Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Maserati, Huawei, dan JAC: Taruhan Besar di Pasar EV Mewah China

Maserati, Huawei, dan JAC: Taruhan Besar di Pasar EV Mewah China
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Mengapa Maserati Memilih Jalan Maextro

Kolaborasi Maserati dengan Huawei dan JAC untuk mengembangkan SUV listrik mewah dan GT listrik yang dijual sebagai merek Maextro di pasar China adalah strategi agresif untuk mengembalikan performa penjualan sekaligus mempercepat masuk ke segmen mobil listrik premium tanpa membangun semua kapabilitas sendiri. Penurunan penjualan ke 7.900 unit pada tahun fiskal 2025, anjlok dari 11.300 unit di periode sebelumnya, menunjukkan bahwa model bisnis lama Maserati tidak lagi cukup menopang posisi merek di pasar global yang bergerak cepat ke elektrifikasi. Di titik ini, Maserati tidak sedang bereksperimen; mereka sedang menyelamatkan diri. Sudah sejak Mei rumor soal kemitraan dengan dua perusahaan besar asal China ini beredar, dan kini kesepakatan resmi dikonfirmasi sebagai upaya penyelamatan merek di tengah keterpurukan penjualan global. “Pada tahun fiskal 2025, Maserati hanya menjual 7.900 kendaraan, turun drastis dari 11.300 unit, menjadi tahun terburuk sejak awal 2010-an.” Angka tersebut menjelaskan urgensi di balik keputusan yang tampak berani sekaligus kontroversial ini.

Maserati, Huawei, dan JAC: Taruhan Besar di Pasar EV Mewah China

SUV Listrik Mewah dan GT: Dua Pilar Strategi EV

Inti dari strategi Maserati mobil listrik di China adalah dua produk yang sangat terarah: sebuah SUV listrik berukuran menengah hingga besar dan sebuah GT listrik murni. SUV listrik mewah ini diposisikan sebagai alternatif dari Grecale Folgore yang ada sekarang, sedangkan GT listrik dirancang untuk melengkapi GranTurismo Folgore di portofolio global. Di pasar China, keduanya akan memakai Maextro brand China, sementara di luar negeri tetap menggunakan badge Maserati, sehingga identitas Italia tetap terjaga di mata penggemar tradisional. Sasaran ekspor pun jelas: Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman disebut sebagai target utama untuk model hasil kolaborasi ini. Maserati tidak hanya mengejar volume; mereka memilih pasar yang mengapresiasi SUV listrik mewah dan GT sebagai simbol status. Pertanyaannya: apakah konsumen akan menerima mobil listrik yang sebagian besar rekayasa dan teknologinya dimotori perusahaan China, namun menjanjikan rasa berkendara khas Italia?

Peran Huawei dan JAC: Otak, Otot, dan Sentuhan Italia

Huawei JAC partnership dengan Maserati bukan sekadar aliansi pemasok, melainkan pembagian peran yang sangat strategis. JAC Motors menangani rekayasa kendaraan dan manufaktur di fasilitas yang sama dengan produksi model Maextro saat ini, termasuk pembuatan body-in-white sebelum diekspor ke Italia untuk perakitan akhir. Di sisi lain, Huawei menyuplai platform Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), sistem mengemudi otonom Qiankun, teknologi powertrain listrik, dan pengaturan kokpit cerdas. Maserati memegang kendali desain dan penjualan, memastikan DNA desain mewah Italia tetap menjadi wajah produk. Kombinasi ini menarik: teknologi EV dan software berasal dari ekosistem China yang sangat gesit, sementara penyetelan akhir dan citra premium tetap dipusatkan di Italia. Secara teori, ini bisa menghasilkan mobil listrik yang lebih cerdas dan cepat dikembangkan, tanpa mengorbankan pengalaman merek. Namun, di ranah persepsi, sebagian pelanggan tradisional mungkin mempertanyakan seberapa “otentik” sebuah Maserati yang pabrik utamanya ada di China.

Taruhan Besar di Segmen EV Premium China

Kolaborasi lintas negara ini jelas merupakan strategi Maserati untuk menyelamatkan penjualan sekaligus memanfaatkan momentum pertumbuhan EV premium di China. Dengan biaya pengembangan yang tinggi, masuk ke segmen mobil listrik tanpa partner teknologi dan manufaktur adalah resep untuk tertinggal. Maserati memilih langkah pragmatis: menggabungkan keahlian desain mewah mereka dengan teknologi Huawei dan kapabilitas manufaktur JAC agar siklus pengembangan SUV listrik mewah dan GT bisa dipersingkat. Ke depan, dua model Maextro akan menjadi ujian nyata apakah sinergi ini mampu mengembalikan daya saing Maserati di segmen mewah listrik, tidak hanya di China tetapi juga di pasar ekspor utama. Jika sukses, aliansi semacam ini bisa menjadi template baru bagi merek Eropa lain yang kesulitan beradaptasi dengan era EV. Jika gagal, angka 7.900 unit mungkin akan tercatat bukan hanya sebagai titik nadir penjualan, tetapi juga simbol terlambatnya Maserati bertransformasi. Untuk saat ini, taruhan mereka jelas: masa depan adalah listrik, dan pusat gravitasinya bergeser ke China.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!