Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Aviwkila Menepi Usai Merilis Lagu Kritik Sosial

Aviwkila Menepi Usai Merilis Lagu Kritik Sosial
Minat|Penyanyi/Band Pop

Lagu yang menjadikan keresahan sebagai kritik

“Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit” adalah lagu Aviwkila yang mengubah kegelisahan terhadap keadaan sosial menjadi kritik tentang ketidakadilan, kebebasan berpendapat, dan suara rakyat yang merasa tak didengar. Duo Uki dan Thana merilis lagu tersebut pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sebagai tanggapan atas persoalan yang mereka lihat di tanah air.

Judulnya menggambarkan benturan yang tajam: masyarakat diminta tetap baik-baik saja ketika keadaan di sekelilingnya dianggap bermasalah. Baris “Diam ditindas bersuara dilibas” merangkum rasa sesak itu, sementara lirik tentang buzzer dan suara rakyat memperluas kritik terhadap cara perbedaan pendapat ditangani. Makna lagu Aviwkila bukan ajakan membenci negara, melainkan desakan agar kritik dipahami sebagai kepedulian dan keinginan melihat keadaan yang lebih adil.

Pilihan musik memberi keresahan tersebut ruang untuk menjangkau pendengar di luar perdebatan politik sehari-hari. Pesannya tegas, tetapi berangkat dari gagasan bahwa menyuarakan masalah adalah bagian dari kepedulian.

Aviwkila pamit, tetapi tidak menarik lagunya

Dua hari setelah lagu dirilis, Aviwkila menyampaikan melalui Instagram dan Threads bahwa mereka akan mengambil jarak sementara dari media sosial. Uki dan Thana mengatakan keputusan itu telah dipertimbangkan matang-matang dan bukan tanda bahwa mereka berhenti peduli atau mengubah keyakinan.

Pilihan itu juga muncul setelah sejumlah konten terkait lagu mereka dilaporkan, dihapus, atau dinilai melanggar kebijakan platform. Mereka menyatakan tidak akan melanjutkan promosi lagu di media sosial, tetapi memastikan lagu tetap tersedia di platform digital.

Bagi pendengar, artinya karya tersebut tetap bisa ditemukan dan dipakai untuk mengungkapkan keresahan masing-masing. Aviwkila mempersilakan masyarakat menggunakan audio lagu itu untuk menyuarakan hal yang ingin mereka perjuangkan. Sikap ini penting: mundur dari ruang promosi bukan berarti menyerahkan pesan lagu, melainkan membiarkan pendengar meneruskannya dengan cara mereka sendiri.

Aviwkila Menepi Usai Merilis Lagu Kritik Sosial

Menjaga keluarga juga bagian dari sikap

Aviwkila pamit sementara bukan karena pesan lagunya kehilangan arti. Uki dan Thana menyebut keselamatan serta ketenangan keluarga sebagai pertimbangan utama, di samping kebutuhan mempersiapkan karya lain. Mereka juga memikirkan tanggung jawab sebagai orang tua dari tiga anak yang masih kecil.

Di sini, pesan lagu dan keputusan mereka berjarak dari media sosial bertemu pada satu hal: kepedulian tidak mewajibkan seseorang terus berada di tengah keributan. Jika lagu itu menolak anggapan bahwa kritik sama dengan kebencian, keputusan menepi menunjukkan bahwa menjaga keluarga tidak membatalkan prinsip yang mereka suarakan. Keduanya dapat berjalan bersamaan.

Mereka menyatakan akan kembali bersuara semampunya dan tetap menyiapkan karya berikutnya. Kesimpulannya, jeda ini lebih tepat dibaca sebagai batas yang dipilih dengan sadar, bukan penarikan dukungan terhadap keresahan yang melahirkan lagu. Aviwkila mempertahankan karya dan pesannya sambil mendahulukan keamanan serta ketenangan keluarga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!