Verdict Singkat: Foldable Harian yang Masuk Akal, Asal Tak Ngincar Kamera Terbaik
Samsung Galaxy Z Fold8 adalah ponsel foldable terbaru bergaya buku kecil yang menonjol lewat rasio layar 4:3 di bagian dalam, bobot sangat ringan, dan dimensi ringkas sehingga terasa lebih alami seperti memegang buku saku ketimbang tablet kecil, sekaligus menawarkan pengalaman membaca, menonton, dan multitasking yang lebih nyaman dibanding banyak hape lipat model buku generasi sebelumnya. Dari beberapa jam pemakaian, kesan awal saya cukup jelas: Galaxy Z Fold8 terasa seperti foldable yang akhirnya masuk akal untuk dipakai sebagai hape utama. Galaxy Z Fold8 desain mirip buku membuatnya mudah dibawa, dibuka, dan ditutup tanpa drama satu tangan. Di harga mulai Rp28.499.000, ini bukan pilihan rasional bagi pemburu value, tapi menarik untuk pengguna yang ingin pengalaman lipat berbeda, nyaman di tangan, dan tidak menjadikan kamera sebagai prioritas nomor satu.

Desain: Ringkas, Lebar, dan Nyaman Digenggam Seperti Buku Kecil
Galaxy Z Fold8 mengusung desain yang dimensinya mirip seperti buku kecil, dan ini mengubah cara saya memandang kategori ponsel lipat model buku. Dimensi resminya 161,4 × 123,9 × 4,5 mm saat terbuka dan 81,9 × 123,9 × 9,7 mm ketika tertutup, dengan bobot hanya 201 gram. Menurut saya, inilah inti Galaxy Z Fold8 desain: bentuknya lebar saat dibuka, tetapi tetap ringkas ketika dilipat sehingga mudah masuk saku celana atau tas kecil tanpa terasa seperti membawa bata digital. “Fold 8 ini merupakan hape lipat paling ringan saat ini” dan bahkan lebih ringan daripada Galaxy S26 Ultra, hanya 8 gram lebih berat dari S26+, sehingga nyaman dipakai lama untuk mengetik chat, membaca, atau main game. Rangkanya terasa kokoh, dan setelah berkali-kali buka-tutup, engselnya tidak memberi kesan ringkih.
Kelebihan
- Bobot 201 gram, termasuk sangat ringan untuk ponsel lipat model buku.
- Dimensi ringkas, mudah masuk saku dan tas kecil, tidak seaneh Fold generasi awal.
- Desain mirip buku kecil, unik dan nyaman dipegang, dengan pilihan warna yang terasa mewah dan berbeda dari pasar.
Kekurangan
- Bentuk agak kotak mungkin terasa aneh bagi pengguna yang terbiasa ponsel layar tinggi dan ramping.
- Tidak ada modul kamera telefoto terdedikasi, sehingga tonjolan kamera tampak besar sementara jumlah lensa terbatas.

Layar 4:3: Enak untuk Baca dan Nonton, tapi Tak Semua Aplikasi Cocok
Bagian paling menarik dari Fold8 adalah layarnya. Saat tertutup, cover screen 5,5 inci berasio 16:10 terasa pas untuk cek notifikasi cepat, balas chat singkat, sampai selfie memakai kamera utama. Begitu dibuka, rasio layar 4:3 berukuran 7,6 inci langsung terasa berbeda dari mayoritas hape lipat lain yang lebih sempit. Untuk membaca e-book, komik, maupun majalah digital, rasio layar 4:3 ini nyaris ideal: halaman terasa lega dan mata tidak cepat lelah. Penataan teks dan gambar terasa natural baik dalam orientasi portrait maupun landscape. Saat menonton, rasio 4:3 mendekati format IMAX 1.43:1, sehingga banyak konten terasa lebih penuh dan imersif tanpa bar hitam yang terlalu tebal. Kekurangannya, tidak semua game mendukung rasio ini secara optimal, jadi kadang ada area kosong atau elemen UI yang terlihat aneh.

