Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelajar Bawa Game Kesehatan Mental ke Final Kompetisi Seoul

Pelajar Bawa Game Kesehatan Mental ke Final Kompetisi Seoul
Minat|Jepang & Korea

NEMURI: Saat Pelajar Membuktikan Game Bisa Menyentuh Emosi

NEMURI adalah sebuah game kesehatan mental bertipe petualangan psikologis 3D yang dikembangkan oleh empat pelajar SMAN 81 Jakarta dalam Tim Neuva, mengangkat isu insomnia, kesehatan emosional, serta pentingnya mengenali dan menerima emosi diri melalui eksplorasi dunia batin karakter fiksional bernama Kael.

Prestasi utama dari kisah ini sederhana namun kuat: pelajar tidak lagi sekadar menjadi konsumen game, mereka sudah berani berdiri sebagai game developer Indonesia yang berbicara soal kesehatan mental. NEMURI tidak menawarkan pelarian kosong, melainkan mengajak pemain masuk ke pikiran, emosi, ketakutan, dan ingatan Kael untuk merasakan bagaimana insomnia dan beban emosional memengaruhi hidup. Di saat banyak game mengejar sensasi, Tim Neuva memilih topik yang sering diabaikan di ruang kelas maupun keluarga. Itu keputusan kreatif yang berani, sekaligus kritik halus bahwa medium game bisa jauh lebih empatik daripada sekadar hiburan cepat.

Dari 238 Pelajar ke 17 Tim Asia: Beratnya Jalan ke Seoul

NEMURI tidak tiba di kompetisi game Seoul dalam semalam; ada proses panjang yang menyaring ratusan pelajar menjadi segelintir tim terpilih. Perjalanan Tim Neuva dimulai dari program Better Ground High School, ketika 238 pelajar mengikuti tahap awal PLAY pada 18 April dan diperkenalkan pada berbagai pekerjaan serta peluang karier di industri game oleh pengembang KRAFTON. Dari sini, setiap peserta diminta merancang proyek game dan dinilai langsung oleh profesional.

Seleksi berikutnya memangkas jumlah peserta menjadi 10 tim atau 40 pelajar di tahap DAY, di mana mereka harus mengubah ide abstrak menjadi konsep game yang bisa dieksekusi. Tahap UP kemudian mempertemukan mereka dengan lima mentor dari perusahaan game lokal yang membimbing perencanaan proyek, integrasi fitur, pengujian, hingga presentasi akhir. Kutipan paling jujur datang dari anggota tim, Keisha Rima Sofia: “Pengalaman ini mengajarkan kami untuk tidak takut mencoba, serta menyadari bahwa kesempatan bukan hanya sesuatu yang datang, tetapi juga sesuatu yang bisa kita cari untuk terus belajar dan berkembang.” Ini lebih dari lomba; ini sekolah intensif tentang bagaimana berkarya di industri game modern.

Better Ground di Seoul: Panggung Asia untuk Game Bermakna

Better Ground 2026 adalah kompetisi game development yang digelar di PUBG Seongsu, Seoul, dan mempertemukan 17 tim pelajar dari enam negara Asia. Program Better Ground High School sendiri pertama kali diluncurkan pada 2023 oleh JA Korea bersama KRAFTON, lalu diperluas ke negara lain pada 2025 hingga pada 2026 diterapkan di enam negara. Dalam konteks ini, kehadiran Tim Neuva sebagai satu-satunya perwakilan dari negaranya menempatkan NEMURI di tengah diskusi regional tentang game bertema sosial dan kesehatan.

Kompetisi ini tidak berhenti pada pameran permainan; para peserta diminta mempresentasikan konsep, fitur, serta tantangan yang mereka hadapi selama pengembangan, lalu mencoba game buatan tim lain untuk saling bertukar masukan. Ini menjadikan Better Ground 2026 lebih mirip laboratorium ide daripada ajang pamer trofi. Di situ, NEMURI berdiri sejajar dengan karya lain yang juga membawa tema sosial dan kesehatan, menandai bahwa game kesehatan mental bukan fenomena pinggiran, melainkan bagian dari arus utama kreativitas pelajar Asia.

Mengapa NEMURI Penting: Game Kesehatan Mental Sebagai Bahasa Baru

Di dalam NEMURI, pemain mengikuti Kael menjelajahi dunia yang terbentuk dari pikiran dan emosinya, memecahkan teka-teki, dan bekerja sama dengan empat karakter lain untuk menghadapi ketakutan serta ingatan yang mengganggu. Struktur ini menjadikan kondisi emosional karakter bukan sekadar latar belakang, tetapi inti dari gameplay. Pesan yang dibawa Tim Neuva gamblang: mengenali emosi dan menerima diri adalah perjalanan yang kompleks, dan game dapat menjadi medium aman untuk mengeksplorasi proses tersebut.

Di tengah budaya bermain yang sering memuja skor tinggi dan kemenangan cepat, game semacam ini mengajukan pertanyaan: apa gunanya menang jika kita gagal memahami diri sendiri? Dengan mengangkat insomnia dan kesehatan emosional sebagai tema utama, Tim Neuva menolak anggapan bahwa game hanya layak menyentuh topik ringan. Mereka membuktikan bahwa game developer Indonesia muda mampu meramu pengalaman interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak refleksi tentang kesehatan mental, tanpa ceramah dan tanpa menggurui.

Pelajar Sebagai Game Developer: Sinyal Masa Depan Industri Lokal

Kisah Tim Neuva layak dibaca sebagai sinyal, bukan sekadar berita kemenangan. Melalui pendampingan lima mentor dari perusahaan game lokal, mereka belajar membagi peran, menerima masukan, memperbaiki bug, dan menyusun presentasi yang bisa dipahami juri industri. Ini adalah latihan langsung bagaimana ekosistem game modern bekerja: kolaboratif, lintas disiplin, dan terbuka pada kritik.

Sebagai satu-satunya tim dari negaranya di panggung Better Ground 2026, Neuva menunjukkan bahwa talenta game developer Indonesia sudah berani mengangkat tema berat seperti kesehatan mental ke kancah global. Dalam jangka panjang, keberanian seperti ini yang akan membedakan industri game lokal: bukan hanya kemampuan teknis, tetapi kemauan bercerita tentang isu yang dekat dengan kehidupan pemain. NEMURI mungkin “hanya” proyek pelajar, tetapi caranya menggabungkan game kesehatan mental dengan standar kompetisi internasional memberi pesan jelas: masa depan industri game bermakna akan banyak ditulis oleh generasi yang hari ini masih duduk di bangku sekolah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!