Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Telkom Dorong Kedaulatan Digital Kampus lewat Kolaborasi Pentahelix

Telkom Dorong Kedaulatan Digital Kampus lewat Kolaborasi Pentahelix
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Kedaulatan Digital Perguruan Tinggi: Dari Slogan ke Agenda Strategis

Kedaulatan digital perguruan tinggi adalah kemampuan kampus mengelola data, infrastruktur, dan keamanan siber universitas secara mandiri dan terintegrasi, sehingga tidak bergantung pada solusi dan platform yang tidak selaras dengan kebutuhan akademik, riset, serta regulasi lokal, sekaligus mampu merespons ancaman teknologi baru secara terukur dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, langkah PT Telkom memposisikan ekosistem digital kampus sebagai prioritas bukan sekadar proyek komersial, melainkan bagian dari strategi lebih luas menata infrastruktur digital nasional dan tata kelola IT pendidikan tinggi. Telkom menyatakan komitmen memperkuat kolaborasi pentahelix dengan perguruan tinggi untuk membangun ekosistem digital yang berdaulat, aman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti AI dan komputasi kuantum. Sikap ini patut dibaca sebagai sinyal bahwa kampus akan menjadi arena utama pertarungan kedaulatan data dan keamanan siber di masa depan.

Forum CIO dan Model Data Nasional: Menyusun Ulang Fondasi Tata Kelola IT

Indonesia Higher Education CIO Forum bertajuk “Empowering PDDikti through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence” menjadi panggung Telkom menegaskan urgensi transformasi digital pendidikan tinggi. Diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi bersama jaringan riset dan pendidikan IDREN, forum ini berfokus pada tata kelola teknologi informasi, konektivitas, ketahanan siber, dan pemanfaatan AI secara aman. Di sini muncul gagasan penting: satu model data nasional sebagai tulang punggung pelaporan PDDikti dan manajemen data kampus. Dengan IDREN sebagai landasan bersama, penerapan model data nasional serta penguatan SOC dan CSIRT disebut dapat menutup kesenjangan kesiapan digital antarkampus secara kolektif dan lebih efisien. Pernyataan Seno Soemadji bahwa “tidak ada satu institusi pun yang mampu membangunnya sendirian” menggambarkan realitas pahit: fragmentasi sistem dan pelaporan di perguruan tinggi tak lagi bisa ditoleransi jika kampus ingin mempertahankan kredibilitas akreditasi dan reputasi riset.

Keamanan Siber Universitas dan Ancaman Era Kuantum

Telkom menempatkan keamanan siber universitas sebagai isu utama, bukan lampiran teknis di belakang meja CIO. Forum CIO menyoroti ancaman “harvest now, decrypt later”, praktik mengumpulkan data terenkripsi hari ini untuk dibongkar ketika komputer kuantum tersedia. Bagi kampus, implikasinya langsung menyasar identitas mahasiswa, kekayaan intelektual riset, dan data pendidikan nasional. Menariknya, Telkom mendorong pendekatan yang pragmatis: bukan berlomba membangun laboratorium kuantum, tetapi menginventarisasi kriptografi yang dipakai dan menyusun rencana migrasi Post-Quantum Cryptography (PQC) yang ditargetkan selesai sebelum 2030. Bersamaan dengan itu, Telkom menyiapkan arsitektur jaringan quantum-safe yang memadukan PQC, Quantum Key Distribution (QKD), dan Zero-Trust Architecture dari lapisan akses hingga pusat data. Jika kampus menganggap ini sekadar urusan “tim IT”, mereka sedang mengabaikan fondasi kepercayaan publik terhadap sistem akademik dan riset yang berbasis data.

Infrastruktur Digital Nasional dan Peran Telkom di Ekosistem Kampus

Kedaulatan digital perguruan tinggi tidak mungkin lahir di atas infrastruktur tambal sulam. Telkom memosisikan diri sebagai tulang punggung konektivitas dan infrastruktur digital nasional. Melalui InfraNexia, Telkom menyediakan sekitar 112.000 kilometer jaringan serat optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Infrastruktur ini diperkuat dengan pusat data dan komputasi awan yang siap mendukung AI melalui NeutraDC, platform LLM dan AI nasional, serta SOC nasional. Di level kampus, Telkom tidak berhenti pada urusan kabel dan data center: ada orkestrasi inovasi melalui joint lab, testbed, hingga jalur komersialisasi hasil riset ke pasar. Ini menempatkan universitas bukan hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi produsen pengetahuan dan solusi yang dapat diserap industri. Namun, peran ini baru akan berdampak jika kampus berani merombak arsitektur IT lama yang terkotak-kotak dan membuka diri pada integrasi ekosistem.

Kolaborasi Pentahelix Pendidikan: Jalan Menuju Ekosistem Berkelanjutan

Inti gerakan ini adalah kolaborasi pentahelix pendidikan: pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan media bergerak bersama, bukan saling tunggu. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung agenda nasional Asta Cita dan RPJMN 2025–2029 menuju visi jangka panjang Indonesia Emas 2045. Tiga fondasi yang ditekankan—tata kelola, tulang punggung digital, dan talenta digital—sebenarnya menawarkan kompas bagi kampus: rapikan prosedur dan standar, bangun infrastruktur yang tahan gangguan, lalu investasikan waktu membentuk talenta yang menguasai AI, keamanan siber, dan manajemen data. Tanpa ketiganya, kedaulatan digital hanya retorika. Telkom memilih berdiri di tengah ekosistem sebagai penghubung teknologi dan inovasi, tetapi ujung keberhasilan tetap berada di tangan universitas. Jika kampus memanfaatkan momentum ini untuk menata ulang strategi IT dan riset, kolaborasi pentahelix dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan lokal pendidikan tinggi, bukan sekadar proyek jangka pendek.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!