Tablet Gaming 8,8 Inci yang Berpikir Serius soal Performa
iQOO Pad Ultra adalah tablet gaming 8,8 inci berbasis Android yang menggabungkan layar OLED 165Hz, chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, baterai 9.020 mAh, dan sistem kipas pendingin aktif untuk menghadirkan pengalaman bermain mobile dan game PC lokal yang stabil dan nyaman dalam bodi tipis yang lebih portabel dibanding tablet mainstream berukuran besar. iQOO resmi memperkenalkan Pad Ultra sebagai tablet Android 8,8 inci yang dirancang khusus untuk gaming mobile dan lintas platform, menyusul peluncuran seri smartphone iQOO 16. Perangkat ini dirilis di pasar Tiongkok pada akhir September dan mulai dijual pertengahan Oktober, menandai strategi agresif iQOO di segmen tablet gaming. Pendekatan iQOO jelas: bukan sekadar menempel label "gaming" pada tablet serbaguna, melainkan membangun perangkat yang berani memakai pendingin aktif, chip flagship, dan fitur gaming desktop di form factor 8,8 inci yang ringan. Bobot 298 gram dan ketebalan hanya 5,74 mm membuat Pad Ultra jauh lebih nyaman dibawa dibanding tablet 12–13 inci yang selama ini mendominasi pasar, tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Ini bukan kompromi, melainkan upaya menggeser definisi tablet gaming dari "perangkat besar yang berat" menjadi konsol portabel berbasis Android.
| Spec | A | B |
|---|---|---|
| Ukuran layar | 8,8 inci OLED 2,3K | Rasio 16:10 dengan 93,3% screen-to-body |
| Bobot & ketebalan | 298 gram | 5,74 mm metal unibody |

Layar OLED 165Hz dan Form Factor Kompak: Keunggulan yang Langsung Terasa
Keunggulan paling terasa dari iQOO Pad Ultra adalah kombinasi layar OLED 8,8 inci dengan refresh rate 165Hz dan touch sampling hingga 500Hz. Panel 2,3K dengan rasio 16:10 dan kecerahan hingga 4.500 nit bukan sekadar spesifikasi di atas kertas; pada game kompetitif, perbedaan respons dan kelancaran animasi langsung terlihat dibanding tablet dengan refresh rate 120Hz. Menurut sumber resmi, "respons layar tablet gaming ini kurang dari 1 milidetik"—angka yang menjelaskan fokus iQOO pada input cepat untuk gamer yang mengandalkan refleks. Yang menarik, iQOO memilih ukuran layar 8,8 inci alih-alih mengikuti tren 11–13 inci. Bagi banyak gamer mobile, ini adalah sweet spot: cukup besar untuk membaca detail grafis, namun masih nyaman digenggam dua tangan layaknya handheld. Dipadukan dengan bobot 298 gram dan bodi metal tipis 5,74 mm, iQOO Pad Ultra terasa lebih dekat ke konsol genggam modern daripada tablet kerja tradisional. Ini membuatnya jauh lebih wajar dibawa harian di tas atau bahkan jaket, sementara tablet besar sering jadi perangkat yang tinggal di rumah.
Snapdragon 8 Elite Extreme, Kipas Pendingin, dan Baterai 9.020 mAh: Paket Serius untuk Gamer
Di jantung iQOO Pad Ultra terdapat chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 berbasis proses 2 nm dengan clock hingga 5,0 GHz, dipadukan RAM LPDDR5X sampai 16 GB dan storage UFS 4.1 hingga 1 TB. Ini konfigurasi yang jelas menargetkan performa flagship, bukan sekadar "cukup kuat" untuk gaming. iQOO bahkan menambah chip Q4 sekunder untuk mengerjakan tugas gaming spesifik seperti interpolasi frame dan ray tracing, sehingga beban grafis berat tidak sepenuhnya bergantung pada SoC utama. Namun performa tinggi tanpa manajemen panas berakhir pada thermal throttling. Karena itu iQOO menyematkan sistem pendingin aktif Ice Dome Five-Fold Air Cooling yang memakai kipas 30 x 30 x 3,5 mm dengan aliran udara maksimal 0,94 CFM, dual vapor chamber, dan blok tembaga di atas CPU. Aliran udara bisa diatur dalam beberapa mode sesuai kebutuhan, menjadikan kipas pendingin tablet ini salah satu fitur paling berbeda di kelasnya. Perangkat mendapat suplai daya dari baterai silikon-anode 9.020 mAh dengan pengisian cepat 66W via USB-C, kapasitas besar yang biasanya identik dengan tablet tebal, tetapi di sini hadir dalam bodi 5,74 mm. Untuk gamer, ini berarti sesi main berjam-jam tanpa cemas layar tiba-tiba redup atau performa turun karena suhu dan baterai.

Emulator PC, Game Space, dan Workbench: Tablet Gaming yang Berperan Ganda
Yang membuat iQOO Pad Ultra lebih menarik dari sekadar tablet gaming Android biasa adalah ambisinya masuk ke ranah game PC. Tablet ini hadir dengan emulator game PC bawaan yang memungkinkan pengguna login ke Steam dan menjalankan game PC kompatibel secara lokal di perangkat, serta mendukung PC streaming dan cloud gaming dari Tencent START. Ketika dikombinasikan dengan controller teleskopik opsional, pengalaman bermain terasa mendekati handheld PC, namun dengan ekosistem Android yang tetap tersedia. iQOO juga tidak mengabaikan sisi produktivitas. OriginOS 7 HD membawa Game Space sebagai hub gaming mobile, cloud, dan PC, serta Atomic Workbench yang memungkinkan hingga lima aplikasi berjalan bersamaan tanpa jendela saling menutupi. Ada pula fitur berbagi file dan clipboard dengan smartphone vivo kompatibel, plus Storage Compression 2.0 untuk menghemat ruang penyimpanan. Singkatnya, Pad Ultra tidak hanya memposisikan diri sebagai konsol gaming, tetapi juga workstation mini yang bisa dipakai kerja dan belajar setelah sesi game selesai.
Kesimpulan: Calon Role Model Baru Tablet Gaming Kompak
Melihat kombinasi layar OLED 165Hz, Snapdragon 8 Elite Extreme, baterai 9.020 mAh, dan kipas pendingin aktif, iQOO Pad Ultra terasa seperti cetak biru yang seharusnya diikuti pesaing di segmen tablet gaming 8,8 inci. Alih-alih mengejar layar seluas mungkin, iQOO memilih form factor yang lebih portabel dan menumpuk fitur yang berdampak langsung ke pengalaman bermain: input ultra-responsif, suhu stabil, daya tahan panjang, dan kemampuan menjalankan game PC lokal via Steam. Memang, ada pertanyaan lanjutan soal ketersediaan global dan bagaimana game PC yang kompatibel akan berkembang, namun dari sudut pandang desain produk, Pad Ultra sudah mengambil sikap: tablet gaming harus diperlakukan seperti perangkat gaming, bukan tablet biasa yang "diberi mode game". Jika konsep ini berhasil, sangat mungkin kita akan melihat lebih banyak tablet kompak dengan kipas pendingin tablet dan fitur lintas platform menyusul di masa depan.






