Verdik Awal: Kamera Lipat Terbaik, Tapi Bukan untuk Semua Orang
Motorola Razr Fold adalah ponsel lipat berlayar besar yang menonjol karena sistem kamera flagship dan pencapaian skor kamera DXOMARK 164, tertinggi di antara semua smartphone foldable dan flip yang pernah diluncurkan hingga saat ini, dengan fokus kuat pada fotografi dan video kelas profesional. Di atas kertas dan dalam pengujian lapangan, ini adalah ponsel lipat fotografi yang sangat meyakinkan: kualitas foto dan video tidak lagi terasa sebagai kompromi demi desain layar lipat. Tapi dengan harga sekitar Rp 25,5 juta, Razr Fold jelas menyasar pengguna yang memprioritaskan kamera di atas segala hal lain, bukan sekadar ingin menjajal tren foldable. Jika kebutuhan utama Anda adalah kamera flagship foldable kamera yang serius dan fleksibel, Razr Fold layak dipertimbangkan. Namun, bila Anda lebih peduli pada ekosistem, aksesori, atau nilai beli jangka panjang, kompetitor lain masih patut dilirik.

Sistem Kamera Flagship: Tiga Sensor 50 MP dan Dua Kamera Depan
Motorola Razr Fold kamera memang tidak main-main. Di belakang, ada tiga kamera 50 MP: kamera utama dengan sensor Sony LYTIA 828, bukaan f/1.6, autofocus dan OIS; kamera ultrawide 50 MP dengan sudut 122 derajat yang juga bisa berfungsi sebagai kamera makro; serta kamera telefoto periskop 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 600, optical zoom 3x dan digital zoom hingga 100x. Di depan, pengguna mendapat kamera internal 32 MP dan kamera di layar cover 20 MP, lengkap dengan opsi selfie focal point 21mm atau 26mm untuk fleksibilitas gaya foto. Konfigurasi ini jarang ditemui di ponsel lipat lain, terutama penggunaan sensor Sony LYTIA pada kamera utama dan telefoto. Motorola jelas ingin Razr Fold menjadi standar baru ponsel lipat fotografi, bukan sekadar ponsel gaya. Namun, banyak kamera juga berarti antarmuka dan mode yang cukup ramai; butuh waktu untuk benar-benar menguasakan semua opsi.
| Komponen | Spesifikasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Kamera utama | 50 MP, Sony LYTIA 828, f/1.6, OIS | Video hingga 8K 30 fps |
| Kamera ultrawide | 50 MP, 122°, autofocus | Mendukung Macro Vision, jarak 3,5 cm |
| Kamera telefoto | 50 MP, LYTIA 600, OIS | Optical zoom 3x, digital hingga 100x |
| Kamera depan internal | 32 MP | Untuk selfie saat layar utama dibuka |
| Kamera depan cover | 20 MP | Selfie dengan focal 21mm/26mm |

Performa Nyata: Dari Zoom 6x sampai Fotografi Malam di Garut
Pengujian sehari penuh di Garut menunjukkan karakter Motorola Razr Fold sebagai kamera lipat yang nyaris selevel flagship candybar. Telefoto 50 MP dengan Super Zoom Pro menghasilkan foto zoom 6x yang masih terlihat menawan, dengan detail dan ketajaman yang cukup untuk penggunaan media sosial dan dokumentasi pribadi. LYTIA 600 dan OIS membantu menjaga foto tetap stabil meski tangan tidak selalu diam. Di malam hari, kamera Razr Fold juga jago, menghasilkan foto low light dengan noise terkontrol dan detail yang tetap terbaca, bahkan pada lensa ultrawide. Sertifikasi Pantone Validated ikut berperan dalam menghadirkan warna dan warna kulit yang akurat, sehingga foto manusia di kondisi cahaya tricky terasa natural, bukan terlalu diboost atau pucat. Di sini keunggulan DXOMARK skor tertinggi mulai terasa relevan: konsistensi hasil di berbagai situasi lebih penting daripada efek dramatis sesekali.

