Inti Masalah: Upgrade Tipis, Selisih Harga Lebar
Samsung Galaxy S26 FE dan Samsung Galaxy S25 FE adalah dua ponsel segmen mid-range yang sama‑sama menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman khas lini Fan Edition dengan spesifikasi mendekati flagship, tetapi pada harga yang lebih rendah, sehingga perbandingan harga ponsel dan nilai upgrade smartphone sebanding menjadi kunci dalam menentukan pilihan di antara keduanya. Dalam konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, Samsung Galaxy S26 FE dijual sekitar Rp14 juta, sementara Samsung Galaxy S25 FE berada di kisaran Rp9 juta. Artinya, selisih sekitar Rp5 juta bukan angka kecil untuk sebuah upgrade yang, menurut banyak ulasan, terasa tipis di banyak aspek utama. Ketika layar, kamera belakang, baterai, rating ketahanan air, dan dukungan pengisian daya nirkabel dinilai masih mirip pada kedua ponsel, pertanyaan besarnya menjadi sederhana: apakah peningkatan di S26 FE benar‑benar sebanding dengan tambahan biaya yang harus dikeluarkan?

Performa Exynos 2500: Kencang, Tapi ROI‑nya Meragukan
Di atas kertas, Samsung Galaxy S26 FE jelas unggul dalam performa berkat Exynos 2500 dengan fabrikasi 3 nm yang menggantikan Exynos 2400 4 nm pada Samsung Galaxy S25 FE. Benchmark menunjukkan peningkatan sekitar 15 persen, sebuah angka yang terlihat menggiurkan dan mudah dipakai sebagai bahan promosi. Namun peningkatan angka tidak otomatis berubah menjadi pengalaman nyata yang jauh lebih baik. Mobile Legends: Bang Bang masih mentok di 90 fps dan belum membuka opsi 120 fps, meski chipset baru sudah lebih kuat. Genshin Impact pun hanya sanggup menyentuh 60 fps di awal, lalu turun ke kisaran 40–50 fps ketika suhu naik. Setelah 20 menit bermain, bodi bisa menyentuh 45–46 derajat Celcius. Untuk pembeli yang mengejar ROI, performa yang tidak stabil dan dibatasi suhu ini membuat Rp5 juta selisih harga terasa sulit dibenarkan.
Desain, Kamera Depan, dan Fitur Baru: Nice to Have, Bukan Game Changer
Samsung Galaxy S26 FE membawa beberapa sentuhan segar pada desain dan kamera, tetapi lagi‑lagi terasa sebagai penyempurnaan kecil, bukan lompatan besar. Finishing belakang kini glossy dengan modul tiga kamera berbentuk pil, meninggalkan tampilan matte Samsung Galaxy S25 FE yang lebih sederhana. Kamera depan mendapat sudut pandang yang lebih lebar, dari 80 derajat menjadi 85 derajat, sehingga selfie dan vlog bisa menangkap area sedikit lebih luas. Kemampuan perekaman kamera depan dinilai stabil dengan kualitas suara yang baik, sementara kamera belakang tetap berada di bawah standar flagship: ultrawide hanya 8 MP dan telefoto dengan optical zoom belum menyamai ketajaman seri atas. Fitur perangkat lunak baru seperti My Fan Cam, Horizontal Lock, dan Quick Share yang bisa terkoneksi AirDrop menambah daya tarik, tetapi secara realistis ini adalah fitur yang semestinya bisa hadir lewat pembaruan perangkat lunak di S25 FE juga.
Port USB dan Harga: S25 FE Masih Lebih Rasional
Ironisnya, salah satu pukulan telak terhadap nilai Samsung Galaxy S26 FE justru datang dari aspek yang jarang diperhatikan: port USB. S26 FE disebut hanya memakai USB 2.0 dengan kecepatan transfer maksimal 480 Mbps dan tanpa dukungan display out melalui kabel. Sebagai pembanding, Samsung Galaxy S25 FE masih menawarkan USB 3.1 yang mendukung transfer hingga 10 Gbps serta display out. Bagi pengguna yang sering memindahkan file besar atau memakai ponsel sebagai pengganti komputer melalui tampilan eksternal, ini bukan sekadar detail teknis, tetapi penurunan kegunaan nyata. Ketika ditambah fakta bahwa harga S26 FE melalui berbagai skema pembelian tetap lebih dari Rp2 juta di atas S25 FE pada beberapa skenario, sulit untuk menyebut upgrade smartphone sebanding. S25 FE tidak hanya lebih murah; ia mempertahankan fitur penting yang justru dipangkas di generasi berikutnya.
Kesimpulan: Beli S26 FE dengan Mata Terbuka, S25 FE Masih Sangat Menggoda
Dengan peningkatan yang berfokus pada chipset, kamera depan, desain, dan fitur perangkat lunak, Samsung Galaxy S26 FE memang menawarkan pengalaman yang sedikit lebih modern. Namun layar, kamera belakang, baterai, ketahanan air, dan pengisian nirkabel yang masih mirip dengan Samsung Galaxy S25 FE membuat selisih sekitar Rp5 juta terasa berlebihan kecuali Anda benar‑benar membutuhkan setiap detail baru tersebut. Menurut ulasan yang beredar, S25 FE masih layak dipertimbangkan selama stok tersedia karena pembaruan S26 FE belum terlalu besar dibanding perbedaan harga. Untuk kebanyakan pengguna mid‑range, ROI lebih berpihak pada S25 FE: harga lebih rendah, port USB lebih fleksibel, dan pengalaman harian yang tidak jauh tertinggal. Jika ingin merasakan lini Fan Edition tanpa mengorbankan terlalu banyak dana, memilih S25 FE tampak sebagai keputusan yang lebih masuk akal dibanding memaksa upgrade ke S26 FE.






