Buka Salon dari Nol: Bukan Soal Modal, Melainkan Pondasi
Membangun salon atau barbershop dari nol adalah proses merancang bisnis layanan kecantikan yang berkelanjutan, dimulai dari riset pasar, penentuan konsep, penyusunan standar operasional, legalitas, hingga pelatihan tim, agar pengalaman pelanggan konsisten dan bisa diandalkan di tengah perubahan tren kecantikan yang terus berkembang. Dalam percakapan dengan para pendiri, satu benang merah muncul: jika fokus hanya pada interior dan peralatan, bisnis akan rapuh. Founder Starsbox Indonesia, Rizky Kurniadi, menegaskan bahwa pondasi bisnis jauh lebih penting daripada sekadar tampilan outlet. Sementara perjalanan Diney Agustin dengan Diney’s Salon Studio Brow menunjukkan bahwa memulai dari fasilitas terbatas tetap masuk akal selama pemilik siap belajar dan memperbaiki kualitas layanan dari hari ke hari. Pendapat keduanya tajam: buka salon dari nol adalah keputusan strategis, bukan eksperimen iseng.

Riset Pasar Kecantikan dan Menemukan Klien yang Tepat
Riset pasar kecantikan adalah tahap yang sering diremehkan, padahal di sinilah arah bisnis ditentukan. Rizky menilai riset pasar merupakan tahapan yang tidak boleh diabaikan sebelum membuka usaha; riset dilakukan dengan mengamati kebiasaan masyarakat di sekitar lokasi, jumlah kompetitor, harga, segmen pelanggan, dan tren layanan yang diminati. Ini bukan teori kosong, melainkan prasyarat untuk menentukan strategi bisnis salon yang masuk akal. Tanpa memahami siapa yang akan dilayani—pelajar, eksekutif, keluarga, atau segmen premium—konsep outlet mudah tersesat. Starsbox sendiri memulai sebagai barbershop premium yang kemudian tumbuh menjadi ekosistem grooming dan lifestyle pria dengan training center, produk, dan program kemitraan. Di sisi lain, Diney membaca perkembangan dunia kecantikan sebagai sinyal bahwa layanan harus terus diperbarui lewat pelatihan, sehingga apa yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan klien hari ini, bukan tren kemarin.
SOP, Legalitas, dan Operasional Barbershop yang Tahan Lama
Kalau salon atau barbershop hanya berjalan ketika owner hadir, itu tanda sistem belum terbentuk. Komentar Rizky ini tajam sekaligus mengganggu, karena banyak pelaku usaha bergantung pada kontrol pribadi dan melupakan standar operasional prosedur (SOP). Di Starsbox, SOP mencakup cara menyambut pelanggan, konsultasi gaya rambut, kebersihan alat, kualitas pelayanan, hingga pencatatan penjualan harian. Inilah inti operasional barbershop modern: layanan yang bisa direplikasi oleh tim, bukan bergantung pada satu orang berbakat. Lebih jauh, Rizky menekankan pentingnya legalitas usaha, dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi yang mengukuhkan barbershop sebagai badan usaha yang sah. Sikap ini menunjukkan bahwa industri kecantikan yang tumbuh pesat tidak bisa dikelola secara informal lagi; tanpa legalitas dan sistem, bisnis mudah besar di permukaan, tetapi rapuh ketika berhadapan dengan regulasi atau ekspansi.
Pelatihan Barber Profesional dan SDM Salon: Wajah Merek
Tidak ada strategi bisnis salon yang berhasil bila manusia di balik layanan diabaikan. Rizky menyebut barber sebagai wajah utama sebuah merek dan menempatkan pelatihan berkelanjutan sebagai investasi penting agar kualitas potongan dan pelayanan tetap konsisten. Ini selaras dengan pendekatan Diney, yang mempekerjakan karyawan tanpa pengalaman lalu melatihnya dari teknik dasar kecantikan, penggunaan peralatan, hingga pelayanan profesional kepada pelanggan. Di sini pelatihan barber profesional dan tenaga salon bukan formalitas; mereka adalah mesin utama pembentuk pengalaman pelanggan. Menariknya, kedua pendiri melihat kepercayaan dan kenyamanan sebagai nilai yang dijual, bukan sekadar jasa potong atau sulam. Pelatihan yang terarah membuat staf mampu membangun relasi, menjelaskan layanan, dan menangani kebutuhan unik tiap klien—hal yang menentukan apakah pelanggan kembali dan merekomendasikan layanan ke orang lain.
Tren Pertumbuhan dan Masa Depan Bisnis Salon-Barbershop
Industri barbershop dan salon sedang naik kelas: meningkatnya kesadaran pria terhadap perawatan diri membuat barbershop berkembang pesat dan menjadi bagian gaya hidup modern. Di sisi lain, dunia kecantikan secara keseluruhan terus mengalami perkembangan, memaksa pelaku usaha untuk terus belajar agar layanan tetap relevan. Starsbox, yang memulai sebagai barbershop premium pada 2015 dan berkembang menjadi ekosistem grooming lengkap, menunjukkan bahwa usaha bisa berkelanjutan jika pasar dipahami, modal dihitung realistis, sistem operasional dibangun, dan tim mampu memberi layanan terbaik secara konsisten. Diney berharap usahanya tumbuh dengan fasilitas lebih lengkap dan tenaga kerja lebih banyak, serta dikenal bukan hanya karena mengikuti tren, tetapi karena kualitas layanan dan profesionalisme. Kesimpulannya tegas: masa depan salon dan barbershop tidak ditentukan oleh dekorasi, tetapi oleh riset, sistem, legalitas, dan komitmen untuk terus bertumbuh bersama pelanggan.





