Kuybeli

7 Fakta Gila ONIC Esports: Dari Raja Langit Sampai Kuasai Dunia!

Profil Fajar HidayatFajar Hidayat01-29

ONIC Esports: Dari MPL Lokal ke Panggung Dunia

ONIC Esports kembali membuktikan diri sebagai penguasa MPL Indonesia. Di Season 16, mereka sukses mengalahkan rival abadi, EVOS Esports, dengan skor 2–1 di pekan kelima.

Kemenangan ini bukan cuma soal tambahan tiga poin di klasemen. Lebih dari itu, ONIC menegaskan status mereka sebagai salah satu tim esports paling konsisten dan menakutkan di Asia Tenggara, sekaligus mengukuhkan lagi julukan legendaris mereka: Raja Langit.

Sejarah Singkat: Lahirnya Sang Landak Kuning

ONIC Esports resmi berdiri di Indonesia pada tahun 2018, berkat visi besar Justin Widjaja yang ingin membangun organisasi esports berkelas dunia.

Mereka memulai perjalanan dengan satu divisi saja, yaitu Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), dan pertama kali tampil di MPL Indonesia Season 2. Dari sana, kiprah ONIC melejit dengan sangat cepat.

Seiring waktu, ONIC tidak mau hanya bertumpu pada satu game. Mereka melebarkan sayap ke berbagai judul kompetitif lain seperti:

  • Free Fire

  • Pokémon Unite

  • Honor of Kings

Tak berhenti di Indonesia, ONIC juga melakukan ekspansi ke Filipina dengan membentuk ONIC PH. Langkah ini terbukti sukses besar karena ONIC PH berhasil menjuarai M6 World Championship.

Di Indonesia, ONIC punya tim akademi bernama ONIC Prodigy yang berlaga di MDL Indonesia. Di Filipina, tim akademinya dikenal dengan nama ONIC Arsenals. Struktur organisasi yang rapi ini membuat ONIC mampu mencetak banyak talenta muda yang siap unjuk gigi di level profesional.

Hingga awal 2025, prestasi ONIC sudah mencapai level “tidak masuk akal”:

  • 7x juara MPL Indonesia

  • 1x juara MPL Filipina

  • 2x juara MPL Invitational (MPLI)

  • 2x juara MSC

  • 1x juara M World Championship

Dengan raihan tersebut, ONIC layak disebut sebagai salah satu organisasi esports tersukses di Asia Tenggara.

7 Fakta ONIC Esports yang Bikin Merinding

Perjalanan ONIC dari tim lokal menjadi raksasa regional jelas tidak terjadi dalam semalam. Di balik deretan trofi, ada banyak cerita menarik yang bikin sosok Landak Kuning makin spesial.

Mulai dari dominasi di turnamen internasional, kekuatan roster utama, hingga kiprah tim perempuan yang ikut bersinar di panggung dunia. Berikut 7 fakta ONIC Esports yang wajib kamu tahu.

1. Lolos ke MSC x EWC 2025 Lewat Upper Bracket

ONIC mengamankan tiket ke Mobile Legends: Southeast Asia Cup (MSC) x Esports World Cup (EWC) 2025 setelah menumbangkan RRQ Hoshi di final Upper Bracket MPL ID Season 15.

Dengan skor 3–1, ONIC bukan hanya melaju ke Grand Final, tetapi juga langsung mengantongi slot menuju MSC.

Pencapaian ini menegaskan bahwa ONIC masih menjadi salah satu tim paling stabil di level tertinggi. Meski sempat gagal di Season 14, mereka mampu bangkit dan kembali tampil ganas.

Keikutsertaan di EWC 2025 jadi ajang pembuktian bahwa ONIC bukan sekadar raja di negeri sendiri, melainkan salah satu raksasa esports dunia.

2. Merger Sensasional dengan Fnatic, Lalu Berpisah

Pada Season 14, ONIC sempat menggegerkan publik dengan membawa nama Fnatic ONIC setelah menjalin kerja sama dengan tim Eropa, Fnatic.

Kolaborasi ini menunjukkan ambisi besar ONIC untuk menembus pasar global dan memperluas pengaruh mereka di dunia internasional.

Namun pada Januari 2025, kerja sama tersebut resmi berakhir. Mereka kembali memakai nama asli, ONIC Esports.

Kembalinya nama ONIC menjadi bentuk penegasan identitas tim yang sudah sangat melekat di hati para fans. Meski berpisah, pengalaman merger dengan Fnatic jelas menjadi modal penting untuk memperkuat reputasi mereka di kancah global.

3. Dominasi Gila di Klasemen MPL ID Season 16

Julukan Raja Langit bukan sekadar gimmick. Di awal MPL ID Season 16, ONIC tampil brutal dengan rekor 8–0 tanpa sekalipun kalah seri.

