Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pengasuhan Positif: Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Dewasa

Pengasuhan Positif: Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Dewasa
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pengasuhan aman adalah hak setiap anak

Pengasuhan positif adalah cara merawat dan membimbing anak dengan rasa aman, kasih sayang, komunikasi, serta batasan yang sesuai usia—tanpa kekerasan fisik maupun verbal. Inilah wujud nyata hak anak, bukan pilihan yang boleh diabaikan saat orang dewasa sedang lelah atau marah. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan. Seruan itu kembali menjadi perhatian setelah video dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah lift hotel di Alor Setar, Malaysia, viral di media sosial pada Kamis, 22 Oktober 2026. Rekaman yang beredar memperlihatkan dugaan tindakan fisik terhadap anak; narasi yang beredar menyebut peristiwa bermula ketika dua anak berebut stroller. Dugaan tersebut perlu ditangani secara tepat, tetapi satu hal sudah jelas: berebut barang atau sulit mengikuti arahan tidak membenarkan kekerasan.

Pengasuhan Positif: Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Dewasa

Disiplin bukan alasan untuk menyakiti

Kementerian PPPA mendorong orang tua dan masyarakat menerapkan pola asuh tanpa kekerasan. Dorongan ini penting karena kekerasan kerap dibungkus sebagai disiplin, padahal memukul, membentak, atau mempermalukan anak bukan cara yang layak untuk mengajarkan aturan. Arifah mengingatkan bahwa kelelahan, tekanan, dan situasi pemicu emosi dapat muncul dalam pengasuhan, tetapi tidak menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahan kepada anak. Disiplin anak tetap dapat dilakukan dengan tenang: dengarkan kebutuhan anak, jelaskan batasan sesuai usianya, lalu bantu anak memahami emosi dan menyelesaikan konflik. Cara itu menuntut konsistensi dari orang dewasa, bukan kepatuhan yang dipaksakan melalui rasa takut. Ketika orang tua mengenali tanda-tanda kehilangan kendali dan mengambil jeda sebelum merespons, mereka melindungi anak sekaligus menjaga agar aturan keluarga diajarkan dengan cara yang sehat.

Pengasuhan Positif: Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Dewasa

Perlindungan dimulai dari tindakan sehari-hari

Tanggung jawab melindungi anak tidak berhenti pada orang tua yang sedang menghadapi konflik. Orang dewasa di sekitar anak juga perlu menanggapi dugaan kekerasan dengan serius dan menggunakan jalur bantuan yang tersedia. Di rumah, orang tua dapat menyepakati cara bergantian mengambil alih pengasuhan ketika salah satunya mulai kewalahan. Jika tekanan atau tantangan tumbuh kembang anak membuat emosi sulit dikendalikan, dukungan keluarga atau orang tepercaya dapat membantu; konsultasi dengan tenaga profesional juga bisa membantu memahami kebutuhan anak, mengenali pemicu konflik, dan menentukan strategi pengasuhan yang sesuai. Masyarakat dapat melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau WhatsApp 08111-129-129. Langkah-langkah ini bukan tanda kegagalan mengasuh, melainkan bagian dari upaya memastikan keselamatan anak.

Kasus yang viral itu semestinya menjadi pengingat, bukan bahan untuk menormalisasi hukuman keras atau menghakimi tanpa proses. Anak berhak atas perlindungan, sementara orang dewasa bertanggung jawab memilih disiplin yang tidak melukai. Pengasuhan positif membutuhkan kendali emosi, komunikasi, dukungan, dan keberanian meminta bantuan ketika diperlukan. Kesimpulannya, tidak ada perilaku anak yang membuat kekerasan menjadi cara mendidik yang dapat dibenarkan; pola asuh tanpa kekerasan harus menjadi standar bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!