Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

2.000 Pacer Ramaikan Slow Jogging, CFD Pontianak Berpeluang Meluas

2.000 Pacer Ramaikan Slow Jogging, CFD Pontianak Berpeluang Meluas
Minat|Lari Jalanan

Lari santai yang mengajak lebih banyak warga bergerak

Slow jogging adalah aktivitas berlari dengan tempo santai yang mengutamakan gerak rutin, suasana menyenangkan, dan kesempatan untuk diikuti berbagai kalangan. Di Pontianak, kegiatan ini menarik 2.000 pacer untuk menempuh rute 2,55K pada Minggu pagi, 1 November 2026. Start dan finis berada di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor PMI Kota Pontianak, dalam rangka HUT ke-255 kota tersebut. Ramainya peserta memberi pesan yang lebih kuat daripada sekadar suksesnya sebuah acara: warga membutuhkan pilihan olahraga yang tidak terasa eksklusif atau menuntut kemampuan tinggi. Slow jogging Pontianak menunjukkan bagaimana kegiatan sederhana dapat menghidupkan ruang kota sekaligus mengundang orang untuk membangun kebiasaan aktif. Kehadiran 2.000 pacer Pontianak patut dibaca sebagai dorongan agar kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda perayaan.

2.000 Pacer Ramaikan Slow Jogging, CFD Pontianak Berpeluang Meluas

Dari Jalan Ahmad Yani menuju lebih banyak ruang olahraga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai antusiasme peserta mencerminkan besarnya minat terhadap olahraga rekreatif. Ia menegaskan, “Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama”. Gagasan ini terasa tepat: kebiasaan aktif lebih mungkin tumbuh ketika kegiatan mudah dimasuki dan ruangnya nyaman. Selama ini, Jalan Ahmad Yani menjadi pusat aktivitas akhir pekan bagi warga yang berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau mengikuti kebugaran. Namun, ketergantungan pada satu kawasan membatasi pilihan bagi warga yang tinggal jauh dari pusat tersebut. Karena itu, wacana memperbanyak lokasi CFD Pontianak layak mendapat perhatian sebagai langkah pemerataan akses, bukan semata penambahan agenda di kalender kota.

Perluasan CFD harus mengikuti kesiapan kawasan

Wali kota menyebut Pemkot Pontianak tengah mewacanakan penambahan Car Free Day di sejumlah kawasan untuk mendukung kota yang ramah olahraga sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Arah tersebut menjanjikan, tetapi perluasan tidak cukup dilakukan dengan menetapkan ruas jalan baru. Pemerintah perlu menimbang kondisi infrastruktur, aksesibilitas, serta kebutuhan warga di setiap wilayah; pengembangan lokasi CFD memang direncanakan bertahap. Pontianak Timur dan Pontianak Utara disebut memiliki peluang untuk dikembangkan seiring peningkatan infrastruktur dan tersedianya ruang terbuka hijau. Taman lingkungan dengan sarana olahraga sederhana serta jalur untuk berjalan dan berlari juga bisa menjadi bagian dari solusi. Ruang yang tersebar dan mudah dijangkau akan lebih bermanfaat daripada fasilitas besar yang jauh dari keseharian warga.

Manfaat sosial dan ekonomi perlu ikut dijaga

CFD yang lebih merata berpotensi memperluas manfaat di luar kebugaran. Keramaian dapat membuka peluang bagi UMKM, terutama pelaku kuliner dan jasa, sementara taman dan jalur publik memberi keluarga serta komunitas tempat untuk berkumpul. Agar peluang itu benar-benar terasa, pemerintah perlu menggandeng komunitas olahraga dalam merancang kegiatan yang mudah diikuti dan sesuai dengan kebutuhan setempat. Warga pun mendapat lebih banyak opsi untuk bergerak tanpa harus bergantung pada satu titik di kota. Tantangannya adalah memastikan ruang baru aman, tertata, mudah diakses, dan didukung fasilitas dasar; tanpa itu, penambahan lokasi hanya akan memindahkan keramaian. Antusiasme dalam slow jogging Pontianak menunjukkan adanya modal sosial. Kini, wacana CFD perlu diterjemahkan menjadi ruang publik yang berfungsi sepanjang waktu, bukan hanya saat acara berlangsung.

Antusiasme menjadi alasan untuk bertindak

Kegiatan 2,55K dalam rangka HUT ke-255 Kota Pontianak membuktikan bahwa olahraga santai mampu menarik partisipasi besar ketika ruang kota mendukungnya. Kehadiran 2.000 peserta di Jalan Ahmad Yani seharusnya menjadi pijakan untuk memperluas akses, bukan alasan untuk berpuas diri. Wacana penambahan CFD patut didorong, dengan pelaksanaan bertahap yang berangkat dari kesiapan infrastruktur dan kebutuhan tiap wilayah. Jika pemerintah menyediakan ruang publik yang nyaman dan komunitas ikut merawat kegiatan, manfaatnya dapat menjangkau kesehatan, interaksi warga, hingga peluang bagi UMKM. Kesimpulannya jelas: Pontianak memiliki antusiasme untuk bergerak; tugas berikutnya adalah memastikan lebih banyak warga memiliki tempat yang layak untuk melakukannya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!