Dua ponsel kencang dengan prioritas berbeda
HP gaming iQOO adalah ponsel yang menempatkan kinerja bermain sebagai prioritas, tetapi pengalaman gaming juga ditentukan layar, pengelolaan panas, dan daya tahan baterai. iQOO 15 dan iQOO Neo12 sama-sama memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, sehingga pembeda utamanya bukan nama chipset, melainkan perlengkapan di sekelilingnya. iQOO 15 memadukan chip itu dengan layar 2K 144Hz dan baterai 7.000 mAh, sedangkan Neo12 menawarkan panel 2K 185Hz, kipas pendingin aktif, serta baterai 9.000 mAh. Di atas kertas, Neo12 tampak lebih berorientasi pada sesi panjang dan laju tampilan tinggi. Namun, angka yang lebih besar tidak otomatis menjadikannya pilihan terbaik: kebutuhan terhadap pendinginan aktif atau refresh rate ekstrem bergantung pada game dan cara bermain. iQOO 15 juga punya alasan kuat untuk dipertimbangkan, terutama bagi gamer yang menginginkan paket kelas atas tanpa menjadikan spesifikasi paling ekstrem sebagai syarat.
| Aspek | iQOO 15 | iQOO Neo12 |
|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| Layar | 2K, hingga 144Hz | AMOLED 2K, 185Hz |
| Pendinginan | Q3 Super Computing Chip untuk grafis | Kipas aktif, sistem Ice Dome dan chip Q3 |
| Baterai | 7.000 mAh | 9.000 mAh |
| Harga yang tercantum | Mulai Rp9.999.000 | Tidak ada harga dalam rupiah yang disebutkan |

Refresh rate tinggi perlu didukung game
Selisih 144Hz dan 185Hz membuat Neo12 tampak unggul untuk kehalusan gerak, tetapi manfaatnya bergantung pada dukungan game dan kemampuan perangkat mempertahankan performa. iQOO menyebut lebih dari 50 game telah dioptimalkan untuk berjalan hingga 185 fps di Neo12; fitur visual seperti ray tracing, peningkatan resolusi ke 2K, dan interpolasi frame juga didukung chip Q3, tetapi hanya berfungsi pada game yang kompatibel. Angka itu menarik bagi pemain yang mengejar respons visual setinggi mungkin, bukan jaminan bahwa setiap judul akan berjalan pada 185 fps. iQOO 15 pun bukan pilihan lambat: pengujian yang tersedia mencatat Mobile Legends hingga 144 fps, PUBG Mobile 120 fps, dan Genshin Impact 60 fps; interpolasi dapat meningkatkan tampilan sejumlah game hingga 120 fps. Bagi banyak pemain, kestabilan frame dan daftar game yang dimainkan lebih berarti daripada mengejar refresh rate maksimum.
Layar iQOO 15 berukuran 6,85 inci dengan resolusi 3.168 x 1.440 piksel, sedangkan panel AMOLED datar Neo12 berukuran 6,83 inci dan beresolusi 2K. Keduanya menawarkan resolusi tinggi; perbedaan yang paling mudah dibaca dari spesifikasi adalah refresh rate maksimum, bukan ukuran layar. Karena kecerahan dan rincian panel dapat memengaruhi kenyamanan di luar permainan, angka 185Hz sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar memilih. Neo12 cocok untuk gamer yang memang mengejar panel dengan refresh rate tertinggi, sementara iQOO 15 sudah menawarkan 144Hz dan performa game yang terukur.
Kipas dan baterai besar punya nilai saat sesi panjang
Keunggulan Neo12 yang paling khas bukan sekadar baterai 9.000 mAh, melainkan kipas pendingin aktif di dalam bodinya. Sistem Ice Dome memadukan kipas 59 bilah dengan vapor chamber 3D seluas 8.200 mm². Dalam pengujian internal iQOO selama satu jam pada beban di atas 8 watt, suhu maksimum bodi diklaim turun hingga 7,2°C ketika kipas dinyalakan. Ini memberi Neo12 alasan lebih kuat untuk dipilih oleh pemain yang sering menjalankan beban berat dalam waktu lama. Namun, hasil tersebut merupakan klaim pengujian internal, bukan bukti bahwa setiap game atau kondisi pemakaian akan memperoleh penurunan yang sama. Baterai 9.000 mAh juga menyediakan kapasitas lebih besar, tetapi kapasitas terbesar bukan otomatis kebutuhan semua gamer. Jika sesi bermain lebih singkat atau ponsel juga dipakai untuk kebutuhan harian lain, bobot prioritas pendinginan aktif bisa berbeda.
iQOO 15 tetap membawa baterai 7.000 mAh dan menawarkan pengisian kabel 100W, nirkabel hingga 40W, serta bypass charging untuk bermain sambil mengisi daya. Fitur bypass menarik bagi gamer yang sering bermain dekat sumber listrik, karena pengisian daya bisa dipisahkan dari pola penggunaan baterai seperti biasanya. Jadi, perbandingannya bukan sekadar 7.000 melawan 9.000 mAh: Neo12 menonjol pada kapasitas dan pendinginan aktif, sedangkan iQOO 15 punya fleksibilitas pengisian yang jelas. Pilih berdasarkan durasi sesi dan cara mengisi daya, bukan angka baterai terbesar saja.
Nilai paket dan keputusan akhir
Harga iQOO 15 yang tercantum mulai Rp9.999.000 untuk konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB; opsi 16 GB/512 GB disebut seharga Rp13.999.000, sedangkan 16 GB/1 TB dibanderol Rp15.999.000. Materi yang tersedia tidak menyebut harga iQOO Neo12 dalam rupiah, sehingga perbandingan nilai biaya langsung belum bisa dipastikan. Ini penting: kelebihan refresh rate, kipas, dan kapasitas baterai Neo12 belum cukup untuk menyimpulkan bahwa paketnya lebih menarik tanpa harga yang bisa dibandingkan. iQOO 15 juga menawarkan sistem kamera belakang tiga sensor 50 MP, termasuk kamera periskop telefoto dengan zoom optik 3x, sehingga daya tariknya melampaui gaming.
Kesimpulannya, iQOO Neo12 tampak lebih cocok bagi gamer yang mengutamakan pendinginan aktif, kapasitas baterai besar, dan potensi layar 185Hz pada game yang mendukungnya. iQOO 15 lebih seimbang bagi pengguna yang puas dengan 144Hz, menginginkan pengisian kabel dan nirkabel yang cepat, serta menghargai kamera telefoto. Karena keduanya memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, pilihan paling masuk akal ditentukan oleh pola bermain dan fitur yang benar-benar digunakan—bukan asumsi bahwa refresh rate atau baterai terbesar selalu menang.






