Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Olimpiade Ekonomi hingga Riset Sejarah, Siswa Menunjukkan Dua Wajah Prestasi

Dari Olimpiade Ekonomi hingga Riset Sejarah, Siswa Menunjukkan Dua Wajah Prestasi
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Prestasi punya lebih dari satu jalur

Prestasi siswa dalam kompetisi akademik dan penelitian lahir dari proses berbeda: olimpiade menguji penguasaan konsep serta ketepatan menjawab, sedangkan riset menuntut kerja kolaboratif untuk menyusun dan menuntaskan penyelidikan. Dua kisah dari OSN dan OPSI 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat memahami materi, tetapi juga oleh kesanggupan bertahan dalam proses.

Amaia Ardhanareswari S., siswi SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah, sempat bimbang memilih Matematika atau Ekonomi. Ia akhirnya mencoba Ekonomi dan meraih medali perunggu OSN 2026 bidang tersebut. Sementara itu, Sanda Agustiani dan Syarifah Dinar Rahma dari SMAN 1 Tuban meraih medali perak OPSI 2026 melalui riset sejarah tentang Tuban pada era Majapahit. Capaian mereka memperlihatkan bahwa jalan menuju penghargaan bisa berbeda, tetapi sama-sama menuntut keseriusan.

Olimpiade menguji ketajaman dan ketahanan

Perjalanan Amaia menuju babak nasional dimulai dari seleksi sekolah dan berlanjut melalui tahapan berjenjang hingga ia terpilih mewakili DKI Jakarta. Persiapannya berlangsung berbulan-bulan, dengan pembinaan intensif dan latihan soal Ekonomi yang makin menantang. Pada September 2026, ia berangkat ke Malang untuk mengikuti babak final bersama kontingen DKI Jakarta.

Olimpiade akademik bukan sekadar adu hafalan. Peserta perlu memahami konsep dan persoalan, bekerja teliti di bawah tekanan, menjaga fokus, serta membagi waktu antara tugas sekolah dan latihan. Amaia berpegang pada prinsip “Just Keep Trying” selama persiapan. Medali perunggunya menegaskan bahwa kebimbangan saat memilih bidang tidak harus menjadi penghalang: keberanian mencoba, disusul belajar teratur dan dukungan sekolah, dapat mengubah keraguan menjadi pencapaian.

Riset menuntut kerja tim di tengah tenggat

Jalur penelitian memperlihatkan tekanan yang berbeda. Sanda dan Dinar baru dipertemukan sebagai satu tim tiga minggu sebelum batas pengumpulan proposal OPSI. Dalam waktu sesingkat itu, mereka harus menyelesaikan draf penelitian dari bab pertama hingga ketiga, sambil tetap memenuhi kewajiban sekolah. Mereka juga mendapat tambahan pekerjaan menyusun satu bab baru, yakni RAB.

Kisah ini membuat medali perak OPSI terasa sebagai hasil dari ketahanan sekaligus pembagian kerja. Berbeda dengan olimpiade yang menempatkan peserta pada soal dan penguasaan materi, kompetisi penelitian meminta siswa merumuskan gagasan, menyusun proposal secara runtut, berkoordinasi, dan menepati tenggat. Persiapan tiga minggu itu tentu bukan pola ideal untuk setiap riset, tetapi memperlihatkan bagaimana komitmen dan kerja sama dapat membantu tim menyelesaikan target di tengah keterbatasan waktu.

Ukuran keberhasilan adalah proses yang dijalani

Kedua capaian ini layak dibaca sebagai pengingat bahwa sekolah perlu membuka ruang bagi beragam kekuatan siswa. Ada yang berkembang lewat latihan soal terstruktur dan pembinaan panjang; ada pula yang menemukan potensinya saat menyusun penelitian bersama rekan. Menilai prestasi hanya dari satu jenis kompetisi akan mengabaikan keterampilan penting seperti ketekunan, pengelolaan waktu, rasa ingin tahu, dan kolaborasi.

Bagi pelajar, pelajaran paling berguna bukan bahwa setiap orang harus mengejar medali, melainkan bahwa keraguan atau tenggat ketat tidak otomatis menutup peluang. Amaia memilih mencoba bidang yang sempat diragukannya, sementara Sanda dan Dinar menyelesaikan proposal dengan waktu persiapan terbatas. Pada akhirnya, olimpiade dan riset sama-sama menuntut disiplin, tetapi dengan cara yang berbeda. Dukungan yang memberi siswa kesempatan berlatih dan meneliti akan membuat lebih banyak bentuk prestasi dapat tumbuh.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!