Apa Itu Koleksi Adidas Originals by Jennie ‘Functional Grace’?
Adidas Originals by Jennie ‘Functional Grace’ adalah koleksi kolaborasi yang mengangkat inspirasi balet ke dalam busana dan sneaker streetwear, memadukan material lembut, detail elegan, serta identitas klasik adidas dengan perspektif kreatif Jennie sebagai co-designer untuk menciptakan feminitas baru yang anggun namun tetap fungsional. Koleksi Jennie Adidas kolaborasi ini bukan sekadar penempatan wajah bintang K‑pop di kampanye brand; ini adalah pernyataan gaya tentang bagaimana gerak, keanggunan, dan kekuatan bisa hidup bersama dalam satu lemari. Jennie mengambil estetika balet yang identik dengan disiplin dan kelembutan, lalu ‘menarik’nya ke jalanan melalui Adidas Originals Functional Grace yang terasa modern, nyaman, dan dipikirkan untuk dipakai, bukan hanya difoto. Di sini, streetwear tidak lagi keras dan maskulin, melainkan lentur dan ekspresif.

Jennie sebagai Co-Designer: Dari Brand Ambassador ke Arsitek Gaya
Yang membuat koleksi Jennie Adidas kolaborasi ini menarik adalah pergeseran peran Jennie dari sekadar duta merek menjadi co-designer adidas Originals. Setelah beberapa tahun menjadi wajah kampanye, ia kini ikut merancang produk, menggabungkan identitas khas Adidas Originals dengan estetika personal yang sudah terasah lewat berbagai proyek fashion dan kecantikan. Sebelumnya, koleksi Jennie BLACKPINK sudah hadir lewat lini kacamata Jentle Home, Jentle Garden, dan Jentle Salon bersama sebuah label eyewear, serta koleksi Jennie for Calvin Klein yang diisi kaos, sweatpants, gaun rajut, dan pakaian dalam dengan palet warna unik. Dalam kecantikan, ia membentuk karakter lipstik Hera Rouge Classy yang berani dan elegan. Semua jejak kolaborasi ini terasa dalam Functional Grace: sensitif terhadap detail, sadar akan citra feminitas, dan tegas tentang kenyamanan.
Superstar SQ Ballet: Sneaker Ballet Inspired yang Tetap Fungsional
Bintang utama koleksi Adidas Originals Functional Grace adalah SUPERSTAR SQ BALLET, sebuah sneaker ballet inspired yang memadukan siluet klasik adidas Superstar dengan bentuk sepatu pointe balet. Jennie menyebut tujuannya adalah menyatukan kelembutan dan pengendalian diri dalam balet dengan kekuatan yang melandasinya, serta nuansa ruang tanpa batas yang penuh misteri. Secara desain, sepatu kets Adidas Originals by Jennie Superstar SQ Ballet hadir dalam warna hitam-putih klasik dengan tiga garis ikonik Adidas. Detail balet muncul lewat ujung berbentuk kotak, pita di bagian depan, tali elastis di tengah, dan potongan low cut yang feminin. Di sisi fungsi, sneaker ini dipertebal pada bagian belakang untuk melindungi kaki dari lecet, memakai sol tebal, kulit premium serta lapisan kulit domba yang lembut. Menariknya, di satu pasar sepasang sepatu ini dijual Rp2.400.000, menegaskan posisinya sebagai item premium yang masih terasa dapat dicapai.
Busana dan Aksesori: Keanggunan Balet untuk Dipakai Sehari-hari
Koleksi Adidas Originals by Jennie tidak berhenti di sneaker; ia menghidupkan konsep Functional Grace dalam busana dan aksesori yang jelas dirancang untuk dipakai, bukan hanya dikoleksi. Rangkaian busananya mencakup track top dan track pants yang didesain ulang, T-shirt untuk layering, rok wrap, kardigan rajut model wrap, bodysuit tanpa lengan yang tembus pandang, legging transparan, hingga hoodie polar fleece dengan ritsleting setengah. Semua terasa seperti seragam ‘cosmic ballerina’: ringan, luwes, tapi masih punya DNA olahraga yang nyata. Aksesori seperti leg warmer rajut tinggi dan kaus kaki dengan detail cut-out menguatkan narasi balet yang modern. Material lembut dan detail elegan di setiap piece menunjukkan bagaimana Jennie memaknai feminitas masa kini sebagai sesuatu yang halus, tapi tidak rapuh; estetis, tapi tetap fungsional. Ini adalah pakaian gerak, bukan kostum diam.
Mengapa ‘Functional Grace’ Penting bagi Bahasa Streetwear Hari Ini?
Koleksi Jennie Adidas kolaborasi ini terasa penting karena menggeser bahasa streetwear dari sekadar sporty dan oversized menjadi lebih halus, intim, dan koreografis. Dengan menjadikan balet sebagai titik awal inspirasi, namun mengolahnya secara lebih luas dan surealis, Jennie dan Adidas Originals menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu harus ditampilkan lewat garis kasar dan siluet maskulin. Kampanye “Cosmic Ballerina: Kinematics” menegaskan gagasan ini lewat gerak tubuh yang seolah melampaui gravitasi, menggambarkan balet dari perspektif yang bebas. Koleksi Adidas Originals by Jennie FW26 sendiri mulai tersedia secara global pada 1 September 2026, membuka bab baru bagi sneaker ballet inspired dan streetwear feminim yang mengutamakan fungsi. Functional Grace pada akhirnya adalah ajakan: berpakaian dengan keanggunan yang bekerja mengikuti hidup, bukan sebaliknya.






