Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari 8.916 Mahasiswa ke 24 Talenta AI: Strategi Telkomsel Membangun Pipel Digital

Dari 8.916 Mahasiswa ke 24 Talenta AI: Strategi Telkomsel Membangun Pipel Digital
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

IndonesiaNEXT Telkomsel: Program Pelatihan AI yang Bukan Sekadar Sertifikasi

IndonesiaNEXT Telkomsel adalah program pelatihan AI Indonesia yang dirancang untuk mengubah mahasiswa menjadi talenta digital muda siap industri melalui kombinasi pembelajaran teknologi, pengalaman industri, dan kolaborasi lintas peran, bukan sekadar ajang sertifikasi teknis atau lomba hackathon biasa. Telkomsel menuntaskan satu dekade IndonesiaNEXT melalui IndonesiaNEXT Summit 2026 di Jakarta pada 4 September, menghadirkan 24 talenta digital terbaik dari berbagai perguruan tinggi sebagai puncak perjalanan panjang program ini. Mengusung tema “AI Driven Digital Talents”, fokus jelas bergeser: bukan lagi menambah jumlah peserta, melainkan membangun talenta yang mampu menciptakan solusi AI untuk persoalan nyata, sejalan dengan transformasi digital generasi yang sedang berlangsung. Di sini, Telkomsel mengambil posisi tegas: kalau industri ingin tenaga siap AI, cara mendidiknya juga harus bertransformasi, bukan bertahan di pola sertifikasi massal.

Dari 8.916 Mahasiswa ke 24 Talenta AI: Strategi Telkomsel Membangun Pipel Digital

Dari 8.916 ke 24 Talenta: Seleksi Ketat sebagai Sinyal Serius

Angka perjalanan IndonesiaNEXT Telkomsel tahun ini bicara lantang: 8.916 mahasiswa ikut tahap awal, 1.000 masuk onboarding, 300 menjalani sertifikasi internasional dan pengayaan kompetensi, 99 lolos ke digital hackathon, hingga akhirnya mengerucut menjadi 24 talenta terbaik yang berdiri di panggung Summit. "Sebanyak 8.916 mahasiswa mengikuti tahapan awal program dan dari proses panjang itu terpilih 24 talenta terbaik yang terbagi dalam delapan tim." Seleksi yang mengikis hampir semua peserta ini bukan sekadar filter, melainkan pesan bahwa talenta AI siap industri membutuhkan stamina belajar, kemampuan adaptif, dan komitmen jangka panjang. Menariknya, dalam satu dekade program, Telkomsel mencatat lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi telah terjangkau, dengan lebih dari 9.000 sertifikasi berstandar industri dan 280 alumni terbaik yang dihasilkan. Ini bukan angka kosmetik; ini menandai lahirnya pipel talenta yang terus mengalir ke ekosistem digital.

Dari 8.916 Mahasiswa ke 24 Talenta AI: Strategi Telkomsel Membangun Pipel Digital

Metodologi Hacker–Hipster–Hustler: Pemetaan Karakter, Bukan Sekadar Skill

Keputusan Telkomsel memetakan peserta menjadi Hacker, Hipster, dan Hustler adalah titik beda paling strategis dalam program pelatihan AI Indonesia ini. Hacker fokus pada pengembangan teknologi, Hipster pada pengalaman pengguna, dan Hustler pada produk serta keberlanjutan bisnis. Profiling dilakukan untuk menempatkan peserta pada peran yang paling sesuai, lalu mereka disatukan dalam delapan tim multidisiplin. Pendekatan ini mengakui kenyataan pahit: talenta digital muda tidak homogen. Ada yang kuat di kode, ada yang lebih peka desain, dan ada yang jago mengubah ide menjadi produk jalan. Dengan memaksa mahasiswa dari kampus dan daerah berbeda bekerja bersama, Telkomsel sengaja merobek zona nyaman dan membangun jaringan baru lintas wilayah serta disiplin. Ini jauh lebih relevan dengan pola pikir startup dibandingkan lomba individu yang hanya memuja “jago ngoding”.

Bootcamp, Ekosistem AI, dan Dampak terhadap Pengguna Sehari-hari

Program ini tidak berhenti di teori. Sebelum Summit, para finalis mengikuti offline bootcamp selama 1–3 September, mendalami ekosistem AI Telkomsel, pengembangan produk digital, kolaborasi lintas peran, etika profesional, perlindungan data, dan teknik presentasi. Mereka diberi kesempatan melihat langsung bagaimana industri teknologi bekerja, sebuah pengalaman yang jarang disentuh oleh kurikulum kampus. Terpenting, solusi yang dikembangkan tidak abstrak. Para finalis mengangkat isu yang dekat dengan masyarakat: kesehatan mental, peningkatan kompetensi tenaga penjualan, pengelolaan limbah, pengembangan kepercayaan diri lewat AI coaching, hingga optimalisasi sektor pangan dan perikanan. Program ini secara jelas membekali peserta dengan kompetensi AI, pengalaman industri, dan kemampuan kolaborasi untuk mengembangkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Artinya, transformasi digital generasi dibawa turun ke level masalah sehari-hari, bukan berhenti di jargon “AI-driven” di atas kertas.

Scenaria dan Pesan Satu Dekade: AI untuk Kerja Nyata Menuju 2045

Klimaksnya datang ketika tim Scenaria dinobatkan sebagai Best Team, berkat platform AI-Powered Sales Roleplay & Training yang membantu tenaga penjualan berlatih menghadapi berbagai situasi pelanggan melalui simulasi interaktif berbasis AI. Solusi ini menunjukkan dua hal penting: AI tidak harus spektakuler untuk berdampak; yang dibutuhkan adalah relevansi dengan proses kerja nyata dan potensi penerapan di industri. Di level makro, Telkomsel menyatakan pengembangan talenta akan tetap diarahkan pada kesiapan generasi muda dan pembentukan ekosistem digital yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045. Menutup satu dekade IndonesiaNEXT, fokus pada AI adalah penegasan bahwa transformasi digital generasi harus diiringi investasi serius pada manusia, bukan hanya pada teknologi. Jika model Hacker–Hipster–Hustler ini dipertahankan dan diperluas, 24 talenta AI tahun ini hanyalah permulaan dari aliran panjang pipel digital nasional yang siap bekerja, bukan sekadar siap presentasi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!