NAF sebagai panggung baru perebutan modal jangka panjang
New Asia Forum 2026 adalah sebuah forum investasi yang dirancang untuk mempertemukan pemimpin dan investor global dengan proyek-proyek strategis di kawasan Asia, dengan tujuan mengubah kawasan yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi global menjadi pusat investasi, inovasi, dan penciptaan nilai jangka panjang melalui mobilisasi modal jangka panjang yang terstruktur dan dapat segera ditindaklanjuti. Ambisi utamanya jelas: menggeser pusat gravitasi modal dunia ke Asia, bukan lagi sekadar menjadikan kawasan ini sebagai pasar atau basis produksi. Danantara Indonesia menempatkan diri di jantung agenda tersebut dengan target penggalangan investasi lebih dari investasi USD 30 miliar melalui penyelenggaraan New Asia Forum 2026 di Bali. Diselenggarakan di bawah patronase Presiden Prabowo Subianto, forum ini ditargetkan mempertemukan lebih dari 1.000 pemimpin global dan lebih dari 100 pembicara. Ini bukan konferensi biasa; ini adalah deklarasi bahwa Asia siap menuntut porsi modal jangka panjang yang sepadan dengan kontribusinya terhadap ekonomi global.

Mengapa sekarang: kesenjangan antara peran ekonomi dan arus modal
Asia-Pasifik saat ini menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global, tetapi alokasi modal internasional jangka panjang ke kawasan ini masih belum optimal. Ketimpangan inilah yang menjadi pemicu lahirnya New Asia Forum: kawasan yang menggerakkan pertumbuhan dunia belum mendapatkan dukungan modal jangka panjang yang sebanding. NAF hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan investor global dan peluang investasi yang siap ditindaklanjuti. Di sini terlihat sikap tegas Danantara Indonesia: bukan lagi menunggu arus modal datang, melainkan secara aktif merancang platform yang memaksa percakapan investasi bergeser ke Asia. Pahala Mansury menekankan bahwa "di sinilah pusat gravitasi untuk pertumbuhan berada", dengan ASEAN sebagai jangkar dan peran negara terbesar di ASEAN sebagai pendorong utama. Dengan perkembangan geopolitik, ia melihat peluang kawasan menjadi destinasi baru bagi permodalan dari Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan negara lain yang mencari rumah baru bagi modalnya.
Strategi Danantara: dari forum ke transaksi nyata
Kekuatan New Asia Forum 2026 bukan pada panggungnya, melainkan pada desainnya yang berorientasi eksekusi. Penyelenggaraan forum dibagi menjadi dua agenda utama: "Discovery & Diligence" pada 3 Desember dan "Action & Execution" pada 4 Desember. Struktur ini menunjukkan niat jelas: mengubah diskusi menjadi kesepakatan awal investasi dan struktur pembiayaan yang bankable. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa NAF dirancang untuk mendorong transaksi dan implementasi investasi, dengan Danantara berperan sebagai co-investor bersama mitra global. Mandat PT Danantara Investment Management adalah menarik modal swasta dan global untuk berinvestasi bersama di sektor-sektor strategis. Melalui NAF 2026, Danantara berupaya mempertemukan peluang investasi strategis dengan modal dan kapabilitas mitra global, sekaligus mendorong kemitraan yang dapat ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Komitmen dan perkembangan investasi yang dihasilkan dari forum ini bahkan direncanakan dipantau secara berkelanjutan untuk memastikan penciptaan nilai jangka panjang.
Portofolio dan sektor prioritas: sinyal serius bagi investor global Asia
Ambisi forum akan kosong tanpa bukti kesiapan proyek. Di sinilah portofolio Danantara menjadi argumen kuat bahwa Asia memiliki proyek strategis regional yang siap menyerap modal. Dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor telah memasuki tahap konstruksi. Delapan mitra tahap kedua juga telah menerima Conditional Letter of Award untuk delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota. Di sektor pengembangan ekosistem Haji dan Umrah, Danantara melalui DIM telah merampungkan akuisisi Novotel Thakher Makkah yang memiliki 1.461 kamar, serta lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher, Makkah. Dalam pangan dan agribisnis, DIM menjalin kemitraan dengan JBS Group melalui rencana investasi untuk 25 persen kepemilikan pada joint venture yang menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru. Selain itu, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus strategis, termasuk proyek data center yang akan diumumkan di NAF 2026, dengan pendekatan hati-hati pada energi dan air melalui prinsip BYOE dan teknologi closed loop.
Kesimpulan: ujian kepemimpinan modal Asia
New Asia Forum 2026 adalah pernyataan politik ekonomi: Asia tidak puas hanya menjadi mesin pertumbuhan, tetapi ingin menjadi pusat investasi jangka panjang. Danantara Indonesia bersama para pemimpin dan investor global secara terbuka mendorong redefinisi peran Asia dalam perekonomian dunia, dari motor pertumbuhan menjadi pusat investasi, inovasi, dan penciptaan nilai jangka panjang. Pertanyaannya bukan lagi apakah Asia layak, melainkan apakah kawasan ini mampu menyediakan proyek yang bankable, tata kelola yang meyakinkan, dan koordinasi lintas negara yang cukup rapi untuk menyerap modal jangka panjang dalam skala besar. NAF 2026, dengan target mobilisasi investasi besar, struktur forum yang berorientasi eksekusi, dan portofolio proyek strategis regional, adalah langkah berani ke arah itu. Jika ambisi ini berbuah, pusat gravitasi modal global akan bergeser, dan Asia tidak lagi sekadar menjadi panggung pertumbuhan, melainkan pengarah utama arus modal dunia.






