Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sunscreen Saja Tidak Cukup: Lindungi Kulit Saat Abu Vulkanik

Sunscreen Saja Tidak Cukup: Lindungi Kulit Saat Abu Vulkanik
Minat|Tabir Surya

Memahami Risiko Abu Vulkanik pada Kulit

Perlindungan kulit dari abu vulkanik adalah serangkaian tindakan untuk mengurangi iritasi dan kerusakan kulit dengan menggabungkan sunscreen, pakaian tertutup, pengurangan aktivitas luar ruang, serta pembersihan kulit yang lembut sebelum dan sesudah paparan abu. Upaya ini bertujuan menjaga kulit tetap terlindungi dari radiasi ultraviolet dan gesekan partikel abu, sekaligus meminimalkan risiko gangguan mata dan saluran pernapasan. Abu vulkanik tidak hanya mengotori lingkungan; paparan berulang dapat membuat kulit perih, merah, hingga menimbulkan lepuh, dan bisa memicu keluhan pernapasan bila terhirup, sehingga perlindungan berlapis menjadi penting bagi semua orang yang berada di area terdampak.

Kalau kamu tinggal atau beraktivitas di wilayah yang sedang terkena hujan abu, mengandalkan sunscreen abu vulkanik saja tidak cukup. Dermatolog menegaskan bahwa tabir surya tetap diperlukan karena awan dan abu di atmosfer tidak menghilangkan radiasi UV sepenuhnya. Namun, partikel abu dapat mengiritasi kulit dan saluran pernapasan, sehingga pendekatan perlindungan kulit abu harus lebih menyeluruh, termasuk pakaian tertutup dan pembatasan aktivitas luar ruang.

Menurut dr. Arini Astasari Widodo, pakaian tertutup menjadi perlindungan penting selama abu vulkanik masih menyebar karena membantu meminimalkan permukaan kulit yang terbuka. Kutipan ini cukup menjelaskan bahwa perlindungan fisik tidak boleh dikalahkan oleh kepercayaan berlebihan pada produk perawatan kulit saja.

Sunscreen Saja Tidak Cukup: Lindungi Kulit Saat Abu Vulkanik

Lapisan Pertama: Pakaian dan Aksesori Lindungi Kulit

Bayangkan kamu harus menyapu halaman yang dipenuhi abu: kaus pendek dan sandal membuat kulit langsung terpapar, sedangkan baju lengan panjang dan celana panjang memberi ‘perisai’ pertama. Dokter spesialis kulit menyarankan memakai pakaian yang meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup. Rekomendasi ini sejalan dengan panduan lembaga geologi yang menganjurkan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan abu pada kulit.

Selain pakaian, aksesori juga penting dalam perlindungan kulit abu: topi untuk menutup kepala, sarung tangan saat membersihkan area penuh abu, serta masker dengan filtrasi baik dan pelindung mata bila harus berada di luar saat abu masih beterbangan. Dalam situasi hujan abu yang cukup tebal, pakaian tertutup, topi, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan justru menjadi proteksi yang lebih penting dibanding terus menambah lapisan sunscreen. Dengan kata lain, anggap sunscreen sebagai pelengkap, bukan tameng utama.

Jika setelah paparan abu muncul kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar kuat, luka atau lepuh yang tidak membaik setelah dibersihkan, kamu perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ingat juga bahwa abu dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, jadi jangan abaikan masker dan pelindung mata saat kamu berusaha menjaga kesehatan kulit.

Sunscreen Saja Tidak Cukup: Lindungi Kulit Saat Abu Vulkanik

Lapisan Kedua: Cara Menggunakan Sunscreen dengan Benar

Sunscreen tetap punya peran penting, terutama untuk melindungi dari sinar UV yang masih menembus meski langit tampak gelap oleh awan dan abu. Dermatolog menyarankan penggunaan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 untuk perlindungan sehari-hari, dengan tekstur yang nyaman dan tidak terlalu lengket. Produk yang terasa lengket akan lebih mudah ‘menangkap’ partikel abu, membuat kulit tidak nyaman dan berpotensi iritasi.