Dari total 19 game yang mereka jalani, ONIC hanya tiga kali tumbang, yakni dari Alter Ego, NAVI, dan EVOS. Sisanya? Mereka menyapu bersih dengan skor telak 2–0.

Penghargaan MVP Weekly juga nyaris selalu mereka kuasai:

  • Sanz: MVP pekan 1 dan 4

  • Kairi: MVP pekan 3

  • Pekan 2 saja yang lepas ke tangan Shogun (Bigetron)

Berkat dominasi ini, ONIC mengantongi hadiah sekitar 147 juta rupiah hanya dari bonus regular season. Konsistensi + performa brutal = kombinasi khas ONIC.

4. Roster ONIC Esports: Campuran Veteran dan Wonderkid

Salah satu kunci keperkasaan ONIC adalah komposisi roster yang solid dan seimbang. Pengalaman para pemain lama dipadukan dengan talenta muda yang haus prestasi.

Berikut roster aktif ONIC Esports divisi Mobile Legends:

  • Drian (Adriand Larsen Wong) – EXP Laner, bergabung sejak 2018.

  • SANZ (Gilang) – Jungler, bergabung sejak 2020.

  • CW (Calvin Winata) – Gold Laner, bergabung sejak 2020.

  • BUTSSS (Muhammad Satrya Sanubari) – EXP Laner, bergabung sejak 2020.

  • Kiboy (Nicky Fernando) – Roamer, bergabung sejak 2021.

  • SIR ft Lans (Moch Yasier A) – Gold Laner, bergabung sejak 2021.

  • Maipan (Irvan Yusuf) – Mid Laner, bergabung sejak 2021.

Kehadiran pemain-pemain ini membuat ONIC selalu punya kedalaman strategi dan fleksibilitas drafting yang sulit ditebak lawan.

5. ONIC Pertiwi: Bukti Kekuatan Esports Perempuan Indonesia

ONIC tidak hanya kuat di tim utama, mereka juga punya divisi perempuan yang bernama ONIC Pertiwi.

Tim ini sukses lolos ke Mobile Legends: Women’s Invitational (MWI) x EWC 2025, satu panggung dengan tim internasional seperti Team Vitality dari Prancis dan Zino Esports dari Mesir.

Keberhasilan ONIC Pertiwi membuktikan bahwa talenta perempuan Indonesia di dunia esports tidak bisa diremehkan.

Partisipasi mereka di EWC 2025 menjadi tonggak penting bagi ekosistem esports perempuan Tanah Air, sekaligus langkah besar menuju dunia game kompetitif yang lebih inklusif.

6. Cuma Satu Pelatih, Tapi Efeknya Maksimal

Hal menarik lainnya, ONIC menghadapi MPL ID Season 15 dengan hanya satu pelatih utama, yaitu Coach Adi.

Tanpa staf pelatih besar seperti beberapa organisasi lain, Coach Adi tetap mampu meracik strategi yang membuat ONIC tampil:

  • Kompak

  • Solid

  • Sulit dikalahkan

Ini menunjukkan bahwa kualitas analisis dan chemistry tim bisa mengalahkan kuantitas staf, selama visi permainan sudah satu frekuensi.

7. Menyongsong Esports World Cup 2025 di Riyadh

Tahun 2025 menjadi salah satu musim paling penting bagi ONIC. Mereka akan tampil di Esports World Cup (EWC) 2025 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Juli hingga 25 Agustus.

Turnamen ini mempertandingkan lebih dari 20 game dengan total hadiah mencapai USD 70 juta (sekitar Rp1,1 triliun), menjadikannya salah satu event terbesar dalam sejarah esports.

ONIC Esports bersama ONIC Pertiwi siap membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Keikutsertaan mereka bukan hanya soal mengejar trofi, tetapi juga mempromosikan kualitas talenta esports Tanah Air di mata publik global.

Penutup: Landak Kuning, Simbol Cerahnya Esports Indonesia

Fakta-fakta tentang ONIC Esports menunjukkan bahwa dominasi mereka tidak datang begitu saja. Ambisi besar, konsistensi, dan kerja keras menjadi fondasi utama perjalanan sang Raja Langit.

Dari koleksi gelar MPL, tiket ke EWC 2025, hingga kiprah ONIC Pertiwi di level internasional, ONIC telah menjelma menjadi ikon kebangkitan esports Indonesia.

Kalau mereka bisa sampai sejauh ini, satu hal yang jelas: masa depan esports Indonesia bukan sekadar cerah — tapi sedang menyala terang.

komentar

Belum ada komentar,