Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Glenn Martens Menutup Era Diesel dengan Denim Eksperimental dan Klub Penuh Ilusi

Glenn Martens Menutup Era Diesel dengan Denim Eksperimental dan Klub Penuh Ilusi
Minat|Pertunjukan Busana

Perpisahan Bergaya: Ketika Klub Malam Menjadi Monumen Kreatif Glenn Martens

Koleksi Spring-Summer 2027 Diesel era Glenn Martens adalah pertunjukan perpisahan yang menggabungkan denim eksperimental, aksi performatif, dan atmosfer klub malam intens untuk merangkum sekaligus menutup bab penting dalam evolusi kreatif label tersebut. Inilah bukan sekadar show, melainkan pernyataan politik pribadi: bahwa Glenn Martens Diesel adalah soal kebebasan tubuh, kekacauan terkontrol, dan denim yang tidak mau tunduk pada fungsi semata. Dengan memilih Milan Fashion Week sebagai panggung, Martens menutup masa jabatannya sebagai creative director yang dimulai pada 2020 dan kini mengalihkan fokus penuh ke Maison Margiela. Keputusan ini membuat koleksi Spring-Summer 2027 terasa seperti surat cinta terakhir yang sengaja dibuat gaduh, sensual, dan tak mudah dilupakan—sebuah titik koma, bukan titik akhir, dalam fashion designer legacy-nya.

Runway atau Nightclub? Eksperimen Imersif yang Mengguncang Milan Fashion Week

Alih-alih runway konvensional, Diesel mengubah venue menjadi klub eksklusif dengan suasana tegang, para tamu seakan dilempar ke jantung kehidupan malam. Sebanyak 200 performer dari kolektif seni (LA)HORDE disebar di antara penonton, memulai interaksi yang sensual, mengganggu, hingga provokatif: dari pole dancing hingga gerakan yang menggambarkan ekstase. “Chaos” dan “sensuality” bukan lagi tema di kertas pers, tetapi dialami langsung sebagai pengalaman imersif yang membuat tamu merasa seperti berada di nightclub, bukan fashion show. Puncaknya terjadi saat aransemen baru Love to Love You Baby mengisi ruangan, menyatukan busana, tubuh, musik, dan parfum Only Desire dalam satu narasi hasrat kolektif. Di sini, Martens menegaskan bahwa fashion masa kini tak cukup hanya terlihat; ia harus dirasakan, disentuh, bahkan sedikit mengusik rasa aman.

Glenn Martens Menutup Era Diesel dengan Denim Eksperimental dan Klub Penuh Ilusi

Denim Eksperimental: Dari Trompe l’Oeil hingga Bunga yang Tajam, Bukan Manis

Di tengah keramaian klub, pusat gravitasinya tetap satu: denim eksperimental sebagai bahasa utama Glenn Martens Diesel. Martens melapis denim lalu melaser hingga menyerupai kulit, mengaburkan batas antara material dan mengguncang persepsi kita tentang apa itu jeans. Motif trompe l’oeil menghadirkan ilusi tweed coat, jaket musim dingin, shearling coat, hingga lumberjack shirt yang tampak seolah dicetak di atas kain ringan atau nylon, menertawakan ide pakaian “serius”. Denim hadir dalam rona pudar bergaya vintage, namun dipoles coating glossy sehingga terasa klasik sekaligus sensual dan modern di saat bersamaan. Bahkan motif bunga pun direbut dari narasi romantis: untaian floral denim menghiasi T-shirt dan dress, menjadikan bunga lebih seksi dan edgy ketimbang manis. Di sini, Martens menunjukkan bahwa denim tidak lagi sekadar kategori produk, melainkan medium konseptual.

Siluet Seksi, Ilusi Optik, dan Keberanian Menampilkan Kekacauan

Koleksi Spring-Summer 2027 bekerja seperti ringkasan padat signature Martens: potongan eksperimental, ilusi optik, dan sensualitas yang nyaris agresif. Teknik cutaway menyingkap kulit di polo dress, sweater jacquard, celana berpinggang sangat rendah, hingga gaun jersey yang tampak seakan tinggal benang pengikat terakhir. Jeans dipanjangkan menjadi “pantasocks”, trucker jacket disatukan dengan quarter-zip dan polo shirt, sementara jaket kulit waxed dipaksa kawin dengan blazer dan sweater rajut hingga lahir siluet hibrida yang sengaja “salah”. T-shirt dipelintir dan dijahit ulang menjadi bra top, bandeau, dan sundress, seolah dikenakan terburu-buru usai malam panjang; slip dress dan gaun floral transparan dibiarkan kusut, memeluk tema “give in to chaos”. Menuju akhir show, pakaian menipis sampai hot pants mikro dan gaun denim serta sweatshirt fleece yang dicabik menyerupai guipure lace, membuat tubuh menjadi manifesto pesta itu sendiri.

Glenn Martens Menutup Era Diesel dengan Denim Eksperimental dan Klub Penuh Ilusi

Warisan Glenn Martens: Dari Label Jeans ke Simbol Hedonisme Mode

Detail paling puitis datang saat Ella Snyder melenggang dengan look terakhir, model yang sama yang membuka debut Martens di Diesel—sebuah momen full circle yang mengikat narasi era ini dengan rapi. Selama masa kepemimpinannya, Glenn Martens memperluas citra Diesel dari sekadar spesialis jeans dan T-shirt menjadi lifestyle brand eksperimental yang erat dengan budaya pesta, estetika hedonistik, dan pendekatan fashion yang provokatif. Jejaknya jelas: denim tak berhenti pada fungsi atau tradisi; di tangannya, ia menjadi medium untuk bereksperimen, menjadi seksi, chaotic, dan merayakan individualitas. Ia kini meninggalkan Diesel untuk fokus pada peran creative director di Maison Margiela, tetapi fashion designer legacy yang ditinggalkan akan terus menghantui runway Diesel berikutnya. Pertanyaannya bukan apakah penerusnya akan mengulang formula Martens, tetapi apakah mereka berani menantang warisan itu dengan keberanian yang sama keras kepala.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!