Verdict singkat: baterai monster, layar kece, tapi bukan flagship killer
Tecno Pova 8 5G adalah ponsel budget tahan lama yang menggabungkan baterai 8000 mAh, layar 144Hz, dan fitur Alive Matrix Display untuk menarik pengguna aktif yang butuh daya tahan dua hari dan sedikit gaya futuristik dalam satu perangkat. Di atas kertas, kombinasi baterai raksasa, memori LPDDR5X, serta serangkaian fitur AI modern membuatnya tampak seperti calon flagship killer di kelas menengah. Namun setelah melihat lebih dekat, jelas bahwa Pova 8 5G lebih cocok disebut monster daya tahan dan gaming kasual, bukan pembunuh flagship sejati: panel IPS LCD menggantikan AMOLED, kamera belakang hanya satu lensa utama 50 MP tanpa ultrawide, dan chip Dimensity 7100 secara angka bukan peningkatan dari seri sebelumnya. Dengan harga mulai Rp4.299.000 dan diskon pre-order yang menurunkannya menjadi Rp3.999.000 untuk varian 6/128 GB, value-nya kuat untuk pengguna yang mengutamakan baterai dan gaya, bukan kamera atau layar terbaik.

Desain futuristik dan Alive Matrix Display: gimmick atau game-changer?
Dari sisi desain, Tecno Pova 8 5G tampil berbeda dengan gaya semi-industrial bernuansa papan sirkuit, lengkap dengan garis, titik, dan aksen yang memberi kesan futuristik di bodi belakang. Tema ini diperkuat oleh inspirasi pesawat antariksa dan elemen geometris modern, sehingga ponsel ini terlihat menonjol dibanding ponsel midrange generik. Bintang utamanya adalah Alive Matrix Display, panel dot-matrix kecil yang bisa menampilkan animasi, respon terhadap musik, ikon notifikasi, timer, hingga jam ketika ponsel dibalik, bahkan pengguna bisa membuat pola sendiri. Inilah fitur yang benar-benar membedakan Tecno Pova 8 5G dari kompetitor: bukan sekadar lampu LED hias, melainkan panel interaktif yang dapat dipersonalisasi sesuai identitas pengguna. Dalam penggunaan nyata, Alive Matrix Display lebih ke elemen gaya dan notifikasi ringan ketimbang fitur fungsional besar, tetapi untuk gamer muda atau pengguna yang suka tampil beda, ini adalah nilai jual yang sulit ditemukan di ponsel lain di harga serupa.

Baterai 8000 mAh dan performa: tahan lama gila, tapi chip menurun?
Sektor baterai adalah alasan utama Tecno Pova 8 5G layak dilirik. Kapasitasnya naik dari 6000 mAh ke 8000 mAh, atau meningkat sekitar 33 persen dibanding generasi sebelumnya. Baterai ini sudah mengantongi sertifikasi TÜV SÜD dan diklaim mampu mendukung hingga 60 jam telepon, 29 jam YouTube, serta 14 jam bermain Mobile Legends: Bang Bang. Dengan fast charging 45W, pengisian dari 1 persen ke 50 persen diklaim hanya sekitar 35 menit, dan ada fitur reverse charging 10W sehingga ponsel bisa menjadi power bank darurat. Namun, ada trade-off penting: wireless charging 30W yang ada di Pova 7 tidak lagi hadir. Di dapur pacu, Tecno memilih MediaTek Dimensity 7100 5G dengan fabrikasi 6nm, yang secara angka turun dari Dimensity 7300 Ultimate di Pova 7, termasuk clock Cortex-A78 yang sedikit lebih pelan. Meski begitu, kombinasi Dimensity 7100, memori LPDDR5X, dan optimasi untuk gaming hingga 90 FPS di judul seperti Mobile Legends dan Honor of Kings membuat pengalaman gaming kasual tetap mulus untuk kelas harganya.
| Spesifikasi | Tecno Pova 8 5G |
|---|---|
| Prosesor | MediaTek Dimensity 7100 5G (6nm) |
| RAM & Storage | 6/128 GB, 8/128 GB, 8/256 GB (LPDDR5X + UFS 2.2) |
| Layar | 6,76 inci IPS LCD FHD+, hingga 144Hz |
| Baterai | 8000 mAh, fast charging 45W, reverse charging 10W |
| Kamera belakang | 50 MP utama Sony Lytia 600, 2x in-sensor zoom |
| Kamera depan | 13 MP |
| Ketahanan | IP64 dan MIL-STD-810H |
| Fitur lain | Alive Matrix Display, Dolby Atmos, NFC, fitur AI lengkap |

