Susuk: Tradisi, Benda Asing, dan Risiko yang Sering Diremehkan
Susuk adalah praktik memasukkan benda kecil menyerupai jarum ke bawah permukaan kulit dengan tujuan tertentu, misalnya kecantikan, daya tarik, kesehatan, atau keberuntungan, dan meski kerap dianggap bagian dari tradisi, secara medis susuk dipandang sebagai benda asing yang menetap di dalam jaringan tubuh dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko jangka panjang meski awalnya tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Di sejumlah wilayah Asia Tenggara, susuk dikenal luas dan sering diasosiasikan dengan peningkatan pesona pribadi atau perlindungan. Namun dari sudut pandang kesehatan, posisi kita seharusnya tegas: begitu sesuatu ditanam dan dibiarkan menetap di bawah kulit, susuk berhenti menjadi sekadar tradisi dan berubah menjadi isu medis. Literatur medis tentang susuk memang masih terbatas, tetapi laporan yang ada menunjukkan susuk dapat bertahan bertahun-tahun tanpa keluhan, terutama bila terbuat dari logam yang relatif inert. “Sebagian susuk terbuat dari logam yang relatif inert dan dalam banyak kasus dapat bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan.” Ketidakhadiran keluhan itu sering menipu, membuat pemiliknya merasa aman padahal risiko susuk jangka panjang tetap mengintai.
Risiko Susuk Jangka Panjang: Dari Infeksi hingga Nyeri Kronis
Argumen “sudah lama dipasang dan tidak pernah apa-apa” sering dipakai untuk menenangkan diri. Ini keliru. Sejumlah laporan medis mencatat bahwa keberadaan benda asing di dalam tubuh membawa risiko infeksi, nyeri, perpindahan posisi, dan komplikasi lain. Infeksi susuk kulit bisa muncul lambat: awalnya hanya kemerahan, hangat, atau sedikit nyeri, lalu berkembang menjadi bengkak, keluar nanah, atau demam. Karena ukuran susuk kecil dan tertanam, sumber infeksi kadang tidak langsung terlihat.
Selain infeksi, nyeri kronis merupakan komplikasi susuk medis yang sering diremehkan. Rangsangan mekanis dari logam terhadap saraf atau otot bisa memicu rasa nyeri tumpul, tertusuk, atau seperti tersetrum saat bagian tubuh digerakkan. Perlu ditekankan: risiko susuk jangka panjang bukan hanya soal “ketidakcocokan spiritual”, tetapi proses biologis yang jelas—respons tubuh terhadap benda asing. Bahkan bila susuk dibuat dari material inert dan tidak berkarat, jaringan di sekitarnya tetap dapat mengalami iritasi atau peradangan berkepanjangan.
Perpindahan Jarum dan Reaksi Jaringan: Komplikasi yang Sering Tak Disadari
Satu hal yang jarang dibicarakan adalah kemampuan susuk untuk bergeser dari posisi awal. Laporan medis mencatat perpindahan posisi susuk sebagai salah satu komplikasi utama. Pergeseran ini bisa membuat susuk mendekati pembuluh darah, saraf, atau sendi sehingga menimbulkan nyeri tajam, kesemutan, atau gangguan gerak. Karena berada di bawah kulit dan ukurannya kecil, susuk sering tidak tampak atau teraba saat pemeriksaan fisik rutin.
Tubuh juga dapat bereaksi terhadap susuk dengan membentuk jaringan parut atau kapsul di sekitarnya. Reaksi jaringan seperti ini terkadang menimbulkan benjolan keras, rasa tidak nyaman saat ditekan, atau tampilan kulit yang asimetris. Menambah rumit, pemilik susuk kadang lupa titik pemasangan, dan lokasi susuk baru terungkap ketika ia harus menjalani pemeriksaan radiologi untuk keperluan lain. Susuk yang terbuat dari material logam bisa tampak pada X-ray atau pencitraan lain dan sering ditemukan secara tidak sengaja. Fakta bahwa susuk bisa “berkelana” tanpa terasa seharusnya menjadi alarm, bukan pembenaran untuk terus membiarkannya.
Pemeriksaan Susuk ke Dokter: Mengapa Jangan Menunggu Gejala Berat
Karena literatur medis tentang susuk terbatas dan komplikasi banyak dilaporkan dalam bentuk kasus, orang kerap berasumsi bahwa masalah kesehatan terkait susuk jarang terjadi. Padahal, yang jarang mungkin bukan masalahnya, tetapi pencatatannya. Keberadaan susuk di bawah kulit sering baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan, seperti X-ray, untuk alasan lain. Ini artinya banyak susuk yang tidak pernah dinilai secara khusus oleh tenaga kesehatan.
Pemeriksaan susuk ke dokter sebaiknya dipandang sebagai langkah protektif, bukan tindakan darurat saat kondisi sudah berat. Susuk yang terbuat dari logam dapat terlihat pada pemeriksaan radiologi dan kadang ditemukan secara kebetulan saat pasien menjalani X-ray. Informasi ini penting untuk menilai lokasi, jumlah, dan potensi hubungannya dengan keluhan kesehatan tertentu. Mengabaikan fakta bahwa tubuh sedang membawa benda asing hanya karena tidak ada keluhan berarti menormalisasi risiko susuk jangka panjang. Sikap yang lebih masuk akal adalah jujur pada dokter, menyebut riwayat susuk, dan membuka ruang diskusi tentang opsi pemantauan atau pelepasan bila dinilai perlu.
Kapan Sebaiknya Susuk Dilepas dan Bagaimana Menyikapinya
Keputusan melepas susuk adalah keputusan kesehatan, bukan sekadar pilihan spiritual. Laporan medis sudah jelas: susuk diakui sebagai benda asing di dalam tubuh dengan risiko infeksi, nyeri, dan perpindahan posisi. Bahaya utama bukan pada hari pemasangan, melainkan akumulasi risiko susuk jangka panjang. Bila susuk menimbulkan nyeri berulang, perubahan pada kulit di sekitarnya, gangguan gerak, atau tiba-tiba tampak pada pencitraan di lokasi yang dekat struktur penting, mempertahankan susuk berarti menerima risiko yang tidak perlu.
Pandangan yang lebih sehat adalah ini: tradisi boleh dihormati, tetapi tubuh Anda bukan tempat penyimpanan permanen untuk benda asing. Komplikasi susuk medis memang tidak menimpa semua orang, namun begitu terjadi, penanganannya bisa kompleks dan menegangkan. Mengajak dokter terlibat sejak awal—dengan keterbukaan soal riwayat susuk—membantu menilai apakah susuk masih aman dibiarkan atau sebaiknya dilepas oleh tenaga medis yang kompeten. Pada akhirnya, tidak merasakan apa-apa bukan alasan untuk menutup mata; tubuh yang Anda pakai sepanjang hidup berhak mendapatkan prioritas di atas mitos apa pun.