Video 8K, Dolby Vision, dan Fitur AI: Serius untuk Konten Kreator
Bagi pembuat konten, Motorola Razr Fold menawarkan paket video yang lengkap. Kamera utamanya mampu merekam hingga resolusi 8K pada 30 fps, 4K 60 fps, dan slow motion 4K 120 fps. Dukungan Dolby Vision di kamera utama dan telefoto periskop membuat rekaman video memiliki dynamic range hingga enam kali lebih luas dibanding sistem kamera pada umumnya, dengan detail area terang dan gelap yang lebih terjaga. Fitur AI seperti Zero Shutter Lag, AI-powered Portrait, AI Action Shot, dan AI Photo Enhancement Engine membantu pengguna awam mendapatkan foto dan video yang stabil, tajam, dan punya pencahayaan seimbang tanpa pengaturan manual yang rumit. OIS dengan jangkauan kompensasi hingga 3,5 derajat ikut mengurangi guncangan, sehingga merekam vlog atau perjalanan spontan tanpa tripod terasa lebih aman. Namun, AI yang agresif kadang membuat karakter foto sedikit berbeda dari selera fotografer yang suka look lebih natural; perlu beberapa pengaturan ulang untuk menyesuaikan gaya pribadi.

Di Luar Kamera: Layar Cerah, Performa Tinggi, dan Harga Premium
Meskipun fokus artikel ini adalah kamera, konteks perangkat tetap penting. Motorola Razr Fold hadir dengan layar utama LTPO 2K 8,1 inci, refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 6.200 nit, serta layar cover 6,6 inci 165 Hz dengan resolusi 2.520 x 1.080 dan kecerahan hingga 6.000 nit; keduanya mendukung Dolby Vision dan HDR10+. Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5, RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan 256 GB, plus baterai 6.000 mAh dengan pengisian kabel 80 W dan nirkabel 50 W. Ini membuat Razr Fold bukan sekadar kamera kuat, tapi juga flagship lipat yang sanggup menangani game berat dan multitasking. Namun, semua itu datang dengan harga sekitar Rp 25,5 juta dan hanya dua pilihan warna, Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Untuk pengguna yang menimbang value, beberapa flagship non-lipat menawarkan performa serupa dengan harga lebih rendah, tapi tanpa fleksibilitas bentuk lipat dan sistem kamera lipat seambisius ini.
Kelebihan
- Kamera lipat dengan DXOMARK skor tertinggi 164 untuk semua foldable/flip.
- Kombinasi tiga kamera 50 MP dan dua kamera depan memberi fleksibilitas komposisi foto dan video.
Kekurangan
- Harga sekitar Rp 25,5 juta menempatkannya di segmen sangat premium, tidak ramah semua pengguna.
- Banyak mode kamera dan fitur AI bisa terasa kompleks bagi pengguna yang lebih suka antarmuka sederhana.
Buy if / Skip if
- Buy the Motorola Razr Fold if Anda mencari ponsel lipat fotografi dengan DXOMARK skor tertinggi 164 dan kamera tanpa kompromi.
- Skip the Motorola Razr Fold if Anda lebih mementingkan harga terjangkau dibanding sistem kamera flagship foldable kamera dan layar super cerah.
- Buy the Motorola Razr Fold if Anda adalah konten kreator yang butuh video 8K, Dolby Vision, dan fitur AI untuk mempermudah produksi harian.
- Skip the Motorola Razr Fold if Anda tidak ingin repot mempelajari banyak mode kamera dan fitur AI yang kompleks.
- Buy the Motorola Razr Fold if Anda suka bereksperimen dengan telefoto 3x, zoom hingga 6x yang tetap menawan, serta foto malam yang solid.
- Skip the Motorola Razr Fold if Anda lebih tertarik pada ekosistem luas dan aksesori resmi dari merek foldable lain ketimbang kemampuan kamera tertinggi.