Kunci penting adalah urutan pemakaian dan kondisi kulit. Sunscreen abu vulkanik sebaiknya diaplikasikan pada kulit yang bersih dan kering sebelum kamu keluar rumah, lalu beri waktu agar produk membentuk lapisan yang baik. Dalam kondisi udara yang dipenuhi abu, tabir surya dengan perlindungan anti polusi dan formula yang dirancang menghalau partikel debu bisa menjadi pilihan tambahan, asalkan tetap digunakan di atas kulit yang bersih. Namun, saat hujan abu cukup berat, mengurangi paparan langsung dan mengandalkan perlindungan fisik seperti pakaian tertutup serta topi menjadi semakin penting dibanding menumpuk lapisan sunscreen.

Anggota perhimpunan dokter spesialis kulit menegaskan bahwa keberadaan awan maupun abu di atmosfer tidak membuat radiasi UV hilang, sehingga tabir surya tetap diperlukan meski langit gelap. Namun ia juga mengingatkan, saat hujan abu tebal, fokus perlindungan harus bergeser ke pakaian tertutup dan pengurangan aktivitas luar, bukan sekadar menambah produk di permukaan kulit.

Step-by-Step: Reapply Sunscreen yang Benar Saat Kulit Terpapar Abu

Bagian paling sering terlewat adalah cara reapply sunscreen benar ketika kulit sudah tertutup abu. Di sinilah banyak orang melakukan kesalahan yang berujung kulit perih dan gatal. Intinya: jangan mengoleskan ulang sunscreen langsung di atas kulit yang berdebu abu, karena gerakan menggosok akan membuat partikel abu bergesekan dengan kulit dan meningkatkan risiko iritasi.

  1. Masuk ke area terlindung (dalam rumah atau ruangan), jauh dari hembusan abu, sebelum menyentuh wajah atau kulit.
  2. Bersihkan kulit yang terpapar abu dengan cara membilas atau mengusap lembut menggunakan air bersih dan kain lembut, tanpa menggosok keras.
  3. Keringkan kulit dengan menepuk perlahan menggunakan handuk bersih sampai tidak ada air berlebih, hindari menggesek agar partikel yang tersisa tidak melukai kulit.
  4. Setelah kulit benar-benar kering dan terasa bebas abu, aplikasikan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 secara merata tanpa menggosok berlebihan, cukup ratakan di permukaan kulit.
  5. Ulangi langkah pembersihan dan pengaplikasian ini setiap kali perlu reapply, terutama setelah berkeringat banyak atau setelah kulit terasa kembali tertutup abu.

Dermatolog mengingatkan, “Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit”. Kalau kamu langsung mengoles tanpa membersihkan, partikel abu yang sangat halus akan berperan seperti amplas mikro, mengiritasi lapisan luar kulit. Di sisi lain, jika kamu terlalu sering membersihkan dengan cara menggosok keras, kulit juga bisa rusak. Jadi pembersihan harus lembut, tapi rutin, sebelum setiap reapply.

Kapan Harus Menghindari Keluar Rumah dan Kapan Harus ke Dokter?

Ada satu hal yang sering dilupakan: momen di mana kamu sebaiknya berhenti memikirkan teknik reapply dan fokus pada mengurangi paparan. Dermatolog merekomendasikan untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika hujan abu cukup berat. Dalam kondisi seperti itu, perlindungan kulit abu paling efektif adalah kombinasi tetap di dalam ruangan, memakai pakaian tertutup lengkap bila harus keluar, masker dengan filtrasi baik, pelindung mata, dan topi. Sunscreen tetap dipakai, tapi posisinya sebagai pelindung tambahan.

Waspadai tanda bahaya pada kulit setelah paparan. Jika kamu mengalami kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar kuat, luka atau lepuh, atau keluhan yang tidak membaik setelah dibersihkan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Ingat bahwa abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga penting mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah untuk keselamatan menyeluruh.

Intinya, perlindungan berlapis itu sepadan: sunscreen yang dipakai dengan teknik tepat, pakaian lindungi kulit yang tertutup, masker dan pelindung mata, serta disiplin mengurangi aktivitas luar saat abu pekat. Dengan kombinasi ini, kamu tidak hanya menjaga penampilan kulit, tetapi juga kesehatan jangka panjang. Yang perlu selalu diingat adalah tidak berlebihan menaruh harapan pada satu produk; keseimbangan antara perlindungan fisik, produk,

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!