Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

58 Resep Inovatif Lokal di Sayembara Ina Cookies

58 Resep Inovatif Lokal di Sayembara Ina Cookies
Minat|Memasak

Sayembara Cipta Rasa INA: Laboratorium Ide Bahan Lokal

Sayembara Cipta Rasa INA adalah kompetisi kuliner Indonesia yang digelar Ina Cookies untuk mengumpulkan gagasan resep tradisional modern berbahan lokal inovatif, menjadikannya laboratorium ide terbuka di mana masyarakat diajak mengolah kembali kekayaan pangan tradisional menjadi kukis yang relevan dengan selera masa kini. Dari awal, ajang ini jelas bukan lomba seru-seruan semata, melainkan bagian dari strategi pengembangan produk baru yang memanfaatkan bahan baku tradisional. Merayakan perjalanan 34 tahun sebagai brand kukis keluarga, Ina Cookies memilih cara merayakan ulang tahun yang berani: membuka dapurnya bagi publik dan mengizinkan konsumen ikut menentukan arah rasa masa depan. Di sini, posisi perusahaan bergeser dari sekadar produsen menjadi mitra kreatif komunitas kuliner.

Dari Lele hingga Andaliman: 58 Resep yang Mengguncang Pakem Kukis

Sebanyak 58 peserta mengirimkan ide di tahap awal sayembara resep Ina Cookies. Perbedaannya dengan kompetisi kuliner Indonesia lain terasa jelas: bahan lokal inovatif bukan sekadar aksesori, melainkan tokoh utama di setiap resep. Bayangkan kukis dengan sentuhan rasa lele atau andaliman; ide yang terdengar tak biasa itu muncul dan menunjukkan betapa luas potensi pangan lokal ketika diberi panggung. Lele, yang identik dengan hidangan lauk rumahan, tiba-tiba menjadi elemen rasa gurih dalam kukis manis. Andaliman, si lada khas yang menggigit, diolah menjadi aksen pedas-bergetar yang modern. Inilah wujud nyata resep tradisional modern: bahan yang akrab di dapur warisan keluarga, tetapi hadir dalam format, tekstur, dan kemasan yang cocok untuk rak toko masa kini.

Babak Grand Final: Tantangan Misteri Berbahan Kelapa

Dari 58 proposal, 26 peserta lolos ke babak grand final yang digelar di Pabrik Ina Cookies, Bandung, pada Sabtu 12 September 2026. Di titik ini, kompetisi bukan lagi tentang resep yang sudah matang di atas kertas, melainkan tentang kelincahan berpikir di dapur. Panitia mengumumkan tantangan utama tepat saat kompetisi dimulai: setiap kreasi kukis wajib memasukkan unsur kelapa sebagai bahan sentral. Misteri bahan ini sengaja dirancang untuk menguji kemampuan peserta mengembangkan ide secara spontan, memaksa mereka memutar otak dan menyesuaikan konsep yang sebelumnya telah dibawa dengan karakter kelapa yang kaya tekstur dan aroma. Banyak peserta yang semula datang dengan tema rasa spesifik harus mengolah ulang gagasan agar kelapa tidak terasa dipaksakan, melainkan menyatu secara elegan dalam resep tradisional modern yang mereka suguhkan.

Dari Kompetisi ke Produk: Rasa Karya Peserta Berpeluang Masuk Etalase

Nilai paling menarik dari sayembara resep Ina Cookies adalah jembatan langsung dari meja juri ke rak produk. Menurut Najiha Al Sakinah, Sayembara Cipta Rasa INA sengaja dibuat sebagai bagian dari proses pengembangan produk baru Ina Cookies. Produk yang tengah dikembangkan diarahkan menggunakan bahan baku tradisional, selaras dengan visi perusahaan untuk mengangkat dan memanfaatkan bahan pangan tradisional yang tersedia di sini. Artinya, resep yang menang tidak berhenti sebagai piala dan foto seremonial; ia punya peluang nyata untuk dibawa ke produksi massal dan menjadi rasa baru yang dinikmati banyak keluarga. Di sini, kompetisi kuliner Indonesia berubah fungsi: bukan hanya ajang kompetisi, tetapi kanal kolaborasi antara brand dan komunitas pecinta kukis untuk melahirkan seri rasa lokal yang lebih berani dan representatif.

Tur Daerah dan Misi Menghidupkan Bahan Lokal di Dapur Sehari-hari

Sayembara ini tidak berdiri sendirian, melainkan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan selama tiga bulan. Sebelumnya, Ina Cookies menggelar roadshow ke sejumlah daerah untuk memperkenalkan brand sekaligus mengajarkan pembuatan kue kering kepada masyarakat. Pendekatan ini penting: bahan lokal inovatif tidak akan berarti jika pengetahuan teknis membuat kukis hanya berputar di kalangan terbatas. Dengan melibatkan lebih banyak orang, ide resep tradisional modern berakar di dapur rumah, bukan cuma di studio konten. Najiha menegaskan, nama "Ina" sendiri merupakan singkatan yang merujuk pada identitas lokal, sehingga pengangkatan bahan baku tradisional adalah bagian dari nilai yang dijunjung perusahaan. Kesimpulannya, sayembara ini adalah ajakan terbuka: saatnya berhenti menganggap bahan lokal sebagai pelengkap, dan mulai menempatkannya sebagai sumber kebanggaan utama di setiap gigitan kukis.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!