Layar, kamera, dan fitur AI: kompromi jelas tapi pengalaman tetap menarik
Tecno Pova 8 5G memakai layar 6,76 inci IPS LCD FHD+ dengan refresh rate hingga 144Hz di aplikasi bawaan, sementara aplikasi lain berjalan di 120Hz. Panel ini membawa sertifikasi Eye-Care TÜV Rheinland dan untuk harga promo di bawah Rp4 juta, 144Hz adalah nilai tambah besar bagi gamer dan pengguna yang suka animasi mulus. Komprominya, panel IPS LCD tidak memberi kontras setinggi AMOLED yang banyak tersedia di rentang harga Rp4–5 jutaan, dan bezel bawah masih lebih tebal dari sisi lain. Di sektor kamera, modul belakang tampak sibuk, tetapi hanya satu kamera utama 50 MP Sony Lytia 600 yang benar-benar dipakai, dengan 2x in-sensor zoom untuk hasil zoom lebih baik dari sekadar digital. Tidak hadirnya kamera ultrawide terasa sebagai penghematan yang cukup kentara, terutama ketika banyak pesaing sudah menawarkan konfigurasi lebih lengkap. Di sisi software, HiOS 16 berbasis Android 16 membawa fitur AI seperti AI Writing, AI Eraser, AI Image Extender, penerjemah panggilan, peringkas percakapan, AI YouTube Summary, All-Scenario Noise Cancellation, AI LightMaster 2.0, plus asisten virtual Ella. Ada juga Dolby Atmos, NFC, janji dua kali pembaruan OS, dan bonus cloud storage 256 GB selama tiga tahun, membuat pengalaman harian terasa modern meskipun hardware layar dan kamera tidak paling lengkap di kelasnya.

Harga, value, dan posisi di pasar ponsel budget tahan lama
Tecno Pova 8 5G dirilis dalam tiga varian memori: 6/128 GB, 8/128 GB, dan 8/256 GB dengan harga masing-masing Rp4.299.000, Rp4.999.000, dan Rp5.599.000. Selama periode pre-order, varian 6/128 GB memperoleh potongan Rp300.000 sehingga turun menjadi Rp3.999.000. Ponsel ini hadir dalam empat warna—Arc White, Graphite Black, Echo Green, dan Helios Orange—untuk menyesuaikan selera pengguna. Dengan baterai 8000 mAh yang sanggup memberi hingga 14 jam bermain Mobile Legends dan 29 jam YouTube, Pova 8 5G jelas menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan di atas segalanya. Rating IP64, sertifikasi MIL-STD-810H, serta arsitektur triple-chip dengan G1 Signal Enhancement Chip dan SE1 Wi-Fi Enhancement Chip untuk memperkuat sinyal seluler hingga 100% di area sulit dan Wi-Fi hingga 60% menambah kesan bahwa ini adalah ponsel budget tahan lama yang siap diajak kerja berat sehari penuh. Namun, kompromi pada panel non-AMOLED, ketiadaan ultrawide, dan chipset yang di atas kertas sedikit menurun membuatnya kurang cocok bagi pemburu kamera serbaguna atau mereka yang ingin hardware premium menyeluruh.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if Anda butuh ponsel budget tahan lama dengan baterai 8000 mAh yang sanggup bertahan dua hari dan siap dipakai sebagai power bank darurat.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if Anda mengutamakan layar AMOLED dengan kontras tinggi dan hitam pekat dibanding refresh rate 144Hz pada panel IPS LCD.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if Anda gamer kasual Mobile Legends atau Honor of Kings yang ingin frame rate stabil hingga 90 FPS tanpa menguras dompet.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if Anda sering memotret pemandangan atau foto grup dan sangat membutuhkan kamera ultrawide di ponsel harian.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if Anda suka desain futuristik dengan Alive Matrix Display yang bisa dipersonalisasi untuk menampilkan notifikasi dan animasi unik.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if Anda merasa turunnya chipset dari Dimensity 7300 Ultimate ke Dimensity 7100 adalah deal-breaker dan ingin performa murni terbaik di kelas harga ini.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if Anda tertarik dengan fitur AI seperti AI Writing, AI Eraser, AI YouTube Summary, serta dukungan Dolby Atmos dan NFC untuk penggunaan harian yang modern.






