Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kompetisi Menyanyi Militer Kodam VI: Teruslah Melangkah untuk Merah Putih

Kompetisi Menyanyi Militer Kodam VI: Teruslah Melangkah untuk Merah Putih
Minat|Menyanyi

Ketika Lapangan Parade Menjadi Panggung Seni

Kompetisi menyanyi militer bertajuk “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” adalah ajang bernyanyi yang digelar komando daerah militer sebagai bagian perayaan kemerdekaan, mengundang peserta lintas usia untuk menyalurkan bakat vokal sekaligus menyalakan kembali semangat kebangsaan melalui musik dan penampilan panggung yang tertib. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, Kodam VI/Mulawarman menggelar berbagai perlombaan sebagai rangkaian perayaan kemerdekaan, dan singing competition ini menjadi salah satu magnet utama perhatian publik. Di bawah kepemimpinan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, acara ini dirancang bukan sekadar hiburan, tetapi pernyataan sikap bahwa militer tidak berdiri jauh dari dunia seni dan budaya. Perayaan kemerdekaan di sini terasa dekat, emosional, dan hidup, karena nilai kedisiplinan dipadu dengan kebebasan berekspresi di atas panggung.

Kompetisi Menyanyi Militer Kodam VI: Teruslah Melangkah untuk Merah Putih

HUT RI ke-81: Nasionalisme yang Dinyanyikan, Bukan Hanya Dikumandangkan

Memperingati HUT RI ke-81 tanpa sekadar upacara formal adalah pesan yang ingin ditegaskan Kodam VI Mulawarman. Mereka tidak hanya menggelar apel dan defile, tetapi juga serangkaian lomba yang dirancang sebagai perayaan kemerdekaan yang dekat dengan rakyat, salah satunya kompetisi menyanyi militer bertema “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih”. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah dan kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa, sehingga semangat nasionalisme tidak berhenti di pagar markas, tetapi mengalir hingga ke keluarga dan komunitas luas. "Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melangkah untuk memberikan yang terbaik" ujar Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa pengabdian tidak hanya lahir di medan tugas, tetapi juga melalui karya seni dan budaya.

Kompetisi Menyanyi Militer Kodam VI: Teruslah Melangkah untuk Merah Putih

Disiplin Militer, Emosi Musik: Kombinasi yang Menggerakkan

Yang menarik dari kompetisi ini adalah caranya menggabungkan nilai militer dengan ekspresi seni musik. Kodam VI/Mulawarman menjadikannya wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui seni dan budaya. Peserta tidak hanya diminta bernyanyi dengan teknik vokal yang baik, tetapi juga menyampaikan pesan dan emosi dari lagu yang dibawakan, sehingga setiap penampilan menjadi pernyataan rasa cinta pada tanah air. Di tengah kultur militer yang identik dengan perintah dan struktur, kehadiran panggung musik ini menunjukkan wajah lain: lembaga yang mau mendengar suara warganya. Inilah bentuk perayaan kemerdekaan yang lebih jujur: disiplin tetap dijaga, tetapi ekspresi tidak dibungkam; sebaliknya, diarahkan untuk memperkuat identitas kebangsaan.

Peserta Lintas Generasi dan Jejak Kreativitas Pangdam

Kompetisi menyanyi militer ini bukan ruang eksklusif untuk prajurit; peserta datang dari berbagai daerah dan kelompok usia, dari kategori anak-anak hingga remaja dan dewasa, dengan antusiasme yang terlihat dari ragam penampilan di panggung. Mereka tidak sekadar membawakan lagu wajib, tetapi juga dua lagu pilihan karya Mayjen TNI Krido Pramono, “Terus Melangkah” dan “Cinta yang Harus Kumiliki”, yang mengikat tema besar acara dengan jejak kreatif pemimpinnya. Di sini, Pangdam bukan hanya komandan, tetapi juga pencipta lagu yang menawarkan narasi: bahwa melangkah untuk Merah Putih dapat dilakukan dengan suara, lirik, dan melodi. Komposisi ini menjembatani formalitas militer dengan keintiman pengalaman pribadi peserta, membuat pesan patriotisme terasa lebih dekat dan manusiawi.

Penjurian Ketat, Talenta Mengalir, dan Makna yang Tertinggal

Untuk menjaga kualitas, panitia menghadirkan dewan juri dari dunia musik dan hiburan: CongQ Perwira sebagai Ketua Dewan Juri, Tiwi T2, Dodit Mulyanto, serta Shakira Idol. Menurut CongQ, proses penjurian tidak mudah karena banyak peserta dengan kemampuan vokal dan penampilan yang sangat baik. Dodit Mulyanto pun mengakui banyak talenta menarik, beberapa bahkan piawai berimprovisasi dan membawakan lagu dengan penghayatan yang menyentuh para juri. Tiwi T2 memberi perhatian khusus pada kategori anak-anak yang dinilai sudah memahami pembagian bagian lagu dan cara mengelola energi saat bernyanyi. Salah satu momen paling kuat adalah penampilan Arghan Lestaluhu, peserta dengan keterbatasan penglihatan yang tetap menunjukkan kemampuan dan semangat luar biasa; Pangdam pun mengabulkan doa serta keinginannya. Inilah esensi perayaan kemerdekaan: memberi ruang bagi setiap suara, termasuk yang selama ini mungkin terpinggirkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!