Gambaran umum: dua mid-range mirip, tapi beda kelas
Samsung Galaxy A37 5G vs A57 adalah perbandingan dua ponsel kelas menengah yang menawarkan spek serupa—layar 6,7 inci, kamera utama 50MP dengan OIS, baterai 5.000 mAh, konektivitas 5G, dan sertifikasi IP68—namun diposisikan di kelas berbeda sehingga selisih harga sekitar Rp1 juta menjadi penentu apakah pengguna lebih tepat memilih opsi yang lebih terjangkau atau model dengan performa lebih tinggi dan detail desain yang sedikit lebih premium. Inti persoalannya bukan sekadar perbandingan harga ponsel, melainkan apakah tambahan fitur dan peningkatan performa pada A57 5G layak dibayar. Galaxy A37 5G 8/256 GB berada di kisaran Rp5,8–5,9 juta, sedangkan Galaxy A57 5G 8/256 GB di Rp6,8–6,9 juta, dan “terdapat selisih sekitar Rp1 juta antara kedua smartphone tersebut”. Dengan spek dasar yang sangat mirip, keputusan pembeli akan bergeser ke detail: material, kemampuan gaming, dan kenyamanan penggunaan harian.
| Spec | Galaxy A37 5G | Galaxy A57 5G |
|---|---|---|
| Kelas produk | Mid-range, di tengah lini A-series | Satu tingkat di atas A37 5G |
| Harga 8/256 GB | Rp5,8–5,9 juta | Rp6,8–6,9 juta |
| Fitur utama | Layar 6,7", 5G, IP68, kamera 50MP OIS | Layar 6,7", 5G, IP68, kamera 50MP OIS |
Desain, dimensi, dan kenyamanan: plastik ringan vs metal lebih tipis
Di sisi desain, kedua ponsel terlihat mirip, tetapi nuansa pemakaian tidak sama. Galaxy A37 5G memakai warna Awesome Charcoal sementara A57 5G hadir sebagai Awesome Grey, dan A37 masih menggunakan frame plastik sedangkan A57 sudah memakai frame metal. Jadi, bagi yang peduli rasa "premium" di tangan, A57 memang terasa satu langkah di depan. Menariknya, kompromi datang dari dimensi dan bobot. Galaxy A37 5G memiliki ketebalan 7,4 mm dan bobot sekitar 178 gram, sedangkan Galaxy A57 5G lebih tipis dengan ketebalan 6,9 mm namun bobotnya sekitar 195 gram. Tipis, tetapi sedikit lebih berat. Keduanya sudah punya speaker stereo, USB Type-C, dual nano SIM, serta dukungan eSIM. Jadi, kalau prioritas Anda adalah ponsel yang ringan dan nyaman digenggam lama, A37 terasa lebih bersahabat, sementara A57 lebih menarik bagi yang ingin kombinasi tipis dan material metal.

Performa dan layar: sama-serupa, tapi A57 jelas lebih kencang
Performa adalah alasan utama A57 ditempatkan satu tingkat di atas A37. Galaxy A37 5G menggunakan Exynos 1480, sementara A57 5G memakai Exynos 1680, dengan hasil pengujian menunjukkan A57 punya performa sekitar 20–30 persen lebih tinggi. Prosesor A57 juga memiliki kecepatan hingga 2,9 GHz, sedangkan A37 mencapai 2,75 GHz, keduanya memakai memori LPDDR5X untuk multitasking. Kutipan yang layak dicatat: "Galaxy A57 5G memiliki performa sekitar 20 hingga 30 persen lebih tinggi" dibanding A37. Dalam gaming, perbedaan makin terasa. Di Mobile Legends, Galaxy A37 5G mampu berjalan hingga 90 fps, sedangkan A57 mendukung pengaturan sampai 120 fps. Untuk permainan berat, A37 dinilai kurang cocok karena pengujian mencatat suhu sekitar 47–48 derajat di bagian depan dan belakang. A57 bahkan dibekali vapor chamber lebih besar untuk menjaga suhu saat aktivitas berat seperti bermain game atau merekam video lama. Layar keduanya sama-sama 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz dan Vision Booster, sehingga pengalaman visual pada dasarnya serupa.
Kamera, baterai, dan daya tahan: seimbang, tapi orientasi pemakai beda
Di atas kertas, performa kamera A-series ini terlihat seimbang. Keduanya membawa kamera utama 50MP lengkap dengan OIS, yang cukup untuk foto harian, konten media sosial, dan perekaman video yang stabil. Karena spek kamera utama sama, perbedaan kualitas gambar cenderung dipengaruhi oleh pemrosesan dan kemampuan chipset, yang dalam teori sedikit menguntungkan A57, tetapi bukan lompatan drastis bagi pengguna biasa. Untuk baterai, lagi-lagi keduanya sejalan: kapasitas 5.000 mAh dengan konektivitas 5G sebagai standar. Keduanya juga mengantongi sertifikasi IP68 dengan kemampuan bertahan di kedalaman hingga 1,5 meter, membuat kedua perangkat sama-sama percaya diri menghadapi hujan atau percikan air sehari-hari. Artinya, jika fokus Anda adalah daya tahan, baterai, dan ketahanan air-debu, kedua model memberikan nilai yang hampir identik. Pilihan pun kembali mengerucut ke performa dan rasa desain, bukan ke aspek daya tahan.
Kesimpulan: kapan A37 5G cukup, kapan A57 5G lebih tepat?
Dengan selisih harga sekitar Rp1 juta dan fitur inti yang nyaris sama, Galaxy A37 5G vs A57 bukan perdebatan menang-kalah, melainkan soal profil pengguna. A37 5G 8/256 GB di kisaran Rp5,8–5,9 juta adalah mid-range Samsung yang rasional untuk pengguna yang ingin layar besar, 5G, IP68, dan kamera OIS tanpa mengejar performa maksimal. Sementara A57 5G di Rp6,8–6,9 juta jelas menyasar mereka yang sering multitasking, mengedit konten, atau bermain game dengan kebutuhan frame rate tinggi. Jika Anda jarang bermain gim berat, lebih suka ponsel ringan, dan ingin menekan budget, A37 5G terasa cukup. Namun bila Anda ingin ponsel A-series yang lebih kencang, dengan prosesor lebih cepat, vapor chamber lebih besar, frame metal, dan opsi 120 fps di game yang mendukung, A57 5G layak jadi upgrade. Pada akhirnya, selisih Rp1 juta di sini bukan sekadar angka, tapi tiket masuk ke pengalaman penggunaan yang lebih bertenaga.







