Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo
Minat|Penyanyi/Band Pop

Babak Terakhir Tur Stadion Asia: Saat The Weeknd Menjanjikan Penutup yang Besar

Babak terakhir The Weeknd After Hours Til Dawn adalah rangkaian tur stadion Asia berisi 17 konser yang menutup perjalanan empat tahun tur global dengan produksi berskala raksasa, kolaborasi seniman Jepang, dan debut lagu baru yang sengaja dirancang sebagai momen puncak sebelum tur bersejarah ini resmi berakhir. Di sini, The Weeknd tidak sekadar datang untuk mengulang formula kesuksesan; ia datang untuk mengoreksi standar tentang seperti apa sebuah penutup tur seharusnya. Dengan membuka segmen Asia lewat dua konser The Weeknd Tokyo di Belluna Dome pada 19 dan 20 September, ia menjadikan Asia sebagai klimaks narasi, bukan epilog yang asal lewat. Pilihan ini terasa politis sekaligus artistik: setelah empat tahun berkeliling dunia, ia mengakui Asia sebagai panggung di mana fase tur ini layak ditutup dengan skala paling ambisius.

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo

Konser The Weeknd Tokyo: Evangelion, NieR, dan Romansa Pop Gelap

Konser The Weeknd Tokyo bukan sekadar pembuka tur stadion Asia; ia adalah manifesto visual dan budaya pop Jepang yang dipeluk habis-habisan. The Weeknd mengundang Yoko Takahashi untuk membawakan “A Cruel Angel’s Thesis”, lagu pembuka ikonik Neon Genesis Evangelion yang sudah tertanam dalam memori kolektif penonton anime. Lalu, keduanya langsung menggeser suasana dengan debut lagu baru yang dibalut visual karya Yoko Taro, memadukan dunia NieR dan Neon Genesis Evangelion ke dalam estetika kelam The Weeknd. Ini bukan fan service sederhana; ini cara cerdas mengakui bagaimana budaya Jepang pernah membentuk album Kiss Land dan bagaimana pengaruh itu kini kembali dibayar lunas di atas panggung. Ketika katalog hits seperti “Popular”, “One of the Girls”, “Less Than Zero”, “Out of Time” bersama Tomoko Aran, “Kiss Land”, dan “Blinding Lights” mengisi durasi dua jam, nuansa anime dan game tetap menggantung sebagai frame utama konser tersebut.

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo

Kolaborasi Seniman Jepang: Panggung Jadi Galeri Futuristik

Kekuatan tur ini bukan hanya di suara, tetapi di bagaimana panggung diubah menjadi galeri seni futuristik lewat kolaborasi seniman Jepang. Di tengah panggung berdiri patung emas setinggi sekitar 12 meter karya Hajime Sorayama—lebih dari dua kali lipat ukuran patung tur sebelumnya dan diklaim sebagai karya seni pesanan terbesar yang pernah digunakan dalam produksi konser live. Statemen angka ini saja sudah menjelaskan ambisi: The Weeknd ingin tur penutupnya tercatat, bukan dilupakan. Patung itu dikerjakan manual dari busa polistirena oleh pengrajin di Toyama, dilapisi beberapa lapis cat aluminium berkilau tinggi, lengkap dengan laser di mata dan asap di telapak tangan. Di sekelilingnya, karya Tetsuya Nakamura hadir lewat topeng dan armor, sementara Yohji Yamamoto POUR HOMME merancang busana panggung khusus. Panggung After Hours Til Dawn di Asia bergerak seperti pertemuan runway mode, instalasi museum, dan konser pop raksasa dalam satu ruang.

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo

Dari Tokyo ke Jakarta: Tur Stadion Asia sebagai Bab Penutup, Bukan Sekadar Sisa Jadwal

Segmen Asia terasa seperti bab penutup yang digarap serius, bukan sekadar sisa jadwal untuk mengisi kalender tur stadion Asia. Awalnya diumumkan dengan 11 pertunjukan, rangkaian ini berkembang menjadi 17 konser karena antusiasme penggemar—sebuah fakta yang menegaskan bahwa momentum The Weeknd di kawasan ini sedang berada di titik panas. Setelah dua malam di Belluna Dome Tokyo, tur langsung bergeser ke dua konser beruntun di Jakarta International Stadium pada 26 dan 27 September, sebelum melanjutkan ke Singapura, Seoul, Bangkok, Hong Kong, dan Kuala Lumpur. Di Jakarta, rentang tiket mulai dari IDR 950.000 untuk kategori 6A/B hingga IDR 12.700.000 untuk Ultimate VIP, menunjukkan bahwa produksi skala raksasa ini dibingkai sebagai pengalaman premium yang tak diulang lagi. Ini terasa seperti pesan tak resmi: jika ingin merasakan After Hours Til Dawn sebagai pertunjukan live, inilah kesempatan terakhir sebelum bab ini resmi ditutup.

The Weeknd Menutup After Hours Til Dawn dengan Spektakel Asia di Tokyo

Debut Lagu Baru dan Masa Depan The Weeknd: Penutup Tur, Bukan Penutup Karier

Debut lagu baru bersama Yoko Takahashi di Tokyo adalah simbol paling jelas bahwa fase terakhir tur ini bukan tentang nostalgia, melainkan evolusi. Menggandeng ikon anime, kreator game seperti Yoko Taro, dan seniman visual Jepang menunjukkan bahwa The Weeknd melihat dirinya bukan sekadar penyanyi pop, tetapi bagian dari ekosistem budaya lintas medium. Di luar panggung, ia kembali mengarahkan spotlight ke Jepang lewat rencana versi remaster Kiss Land dan pernyataannya: “The Weeknd isn’t going anywhere.” Tur ini mungkin berakhir, tetapi bahasa yang ia pilih tegas: penutup After Hours Til Dawn adalah ujian skala dan imajinasi, bukan tanda berhenti. Kolaborasi seniman Jepang, konser The Weeknd Tokyo yang sarat referensi anime, dan lintasan tur ke Jakarta dan kota-kota lain di Asia menjadikan bab penutup ini terasa seperti prolog untuk fase artistik berikutnya, bukan epilog yang tenang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!