Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Empat Elixir Morris Legacy Edition, Pilih yang Fresh buat Siang atau yang Hangat buat Malam

Empat Elixir Morris Legacy Edition, Pilih yang Fresh buat Siang atau yang Hangat buat Malam
Minat|Parfum

Morris itu salah satu brand parfum yang paling sering lewat di rak minimarket, dan justru karena itu saya sempat ragu waktu mereka mengumumkan Legacy Edition akhir Juli lalu. Ternyata keraguan saya salah tempat: lini extrait de parfum ini justru bagian Morris yang paling ramai dibicarakan sepanjang Agustus sampai Oktober, dengan empat varian yang masing-masing punya karakter jelas dan harga yang masih masuk akal untuk ukuran extrait isi 100 ml.

Botol bertekstur, isi extrait 30 persen

Botol Morris Legacy Edition Blue Elixir berwarna biru bertekstur dengan tutup emas dipegang di atas kain abu-abu

Hal pertama yang bikin lini ini terasa naik kelas adalah botolnya. Permukaannya bertekstur seperti batu retak atau kulit buaya, lengkap dengan tutup dan label emas, jadi sama sekali tidak terlihat seperti parfum minimarket biasa. Isinya 100 ml dengan konsentrasi minyak wangi sekitar 30 persen, dan sprayer-nya menyembur rapi sehingga dua sampai tiga semprotan saja sudah cukup untuk leher dan pergelangan.

Soal ketahanan, klaimnya agak berlapis. Halaman penjualan resminya menulis ketahanan 8 sampai 12 jam, sementara konten resmi Morris bahkan menyebut angka hingga 18 jam. Praktik di lapangan lebih membumi: di cuaca panas dan aktivitas outdoor, sebagian pemakai merasa wanginya mulai tipis setelah beberapa jam, sedangkan di ruangan ber-AC aromanya jelas lebih awet dan menempel di baju. Kulit tiap orang beda-beda, jadi anggap angka klaim sebagai skenario terbaik, bukan janji harian.

Harganya justru bagian paling menyenangkan. Di Shopee, Legacy Edition ramai dijual di kisaran Rp59.000 sampai Rp59.500 per botol, sementara listing peluncuran eksklusifnya memasang Rp64.500 dari harga normal Rp84.000, dan toko resmi Morris di Tokopedia pernah membuka promo di Rp62.000. Untuk extrait 100 ml, angka segitu masih sulit dicari tandingannya, dan semua varian bisa dicek lewat listing Morris Legacy Edition di Shopee. Beberapa pembeli juga menyebut stoknya mulai muncul di rak minimarket, tapi paling aman tetap cek toko resmi dulu.

Blue dan Green Elixir, amunisi siang sampai sore

Botol Morris Legacy Edition Green Elixir berwarna hijau teal dipegang di atas meja marmer dengan tanaman dan botol Morris lain di latar belakang

Blue Elixir adalah varian paling aman untuk dibeli tanpa mikir panjang. Pembukaannya citrus dan apel yang cerah, lalu menetap di kayu-kayuan yang rapi, dan DNA-nya sering dibandingkan dengan HMNS Alpha. Ini tipe wangi yang enak dipakai ke mana saja: kuliah, kantor, olahraga sore, sampai nongkrong malam, dan tetap sopan waktu cuaca sedang panas-panasnya.

Green Elixir bermain di wilayah yang lebih manis segar: apel hijau, melon, dan lavender yang bertemu jadi kesan fruit tea dingin, seperti es teh buah yang tidak terlalu manis. Sama seperti Blue, ia nyaman dipakai pagi sampai malam. Catatannya cuma satu: sebagian pemakai merasa proyeksi Green kencang di satu jam pertama lalu menempel dekat kulit, jadi kalau harimu penuh aktivitas outdoor, siapkan semprotan ulang setelah makan siang.

Black dan Bronze Elixir, jatah malam dan acara resmi

Botol Morris Legacy Edition Black Elixir berwarna hitam bertekstur berdiri di kain gelap dikelilingi tangkai lavender dan butir kapulaga

Black Elixir adalah alasan banyak orang jatuh cinta pada lini ini. Kapulaga, lavender, dan vanila menyusun wangi hangat yang manis maskulin, dengan DNA yang sering disandingkan dengan Le Male Le Parfum. Ini parfum untuk malam: acara formal, dinner, atau date, dan justru saat udara dingin karakter vanilanya keluar paling bulat. Dari empat varian, Black yang paling sering dipuji pembeli, jadi wajar kalau stoknya cepat bergerak.

Bronze Elixir berdiri di sebelah Black sebagai opsi malam yang lebih ringan. Bergamot dan apel di pembukaan, bunga orange dan kayu guaiac di tengah, lalu vanila yang lembut di dasar, sehingga keseluruhan aromanya mengingatkan pada Parfums de Marly Althair versi yang lebih mudah dipakai. Ia enak untuk malam hari, dan karena manisnya tidak setebal Black, dipakai siang di ruangan ber-AC masih masuk akal. Satu hal yang perlu diingat: jangan pakai Bronze untuk aktivitas bawah matahari langsung, karena manisnya bisa terasa pengap di kulit yang berkeringat.

Jadi mulai dari elixir yang mana

Kalau budget-mu cuma satu botol, Blue Elixir adalah pintu masuk paling wajar karena terpakai setiap hari dan hampir tidak punya momen salah tempat. Kalau rakmu sudah punya parfum segar dan yang dicari adalah wangi malam, Black Elixir memberi kesan paling mewah di harga segitu, sementara Bronze cocok untuk yang suka vanila tapi ingin versi yang lebih tipis dan modern. Green saya sisakan untuk pecinta wangi fruit tea yang ingin parfum kantor tanpa kesan serius.

Yang perlu diluruskan sejak awal: extrait 30 persen bukan berarti wangi yang meneriaki satu ruangan. Karakter Legacy Edition lebih ke aroma yang menempel rapi di kulit dan baju, jadi semprotkan juga ke baju bagian dalam kalau harimu panjang, dan simpan ekspektasi ketahanan di angka wajar untuk iklim kita. Dengan harga enam puluhan ribu untuk isi 100 ml, keempat elixir ini justru terasa seperti cara paling murah untuk punya parfum siang dan parfum malam sekaligus, tanpa perlu memilih salah satunya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!