Dua pencurian, satu pelajaran tentang kelengahan
Curanmor adalah pencurian kendaraan bermotor yang dapat terjadi ketika pemilik meninggalkan kendaraan tanpa pengamanan memadai, bahkan saat hanya pergi sebentar. Dua kasus di Ngawen dan Kecamatan Blora memperlihatkan bagaimana kunci tertinggal atau setang tak terkunci memberi kesempatan bagi pencuri. Tim Resmob Polres Blora mengungkap kedua perkara yang terjadi pada Oktober hingga November 2026 dan mengamankan seorang terduga pelaku di Cepu. Cepatnya motor hilang bukan sekadar soal keberanian pelaku; kelengahan singkat membuat kendaraan rentan. Karena itu, modus pencurian motor dalam dua kejadian ini seharusnya dibaca sebagai peringatan praktis: durasi parkir yang pendek tidak menjamin kendaraan aman.
Kasus pencurian motor Ngawen terjadi pada 17 Oktober di halaman kantor BMA. Korban datang bersama istrinya untuk mengurus keperluan pinjaman, lalu meninggalkan Yamaha NMax hitam tahun 2022 saat masuk ke kantor. Ketika keluar untuk mengambil persyaratan dari bagasi, kunci kontak masih menancap. Sekitar 15 menit kemudian, korban menyadari kunci tertinggal dan mendapati motor sudah hilang. Kerugiannya ditaksir Rp25 juta. Detail ini menunjukkan risiko yang sebenarnya dapat dikurangi dengan satu kebiasaan sederhana: mencabut kunci sebelum menjauh dari kendaraan.
Motor raib saat pemilik membeli air
Kasus kedua berlangsung pada 1 November sekitar pukul 17.00 di depan pertokoan Jalan Raya Blora–Rembang KM 04, Kelurahan Tambaksari. Korban yang pulang dari arah Rembang berhenti untuk membeli air mineral di minimarket. Honda Vario violet silver tahun 2010 diparkir di seberang jalan dengan setang tidak terkunci. Beberapa menit kemudian, motor itu telah hilang; kerugian korban diperkirakan Rp8 juta. Bersama kehilangan di Ngawen, nilai kerugian dari dua kejadian ini ditaksir mencapai Rp33 juta.
Kedua kejadian tidak menunjukkan cara teknis pelaku membobol atau membawa motor, sehingga tidak tepat menyimpulkan teknik yang lebih rumit dari keterangan yang tersedia. Pola yang tampak justru pemanfaatan kesempatan: satu kendaraan ditinggalkan dengan kunci masih terpasang, sedangkan yang lain tidak dikunci setangnya. Motor dapat raib dalam hitungan menit ketika pemilik masuk mengurus keperluan. Peringatan ini bukan berarti korban patut disalahkan, melainkan pengamanan dasar perlu menjadi kebiasaan, termasuk untuk berhenti sebentar.
CCTV mengarahkan pengejaran hingga Cepu
Penyelidikan berawal setelah laporan pencurian di Jalan Raya Blora–Rembang diterima. Polisi menelusuri rekaman CCTV sekitar lokasi, menganalisis petunjuk, lalu berkoordinasi dengan Satreskrim Polsek Cepu. Hasilnya mengarah kepada seorang pria berinisial FH. Tim Resmob Polres Blora bersama petugas Polsek Cepu mengejar terduga pelaku hingga wilayah Kecamatan Cepu dan mengamankannya pada 2 November sekitar pukul 01.00 WIB. Rekaman pengawas menjadi petunjuk penting untuk menghubungkan penyelidikan dengan identifikasi terduga pelaku, sementara koordinasi lintas wilayah membantu pencarian berlanjut di luar titik kejadian.
Dalam pemeriksaan awal, FH disebut mengaku pernah melakukan pencurian di kawasan pertokoan Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Polisi masih mendalami pengakuan itu sebagai bagian dari pengembangan perkara. Sementara itu, barang bukti dari masing-masing lokasi masih dicari dan didalami; motor dari kasus Ngawen disebut telah dijual ke wilayah Semarang. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pengungkapan ini penting, tetapi pemulihan barang dan pembuktian setiap perkara tetap menjadi pekerjaan lanjutan.
Pencegahan tidak boleh menunggu kehilangan
Dua kasus curanmor Blora ini memperlihatkan celah yang umum: merasa aman karena hanya meninggalkan motor sejenak. Padahal, dalam satu kejadian kunci masih menempel, dan dalam kejadian lain setang tidak terkunci. Kebiasaan mencabut kunci, mengunci setang, serta memastikan kendaraan berada di area yang terlihat dapat mengurangi kesempatan pencurian. Seperti diingatkan dalam laporan kasus, memastikan kunci dicabut dan setang terkunci tetap penting meski kendaraan hanya ditinggalkan beberapa menit.
Kesimpulannya, pengungkapan oleh Resmob Polres Blora menunjukkan bahwa CCTV dan koordinasi polisi dapat membantu mengejar terduga pelaku, termasuk hingga Cepu. Namun, penangkapan bukan alasan untuk mengabaikan pencegahan. Modus yang tampak dari dua perkara ini bertumpu pada kesempatan yang tercipta ketika pengamanan dasar terlewat. Bagi pengendara, beberapa detik untuk mencabut kunci dan mengunci setang lebih baik daripada menghadapi kehilangan dan proses pelaporan.