Mekanisme Lipat dan Pengalaman Pakai Sehari-hari
Pengalaman lipat di Fold8 terasa mulus dan jauh dari kesan eksperimen. Desain lipatnya gampang dibuka-tutup dengan lancar dan saya tidak kesulitan membukanya hanya dengan satu tangan. Bobot 201 gram membuatnya ringan di tangan tetapi tetap terasa kokoh saat dibuka dan ditutup berkali-kali, sehingga rasa waswas soal keawetan engsel berkurang. Dalam posisi terbuka, layar yang lebar membuat mengetik dua tangan dan menyentuh tombol di sudut layar terasa alami; semua elemen mudah dijangkau jempol tanpa harus mengubah posisi genggaman. Layar yang lebih lebar ini juga menyenangkan untuk mengedit video dan foto; timeline dan tools bisa ditata lega tanpa terasa sumpek. Menurut saya, ponsel lipat book-style generasi lama sering canggung untuk mengetik atau membaca lama karena layar terlalu sempit, sedangkan rasio baru Fold8 menjadi titik balik yang bikin form factor ini lebih masuk akal untuk dipakai sebagai perangkat kerja dan hiburan harian.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Dimensi terbuka | 161,4 × 123,9 × 4,5 mm |
| Dimensi tertutup | 81,9 × 123,9 × 9,7 mm |
| Bobot | 201 gram |
| Layar cover | 5,5 inci, rasio 16:10 |
| Layar dalam | 7,6 inci, rasio layar 4:3 |
| Kamera utama | 50MP 23mm f/1.8 (lebar) + 50MP 13mm ultra lebar 120° |

Kamera dan Selfie: Cukup Andal, tapi Bukan Kelas Raja
Di atas kertas, sektor kamera Galaxy Z Fold8 terlihat hemat: hanya dua kamera belakang, masing-masing 50 MP kamera lebar 23mm f/1.8 dan 50 MP ultra lebar 13mm dengan sudut 120 derajat. Spesifikasi kameranya masih di bawah S26 Ultra yang secara harga malah lebih murah, jadi wajar kalau ekspektasi harus sedikit diturunkan. Dalam praktik, hasil foto dari kamera utama di kondisi cahaya ideal ternyata bisa menyamai S26 Ultra menurut pengujian singkat, dengan detail tajam dan warna matang tanpa berlebihan. Zoom digital 2x masih layak dipakai selama cahaya terang, walau tentu tidak setara lensa telefoto optik. Selfie menjadi salah satu keunggulan: kamu bisa memakai kamera utama untuk swafoto sambil menjadikan cover screen sebagai preview, sesuatu yang tidak bisa dilakukan di hape non-foldable tanpa alat tambahan. Untuk video, fitur My FanCam dan Horizontal Lock menambah nilai bagi pembuat konten, terutama saat merekam konser atau vlogging sambil berjalan.
Harga, Posisi di Pasar, dan Kesimpulan
Galaxy Z Fold8 sudah dibuka pre-order melalui situs resmi dan toko resmi dengan harga mulai Rp28.499.000 untuk varian 12GB/256GB. Varian 12GB/512GB dibanderol Rp32.499.000, sementara opsi 16GB/1TB menyentuh Rp40.499.000. Selama periode pre-order 22 Juli hingga 13 Agustus, tersedia promo seperti memory upgrade hingga Rp4.000.000 dan cashback kartu kredit hingga Rp3.000.000 untuk pembelian online. Di titik harga ini, Fold8 jelas mengincar pengguna yang ingin ponsel foldable terbaru dengan konsep desain lebih lebar, ringkas, dan ergonomis untuk dipakai harian, bukan sekadar demonstrasi teknologi. Ukuran layar barunya akan disukai pengguna yang merasa Fold7 terlalu besar dan Flip7 terlalu kecil. Menurut saya, rasanya seunik dan senyaman memakai BlackBerry Passport dulu: bentuk agak kotak yang aneh di foto, tetapi terasa pas begitu di tangan. Sebelum membeli, ada baiknya kamu mencoba langsung di gerai, karena kenyamanan form factor ini sangat bergantung pada selera dan ukuran tangan masing-masing.
- Buy the Galaxy Z Fold8 if kamu ingin ponsel foldable terbaru bergaya buku kecil yang ringan dan nyaman dipakai harian.
- Skip the Galaxy Z Fold8 if kamu mengutamakan kamera terbaik di kelas flagship dan lebih tertarik pada seri dengan modul kamera lebih lengkap.
- Buy the Galaxy Z Fold8 if kamu banyak membaca e-book, komik, dan dokumen kerja karena rasio layar 4:3 sangat nyaman untuk konten teks.
- Skip the Galaxy Z Fold8 if kamu sering bermain game yang belum mendukung rasio layar 4:3 dan tidak mau berkompromi dengan tampilan yang kadang tidak ideal.
- Buy the Galaxy Z Fold8 if kamu merasa Fold7 terlalu besar dan Flip7 terlalu kecil, sehingga ingin ukuran layar yang

![Jual Samsung Galaxy Z Fold8 [16GB/1TB] - Cream | Hp AI | 4800mAh | Desain Terbaru | Shopee Indonesia](https://img2.kuybeli.com/product/2026/08/06/b026b3f3-24e0-4b6f-8edb-61cb53e5faec.jpg)




