Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

JETE RUN Ubah Event Lari Menjadi Festival Kota Terintegrasi

JETE RUN Ubah Event Lari Menjadi Festival Kota Terintegrasi
Minat|Lari Jalanan

Dari Fun Run ke Festival Kota: Inti Transformasi JETE RUN Surabaya

JETE RUN Surabaya adalah sebuah event lari massal yang berkembang menjadi festival lari urban terintegrasi, menggabungkan lomba lari, aktivitas wellness, hiburan, dan ruang interaksi komunitas di pusat kota untuk mendorong gaya hidup aktif sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Gelaran tahun ini secara terang menegaskan bahwa masa depan event lari bukan lagi sekadar soal mengejar waktu tempuh, tetapi menjadikan kota sebagai panggung hidup, tempat ribuan orang berolahraga, berbelanja, bersosialisasi, dan merayakan identitas bersama. Pemindahan lintasan ke jantung Surabaya dengan konsep festival yang jauh lebih luas adalah pernyataan sikap: olahraga layak ditempatkan di ruang utama, berdampingan dengan aktivitas ekonomi dan budaya. Ketika garis finish berubah menjadi pintu masuk menuju berbagai aktivitas lain, JETE RUN menunjukkan bahwa event lari bisa menjadi ekosistem, bukan sekadar satu perlombaan.

City Run di Balai Kota: Kota Pahlawan Dijadikan Arena Pengalaman

Keputusan memindahkan JETE RUN Festival dari kawasan pinggiran Citraland ke Balai Kota sebagai titik start dan finish adalah langkah paling radikal sekaligus visioner. Pemilihan venue di pusat kota memberi nuansa city run yang kuat: pelari melintasi jalan-jalan utama dan tempat bersejarah, merasakan lanskap kota modern yang tetap sarat nilai sejarah. Ini bukan sekadar perubahan rute, melainkan reposisi makna event lari. Kota yang biasanya didominasi kendaraan tiba-tiba menjadi ruang milik pejalan kaki dan pelari. Menurut Jhonny Thio Doran, tujuan mereka adalah “menghadirkan nuansa lari dengan konsep lanskap kota modern khas Surabaya yang penuh nilai sejarah.” Bagi sebagian peserta, rute kota menjadi kesempatan mengejar personal best; bagi lainnya, berlari bersama komunitas di tengah pusat Surabaya menjadi pengalaman sosial yang sulit ditukar dengan sekadar fun run di kawasan tertutup.

6.500 Peserta dan Efek Berantai ke Hotel, UMKM, dan Kuliner

Dampak paling terasa dari format festival terintegrasi ini adalah pergerakan ekonomi lokal. Kehadiran sekitar 6.500 peserta dalam gelaran JETE Fest bukan hanya menggaungkan gaya hidup sehat, tapi ikut menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, hingga kuliner. Sekitar 70 persen peserta datang dari Surabaya, sementara 30 persen lainnya dari kota-kota lain seperti Banjarmasin, Medan, Manado, dan Makassar. Artinya, JETE RUN Surabaya telah menjelma menjadi magnet wisata olahraga yang membawa tamu menginap di hotel, makan di restoran, dan berbelanja produk lokal. CEO JETE dan Doran Group, Jhonny Thio Doran, berharap kehadiran ribuan orang ini membuat “hotel-hotel penuh, UMKM ramai, mal penuh, dan kuliner juga ramai.” Di area festival, sajian kuliner dari sponsor dan pelaku UMKM, live music, dan aneka permainan membuat peserta betah tinggal lebih lama, memperbesar perputaran uang dan peluang promosi bagi pelaku usaha kecil.

Rekor MURI: 21 Aktivitas Pendukung dalam Satu Festival Lari Massal

Pencapaian rekor MURI lari menjadi bukti bahwa konsep festival lari urban ini bukan gimmick, melainkan inovasi format. Museum Rekor Dunia Indonesia memberikan penghargaan kepada JETE untuk kategori ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak, setelah mereka berhasil menghadirkan 21 aktivitas pendukung dalam satu rangkaian event lari massal. Di luar nomor lari 5K dan 10K yang diikuti 5.500 peserta, pengunjung bisa menemukan sesi pilates, pound fit, Zumba, enam workshop, aktivitas kreativitas, hiburan, hingga agenda yang melibatkan berbagai komunitas. JETE Fest tahun ini jelas mengusung konsep yang lebih luas daripada sebelumnya, menjadikan olahraga sebagai titik sentral yang dikelilingi wellness dan hiburan. Museum Rekor Dunia Indonesia juga menyerahkan dua penghargaan lain kepada JETE sebagai merek aksesoris gawai dengan jaringan gerai terbanyak dan jaringan layanan purna jual terbanyak, mengaitkan keberhasilan brand di dunia ritel dengan inovasi mereka di ruang publik.

Mengapa Model Festival Lari Urban Layak Diadopsi Kota Lain

Pola yang ditawarkan JETE RUN Surabaya layak dibaca sebagai prototipe baru event lari di kota besar. Ketika penyelenggara berhenti memperlakukan lomba sebagai acara satu dimensi dan menjadikannya festival lari urban terintegrasi, manfaatnya menyebar ke banyak lapisan: pelari, keluarga, komunitas seni, pelaku UMKM, hingga pengelola hotel. Format yang menggabungkan city run, wellness festival, dan hiburan membuat partisipasi lebih inklusif; orang yang tidak ikut nomor lari tetap merasa menjadi bagian dari perayaan. Pada akhirnya, transformasi JETE RUN adalah argumen kuat bahwa event olahraga tahunan mampu mendongkrak sektor ekonomi di Kota Pahlawan, selama dikemas sebagai ekosistem, bukan sekadar lomba. Kota lain yang ingin menghidupkan ruang publik dan menggerakkan ekonomi lokal perlu menimbang pendekatan serupa: menjadikan garis finish sebagai awal pengalaman, bukan akhir acara.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!