin bensin 3.500 cc V6 twin turbo dengan tenaga 409 horsepower dan torsi 650 Nm, ditambah motor listrik 48 horsepower dan 250 Nm sehingga total sistem mencapai 464 horsepower dan 790 Nm. Tipe VXR disebut berada di sekitar Rp2,7 miliar, sementara GR Sport hybrid sekitar Rp2,8 miliar. Daihatsu menambah warna dengan K Vision, mobil konsep hybrid kecil bermesin 660 cc. Kombinasi ini dengan jelas memisahkan segmen: dari kei EV terjangkau hingga SUV hybrid super-premium.
BMW, Mazda, dan BAW: Jarak Tempuh Panjang dan EV Menengah
Jika Honda dan Toyota bermain di dua kutub harga, BMW dan Mazda menghadirkan mobil listrik GIAS 2026 yang lebih menonjol di sisi teknologi dan jarak tempuh. BMW memperkenalkan i3 sebagai produk pertama dari Neue Klasse, memakai baterai 108 kWh dengan jarak tempuh mendekati 800 km dan sistem regenerative braking serta interior futuristis. Kutipan yang paling menggambarkan ambisi ini: "BMW i3 disebut menggunakan baterai 108 kWh dengan jarak tempuh mendekati 800 km." Mazda membawa 6e Fastback, mobil listrik dengan pilihan baterai 68,8 kWh hingga 78 kWh dan jarak tempuh di atas 500 km hingga mendekati 600 km, dengan harga di kisaran Rp850 juta. Di segmen EV yang masih berstatus calon pendatang, BAW memamerkan D5 sebagai mobil listrik yang disebut berpotensi masuk pasar, berdampingan dengan MPV listrik M8. Untuk pembeli yang mengutamakan daya jelajah tanpa harus masuk ke kelas miliaran, BMW i3 dan Mazda 6e menjadi benchmark baru perbandingan mobil baru yang berorientasi teknologi.
Nissan dan Toyota BZ4X: Performa dan EV Premium untuk Enthusiast
GIAS tidak hanya bicara soal efisiensi; ada ruang besar bagi performa dan gaya hidup. Salah satu mobil baru GIAS 2026 yang paling menyita perhatian adalah Nissan Fairlady Z, sport car ikonik dengan mesin 3.000 cc twin-turbo V6 dan tenaga 400 HP, tersedia dalam pilihan transmisi otomatis maupun manual dengan unit terbatas. Di ranah EV premium, Toyota menghadirkan New BZ4X Touring dengan konfigurasi dual motor bertenaga 375 HP, akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,5 detik, dan harga sekitar Rp889 juta. Penempatan BZ4X di kisaran ini menunjukkan strategi jelas: EV yang tidak sekadar hemat, tetapi mampu menggoda enthusiast yang ingin perpaduan performa dan teknologi listrik. Dibandingkan EV kompak seperti Honda Super One atau Mazda 6e yang lebih rasional, Fairlady Z dan BZ4X adalah jawaban bagi mereka yang menganggap mobil sebagai bagian identitas, bukan hanya alat transportasi.
Cara Memilih: Segmentasi Pembeli dan Rekomendasi Praktis
Kekuatan utama GIAS adalah kemampuan menghadirkan perbandingan mobil baru lintas merek dan segmen dalam satu ruang fisik. Dalam satu hari, pengunjung bisa berpindah dari EV kompak Rp300 jutaan seperti Honda Super One ke EV menengah seperti Mazda 6e dan BZ4X, hingga Land Cruiser GR Sport hybrid miliaran rupiah. Pilihan ideal bergantung pada profil pembeli. Mereka yang tinggal di kota dengan kebutuhan harian pendek akan lebih banyak diuntungkan oleh EV kecil berdaya jelajah moderat. Pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh atau mengutamakan kenyamanan premium akan menengok BMW i3 atau SUV hibrida besar. Sementara enthusiast yang mencari performa akan melirik Fairlady Z dan BZ4X Touring. Intinya, GIAS memaksa calon pemilik mobil untuk berhenti membeli berdasarkan merek semata, dan mulai menimbang kombinasi harga, teknologi, dan karakter kendaraan yang paling cocok dengan kebiasaan berkendara mereka.








