Festival sastra yang mengundang percakapan lintas budaya
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) adalah festival sastra dan budaya tahunan di Ubud yang mempertemukan penulis, pembaca, seniman, dan pemikir untuk berbagi gagasan serta merayakan kekuatan cerita dan literasi. Nilai utama Ubud Writers Festival bukan sekadar menghadirkan nama-nama dari berbagai negara, melainkan menciptakan ruang bagi percakapan yang dapat memperluas sudut pandang. Festival ini berawal pada 2004 dan dikelola Yayasan Mudra Swari Saraswati. Pendiri yayasan, I Ketut Suardana, menyebut dialog lintas budaya dapat membuka wawasan dan menumbuhkan empati. Gagasan itu terasa relevan bagi pembaca maupun pengunjung yang ingin melihat sastra berhubungan dengan persoalan dan pengalaman manusia. Karena itu, UWRF lebih menarik dipahami sebagai ruang temu budaya, bukan hanya agenda bagi kalangan penulis.

Jadwal UWRF 2026 dan lokasi acara
Jadwal UWRF 2026 berlangsung pada 21–25 Oktober di Ubud, Bali. Bagi calon pengunjung, rincian paling penting adalah bahwa program utama digelar di Taman Baca Ubud pada 22–25 Oktober, sedangkan acara tambahan tersebar di lokasi lain di Ubud. Pembagian ini memberi festival jangkauan lebih luas daripada satu panggung utama dan membuat pengalaman acara terkait erat dengan ruang-ruang di kota tersebut. Programnya mencakup diskusi penulis, panel, lokakarya, peluncuran buku, dan pertunjukan seni. Rentang lima hari itu memberi kesempatan untuk memilih kegiatan sesuai minat, dari percakapan sastra hingga penampilan seni. Namun, pengunjung sebaiknya mencatat perbedaan tanggal pembukaan festival dan dimulainya program utama saat merencanakan kehadiran.
Kemitraan Pelita Air mendukung perjalanan menuju festival
UWRF menggandeng Pelita Air sebagai Official Airline Partner untuk penyelenggaraan edisi 2026. Kemitraan ini masuk akal untuk acara yang mengundang penulis, pemikir, seniman, dan pembaca dari berbagai negara: perjalanan merupakan bagian nyata dari upaya mempertemukan mereka di Ubud. Kolaborasi tersebut menghubungkan dunia perjalanan dengan perayaan sastra, seni, serta keberagaman budaya. Meski demikian, informasi yang tersedia menjelaskan peran Pelita Air sebagai mitra maskapai, bukan rincian fasilitas atau penawaran perjalanan. Pembaca sebaiknya tidak menganggap kemitraan itu otomatis mencakup manfaat tertentu yang belum diumumkan. Nilai yang jelas adalah dukungan bagi penyelenggaraan dan ajakan untuk menjelajahi berbagai cerita serta perspektif melalui festival.
Tema dan alasan untuk menantikan UWRF
UWRF 2026 mengusung tema “Samaras: Awareness. Empathy. Action.”, yang mengajak masyarakat membangun kesadaran, menumbuhkan empati, lalu mendorong aksi melalui cerita dan percakapan lintas budaya. Tema ini memberi arah yang lebih kuat daripada sekadar rangkaian acara: sastra diposisikan sebagai pemantik untuk memahami pengalaman orang lain dan memikirkan respons terhadap berbagai persoalan. Untuk pembaca, penulis, penyair, jurnalis, seniman, dan pemikir, festival ini menawarkan kesempatan bertemu lintas disiplin dan latar belakang. Kekuatan UWRF terletak pada perpaduan diskusi dan seni dengan suasana Ubud sebagai ruang pertemuan. Dengan jadwal yang jelas dan dukungan Pelita Air, edisi 2026 menjanjikan lebih dari agenda panggung: ia mengundang pengunjung untuk mendengar, bertukar gagasan, dan membawa pulang perspektif baru.






