Posyandu harus menjadi layanan terpadu
Posyandu adalah pusat layanan masyarakat yang membantu menghubungkan warga dengan pelayanan dasar, memantau kebutuhan keluarga, dan mengarahkan intervensi yang diperlukan. Karena itu, penguatan Posyandu Gorontalo layak dipandang sebagai langkah penting untuk menekan stunting balita, bukan sekadar pembenahan kegiatan rutin kesehatan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan perlunya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pelayanan Posyandu saat Rapat Koordinasi Daerah Tim Pembina Posyandu tingkat provinsi, Selasa, 3 November 2026. Rakorda itu membahas optimalisasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Arah ini tepat: persoalan gizi anak berkaitan dengan keadaan keluarga dan akses terhadap berbagai layanan publik. Jika pemerintah dan pelaksana di tingkat daerah bekerja sendiri-sendiri, warga berisiko menghadapi layanan yang terpisah dan intervensi yang terlambat.
Gusnar menegaskan bahwa Posyandu kini mencakup enam bidang pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Perluasan cakupan itu memberi alasan kuat bagi setiap sektor untuk berkoordinasi, bukan sekadar hadir dalam rapat. Bagi warga, manfaatnya baru terasa ketika layanan dasar benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Posyandu dapat menjadi titik temu untuk mengenali masalah, menghubungkan keluarga dengan dukungan yang tepat, dan memastikan tindak lanjut tidak berhenti setelah pendataan.

Angka turun, tetapi pekerjaan belum selesai
Penurunan stunting menjadi salah satu fokus utama optimalisasi layanan Posyandu di Gorontalo. Gusnar menyebut angka stunting daerah itu turun dari 23 persen menjadi 18 persen, tetapi menilai angka tersebut masih perlu ditekan agar semakin mendekati rata-rata nasional. Kemajuan itu patut dicatat, namun bukan alasan untuk mengendurkan upaya. Persentase yang masih tersisa menandakan perlunya perhatian berkelanjutan kepada anak dan keluarga yang berisiko. Posyandu bisa mendukung pencegahan stunting dengan membantu menemukan anak yang membutuhkan perhatian dan mengarahkan intervensi sesuai kondisi mereka. Keberhasilannya tidak cukup dinilai dari banyaknya kegiatan; yang lebih penting adalah apakah keluarga sasaran terjangkau dan memperoleh bantuan yang sesuai.
Gusnar menekankan bahwa langkah awal penanganan ialah menemukan dan mendata anak-anak yang membutuhkan perhatian, lalu memastikan intervensi berjalan sesuai kebutuhan. Pesan ini menunjukkan mengapa data akurat harus menjadi dasar layanan, bukan pelengkap administrasi. Pendataan yang kuat membantu pemerintah mengenali siapa yang belum terjangkau, sementara koordinasi dapat mencegah keluarga berpindah-pindah tanpa memperoleh dukungan yang diperlukan. Dengan begitu, layanan Posyandu berperan sebagai penghubung antara pemantauan kondisi anak dan tindak lanjut lintas sektor. Ketepatan sasaran akan menentukan apakah capaian penurunan angka berlanjut atau berhenti.
Kolaborasi menentukan dampak di tingkat keluarga
Penanganan stunting juga berlangsung di tengah persoalan kesejahteraan yang lebih luas. Dalam Rakorda, Gusnar menyoroti stunting, kekerasan dalam rumah tangga, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan emosional dan verbal. Hal ini mengingatkan bahwa kesehatan anak tidak berdiri sendiri: dukungan keluarga dan lingkungan yang aman ikut menentukan kemampuan keluarga mengakses dan menjalani layanan. Posyandu tidak dapat menyelesaikan semua persoalan itu sendirian, tetapi koordinasi yang baik dapat membantu menghubungkan keluarga dengan pihak yang berwenang memberi dukungan. Karena itulah, sinergi lintas sektor harus hadir dalam praktik sehari-hari, bukan berhenti sebagai seruan dalam forum.
Gusnar meminta jajaran Posyandu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa memperkuat koordinasi. Tanggung jawab berikutnya adalah menerjemahkan arahan itu menjadi pendataan yang konsisten, intervensi terarah, dan layanan yang menjangkau warga. Jika setiap tingkat pemerintahan berbagi peran dan informasi, Posyandu punya peluang lebih besar untuk membantu mencegah serta menangani stunting secara tepat sasaran. Kesimpulannya, penguatan Posyandu baru akan berarti ketika kolaborasi menghasilkan dukungan nyata bagi keluarga dan anak. Penurunan dari 23 persen menjadi 18 persen menunjukkan kemajuan, tetapi hasil berikutnya bergantung pada kerja lintas sektor yang berkesinambungan.






