Leapmotor Mengarahkan Serangan Tiga Arah di Pasar EV
Strategi Leapmotor adalah meluncurkan tiga model listrik sekaligus—A05 kompak, B10 SUV, dan C10 SUV—dengan kombinasi jarak tempuh panjang, fitur kabin fleksibel, serta harga spesial di pameran otomotif besar dan expo regional, untuk mengisi celah di berbagai segmen harga dan ukuran kendaraan listrik yang mulai diminati konsumen kota besar dan tier-2. Pendekatan ini jelas bukan sekadar menambah pilihan produk, melainkan upaya terstruktur membangun ekosistem merek dari atas ke bawah. A05 menyasar mobil listrik kompak terjangkau, sementara B10 dan C10 ditempatkan sebagai SUV listrik yang mengedepankan teknologi dan kenyamanan keluarga. Dengan memadukan debut di ajang nasional dan penetrasi ke Jawa Tengah, Leapmotor mengirim pesan: mereka tidak ingin menjadi pemain pinggiran, tetapi salah satu poros utama SUV listrik Indonesia 2026.
| Model | Segmen | Fokus Utama |
|---|---|---|
| A05 | EV kompak | Jarak tempuh 510 km dan kabin fleksibel |
| B10 | SUV listrik | Harga spesial dan ekspansi regional tier-2 |
| C10 | SUV listrik | Kabin luas dan teknologi human-centric |

A05: Mobil Listrik Kompak Terjangkau yang Serius pada Jarak dan Kabin
Di segmen mobil listrik kompak terjangkau, Leapmotor A05 menjadi senjata utama untuk menarik pembeli pertama EV yang ingin efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan. Berdasarkan standar CLTC, varian tertinggi Leapmotor A05 mampu menempuh jarak hingga 510 km dalam sekali pengisian daya, menjadikannya salah satu mobil listrik kompak dengan jarak tempuh paling menarik di kelasnya. Ini langsung menarget kekhawatiran klasik soal daya dan frekuensi isi ulang. Di sisi kabin, A05 menawarkan fleksibilitas yang biasanya baru ada di model lebih mahal: jok Cloud-Feel 7 lapis dengan empat mode penggunaan, termasuk mode rebahan, tempat tidur besar, mode hewan peliharaan, dan ruang penyimpanan tambahan. Ditambah interior modern dengan ambient lighting 256 warna serta kokpit digital berchip Snapdragon 8295, A05 menempatkan standar baru untuk EV kompak: bukan sekadar murah, tetapi fungsional dan berteknologi tinggi.

B10 dan C10: SUV Listrik, Harga Spesial, dan Serangan di Pameran
Di lini SUV listrik, Leapmotor memakai strategi “harga spesial plus panggung besar” untuk B10 dan C10. Di GIIAS, B10 dibanderol Rp499 juta dan C10 Rp618 juta, lalu dipotong menjadi Rp449 juta dan Rp598 juta untuk 500 konsumen pertama—contoh agresif dari taktik Leapmotor B10 harga spesial yang jelas dimaksudkan memancing keputusan cepat di lantai pameran. Di Semarang, B10 kembali didorong dengan harga normal Rp507 juta tetapi diberikan harga khusus Rp457 juta untuk 500 pembeli pertama, memberi potongan Rp50 juta yang sulit diabaikan bagi keluarga yang mempertimbangkan SUV listrik Indonesia 2026. Keduanya diposisikan sebagai SUV listrik dengan ruang kabin luas, teknologi human-centric, dan standar keselamatan global, lengkap motor PMS 160 kW dan baterai 67,1 kWh yang dirancang untuk jarak tempuh hingga sekitar 516 km NEDC pada B10.
Kombinasi teknologi dan program kepemilikan juga diperkuat dengan garansi kendaraan 4 tahun atau 100 ribu km, garansi baterai 8 tahun atau 160 ribu km, serta gratis servis dan part 4 tahun atau 60 ribu km. Kutipan yang layak dicatat di sini: "Dengan demikian, konsumen memperoleh potongan harga sebesar Rp50 juta dari banderol normal," menunjukkan betapa besar insentif finansial yang sengaja digelontorkan untuk mempercepat adopsi. Jika banyak merek EV masih bermain aman di segmen premium, Leapmotor mengambil risiko dengan menekan harga dan memberi paket purnajual agresif, mengincar volume dan kepercayaan jangka panjang.

GIIAS, Indomobil Expo, dan Taruhan Serius di Kota Tier-2
Yang membuat strategi Leapmotor menarik bukan hanya lini produknya, tetapi cara mereka memilih medan pertempuran. Pengumuman harga resmi B10 dan C10 dilakukan di GIIAS, panggung nasional yang memberi legitimasi dan perhatian besar. Namun ekspansi cepat ke Jawa Tengah melalui Indomobil Expo Semarang menunjukkan ambisi lebih luas: merek ini tidak mau terjebak di satu superkota, melainkan ingin membangun basis di kota tier-2 dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas yang sedang naik. Kehadiran di Semarang disebut sebagai kelanjutan ekspansi setelah debut di GIIAS, sekaligus kesempatan mengukur langsung respons masyarakat terhadap SUV listrik dengan standar global. Ini pilihan strategis: ketika pesaing sibuk berebut pasar utama, Leapmotor menabur benih di kota-kota yang sering terlambat disasar, berpotensi menciptakan loyalitas lebih kuat dan lebih awal.

Portofolio Tiga Model dan Masa Depan Leapmotor
Jika disusun sebagai portofolio, A05, B10, dan C10 membentuk struktur yang cukup komplet untuk tahap awal: satu EV kompak fungsional, dua SUV listrik keluarga dengan teknologi tinggi. Leapmotor menegaskan bahwa kendaraan listrik harus memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar efisiensi energi, memadukan teknologi pintar, keselamatan, dan kenyamanan sebagai satu paket pengalaman. Perusahaan juga mengembangkan dan memproduksi sendiri lebih dari 65 persen komponen utama, dari sistem penggerak, baterai, hingga kokpit digital dan arsitektur elektronik, demi integrasi teknologi yang tinggi dan biaya produksi yang lebih efisien. Menurut data resmi, Leapmotor mencatat pengiriman global 101.267 kendaraan pada Juli dengan kenaikan 102 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya—angka yang menunjukkan momentum pertumbuhan kuat yang kini ingin diperluas ke pasar internasional. Melalui jaringan distribusi yang diperkuat kerja sama dengan mitra global, ekspansi ke berbagai kota direncanakan bertahap, seiring bertambahnya kebutuhan dan jumlah konsumen EV.
Kesimpulannya, strategi Leapmotor menggabungkan tiga hal: produk yang kompetitif di sisi jarak tempuh dan kenyamanan, program harga dan garansi agresif, serta ekspansi berjenjang dari ajang nasional ke kota tier-2. Untuk konsumen, ini menghadirkan lebih banyak pilihan EV di berbagai titik harga dan ukuran, dari Leapmotor A05 jarak tempuh panjang di segmen kompak hingga B10 dan C10 yang menempatkan SUV listrik sebagai opsi masuk akal bagi keluarga. Tantangannya jelas—persaingan ketat dan edukasi pasar belum selesai—namun dengan pendekatan ini, Leapmotor menempatkan diri bukan sebagai penonton, melainkan salah satu pemain yang berusaha mengarahkan arah pasar mobil listrik beberapa tahun ke depan.






