Kupprum di GIIAS: Strategi Ganda Motor Listrik Adventure dan Konversi
Kupprum NOMAD dan Electric Conversion Kit adalah dua produk kendaraan roda dua bertenaga listrik yang diriset dan dirakit secara lokal dengan fokus pada kebutuhan pengguna berbeda, yakni penggemar motor listrik adventure dan pemilik motor bensin yang ingin beralih ke konversi motor listrik tanpa mengganti kendaraan seluruhnya. Strategi ganda ini bukan sekadar peluncuran produk baru, tetapi cara Kupprum membangun ekosistem kendaraan listrik lokal dari dua sisi: penawaran motor listrik adventure premium dan solusi konversi yang lebih hemat biaya operasional. Di panggung GIIAS 2026 kendaraan listrik, keduanya tampil sebagai paket lengkap yang menyasar konsumen yang peduli performa sekaligus efisiensi. Pendekatan ini layak dibaca sebagai pernyataan sikap: transisi ke listrik harus praktis, terjangkau, dan relevan dengan kebiasaan berkendara yang sudah ada.

Kupprum NOMAD: Motor Listrik Adventure Lokal yang Serius untuk Off-Road
Kupprum NOMAD hadir di GIIAS sebagai motor listrik adventure yang jelas tidak diposisikan sebagai mainan kota, melainkan tunggangan dual-purpose yang berani menyentuh segmen off-road. Dengan bobot sekitar 170 kilogram dan konsep over-engineered pada sasis serta suspensi, NOMAD dirancang agar cukup lincah di jalur teknikal namun tetap stabil di kecepatan tinggi. Ini mengirim pesan penting: motor listrik adventure harus mampu menanggung beban dan benturan, bukan hanya menawarkan torsi instan di jalan mulus. Kehadirannya menunjukkan bahwa produsen lokal mulai berani bermain di ranah motor listrik premium yang bukan sekadar alat mobilitas harian, tetapi juga medium petualangan bagi penghobi motor trail dan touring yang menuntut ketahanan fisik motor di medan ekstrem.
Dari sisi pasar, Kupprum menggunakan panggung GIIAS untuk menempatkan NOMAD di titik harga yang lebih menggoda. Selama pameran, motor ini mendapat potongan harga sebesar Rp15 juta dari banderol normal Rp85 juta OTR Jakarta, dan respons pengunjung menunjukkan bahwa strategi itu tepat sasaran bagi pecinta otomotif yang menunggu motor listrik adventure lokal. Artinya, harga tak lagi menjadi penghalang utama untuk masuk ke segmen motor listrik adventure; yang krusial kini adalah apakah konsumen percaya pada kemampuan teknis dan kestabilan jangka panjang. Dalam konteks itu, rancangan yang disebut over-engineered menjadi nilai jual yang lebih meyakinkan ketimbang sekadar daftar fitur.
Electric Conversion Kit: Jalur Cepat Konversi Motor Bensin ke Listrik
Bila NOMAD menyasar pengguna yang siap membeli motor baru, Electric Conversion Kit Kupprum menawarkan jalur alternatif: mempertahankan motor bensin dengan mengganti sistem penggeraknya menjadi listrik. Kupprum menampilkan kit ini di GIIAS dengan narasi konversi yang praktis—motor bensin bisa diubah menjadi listrik hanya dalam waktu pemasangan sekitar 2 jam di bengkel konversi resmi. Tersedia dua tipe, 2,0 kW dengan torsi 20,5 Nm dan baterai 76V 25Ah, serta 3,0 kW dengan torsi 30 Nm dan baterai 76V 32Ah; keduanya diklaim sanggup menempuh hingga 90 km per pengisian penuh. Angka jarak tempuh itu menempatkan kit konversi sebagai solusi komuter harian yang rasional, bukan sekadar proyek hobi.
Kupprum menggarisbawahi klaim penghematan biaya operasional hingga 85 persen dibanding motor berbahan bakar bensin, didukung fakta bahwa motor listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak sehingga perawatan berkurang. "Kendaraan yang telah dikonversi mampu menghemat biaya operasional hingga 85 persen dibandingkan motor berbahan bakar bensin," ujar perwakilan tim penjualan Kupprum, Andra. Ini argumen yang sulit diabaikan di tengah biaya BBM dan servis yang terus naik. Namun, perusahaan tetap menegaskan aspek legalitas: motor yang akan dikonversi harus dalam kondisi teknis layak, dengan KTP, STNK, BPKB valid, dan kesesuaian nomor mesin serta rangka. Setelah pemasangan, bengkel mengurus SRUT ke Kementerian Perhubungan, sehingga pengguna tidak dibiarkan mengurus status hukum kendaraannya sendirian.
Riset Lokal, After-sales, dan Ekosistem Kendaraan Listrik yang Sedang Dibangun
Benang merah antara NOMAD dan Electric Conversion Kit terlihat jelas pada keputusan Kupprum untuk menekankan produksi dan riset lokal dari fasilitas mereka di Surabaya. Untuk NOMAD, tim R&D menerapkan pendekatan over-engineered pada sasis dan suspensi demi memastikan motor mampu menghadapi benturan dan tantangan lintasan off-road. Pada kit konversi, semua komponen disebut melalui proses riset dan perakitan di fasilitas yang sama, dengan layanan purnajual yang menjadi pembeda penting dibanding conversion kit impor tanpa garansi resmi. Di pasar yang masih penuh skeptisisme terhadap ketahanan motor listrik, jaminan after-sales dan akses suku cadang lokal bisa lebih menentukan daripada sekadar spesifikasi di brosur.
Kupprum juga tidak bermodal pajangan. Unit hasil konversi disiapkan untuk test ride di area khusus GIIAS, sehingga pengunjung dapat merasakan sendiri performanya, bukan hanya mendengar klaim penghematan. Langkah ini tepat: kepercayaan terhadap konversi motor listrik tumbuh dari pengalaman langsung, terutama bagi pemilik motor yang khawatir soal tenaga, akselerasi, dan rasa berkendara. Di sisi lain, kehadiran NOMAD sebagai motor listrik adventure premium menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik lokal tidak berhenti di skuter komuter, tetapi mulai menyentuh gaya hidup dan hobi. Kombinasi produk baru dan solusi konversi membuat Kupprum tampil sebagai pemain yang ingin membentuk pasar, bukan sekadar ikut tren.
Kesimpulan: Transisi ke Motor Listrik Harus Relevan dengan Kebiasaan Pengguna
Kupprum mengambil langkah berani dengan menawarkan dua jalur transisi ke motor listrik: membeli motor listrik adventure seperti NOMAD atau mengkonversi motor bensin yang sudah dimiliki menjadi listrik lewat Electric Conversion Kit. Keduanya menjawab kebutuhan berbeda, tetapi bertemu pada satu titik: penggunaan yang masuk akal dan efisiensi biaya operasional. Harga promo NOMAD di GIIAS membuat motor listrik adventure lebih terjangkau bagi penghobi yang sebelumnya ragu masuk segmen listrik. Sementara itu, jarak tempuh hingga 90 km dan klaim penghematan 85 persen pada kit konversi memberi alasan kuat bagi pengguna komuter untuk beralih tanpa mengorbankan fungsi kendaraan sehari-hari. Jika strategi ini konsisten didukung purnajual dan kejelasan regulasi, Kupprum berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana ekosistem kendaraan listrik lokal bisa tumbuh dari kebutuhan nyata, bukan sekadar slogan ramah lingkungan.





