Ramadan, Jajanan Melimpah, Risiko Juga Ikut Datang
Ramadan selalu datang dengan euforia khas: jelang buka, kiri-kanan penuh penjual takjil, kudapan, sampai makanan berat.
Mulai dari jualan rumahan, warung kecil, sampai pedagang kaki lima di tepi jalan, semuanya menggoda. Tapi di balik itu, muncul pertanyaan penting: apakah makanan yang kita beli sudah benar-benar higienis dan aman?
Khususnya jajanan di pinggir jalan yang jadi incaran banyak orang saat “war takjil”, kebersihan dan kandungan gizinya sering kali luput dari perhatian.
Seorang dosen Teknologi Pangan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Rahmah Utami Budiandari (Tami), membagikan beberapa panduan praktis agar pilihan makanan saat Ramadan tetap aman, sehat, dan nggak bikin tubuh kaget.
Tips Memilih Makanan Kaki Lima yang Lebih Aman

Makanan kaki lima itu seru: murah, enak, dan dekat dengan suasana Ramadan. Tapi justru di sini penting untuk lebih selektif.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Perhatikan kebersihan lingkungan dan penjual
Kebersihan adalah garis pertahanan pertama. Pastikan area berjualan tidak kotor, tidak banyak sampah menumpuk, dan makanan tidak dikerubungi lalat. Kebersihan yang buruk bisa membuka jalan bagi kuman dan bakteri yang memicu gangguan kesehatan.Amati cara penyajian makanan
Lihat bagaimana penjual menangani makanan:Apakah menggunakan alat yang bersih?
Apakah makanan terlindungi dari debu dan polusi jalan?
Apakah penjual menggunakan pelindung seperti sarung tangan atau alat penjepit saat menyajikan?
Cara penyajian yang baik adalah indikator keseriusan penjual menjaga kualitas makanan.
Utamakan makanan yang baru dimasak atau disajikan panas
Kalau ragu dengan kebersihan, pilih makanan yang baru digoreng, direbus, atau dipanaskan. Makanan yang baru dimasak cenderung lebih aman dibanding yang sudah lama terpapar udara, debu, dan suhu ruang.
Frozen Food: Praktis, tapi Tetap Harus Kritis

Selain jajanan pinggir jalan, frozen food sekarang juga jadi andalan banyak keluarga muslim. Mulai dari stok untuk sahur, takjil, sampai menu berbuka.
Tapi praktis bukan berarti bebas risiko. Konsumsi makanan beku juga perlu diatur supaya tetap aman.
Berikut beberapa poin penting yang perlu dicek sebelum membeli frozen food:
Pastikan ada label halal yang jelas
Untuk produk kemasan maupun gerai makanan siap saji, cek terlebih dahulu logo halal. Label halal membantu memastikan bahan yang digunakan tidak berasal dari sumber yang dilarang.Baca komposisi bahan baku
Jangan malas membaca label. Hindari bahan yang tidak halal seperti:alkohol,
babi dan turunannya,
atau bahan lain yang berasal dari sumber haram.
Informasi ini biasanya tercantum jelas di kemasan.
Cek tanggal kedaluwarsa dengan teliti
Jangan hanya melihat sekilas. Pastikan produk belum mendekati expired date, apalagi melewati. Produk beku yang sudah hampir kedaluwarsa bisa mengalami penurunan kualitas dan berpotensi tidak aman dikonsumsi.Waspadai kandungan alergen
Kalau punya alergi tertentu, misalnya terhadap laktosa atau gluten, wajib baca komposisi dengan teliti.Pada banyak produk frozen food atau makanan siap saji, bahan yang berpotensi memicu alergi biasanya dicetak tebal, sehingga lebih mudah dikenali. Jangan diabaikan, apalagi kalau kamu punya riwayat alergi.
Mengatur Pola Makan Saat Puasa Biar Tubuh Tetap Kuat

Ramadan berarti puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Dengan jeda makan yang panjang, strategi pola makan jadi kunci agar tubuh tetap bertenaga dan aktivitas harian nggak terganggu.
Baik saat sahur maupun berbuka, pilihan makanan sebaiknya tidak asal kenyang, tapi juga mendukung ketersediaan energi sepanjang hari.
Beberapa kebiasaan yang bisa mulai diterapkan:
Dahulukan buah sebelum gorengan
Sebelum menyerbu gorengan, biasakan makan buah terlebih dahulu. Buah membantu tubuh mendapatkan serat, vitamin, dan cairan yang dibutuhkan, sekaligus lebih ramah untuk pencernaan setelah seharian kosong.Kendalikan konsumsi minuman manis
Minuman manis memang menggoda saat buka, tapi perhatikan jumlah gula yang dikonsumsi. Kelebihan gula bisa mengganggu kesehatan dan membuat badan terasa lemas atau tidak nyaman.Kurangi makanan berisiko tinggi
Hindari makanan yang kualitasnya tidak jelas, terutama jika proses pengolahan dan penyimpanannya diragukan. Makanan seperti ini berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan, apalagi jika dikonsumsi saat kondisi tubuh sedang beradaptasi dengan puasa.Jangan menyiapkan makanan terlalu jauh sebelum waktu makan
Waktu penyajian makanan untuk sahur dan berbuka juga perlu diperhatikan. Kalau makanan disiapkan terlalu awal tapi penyimpanannya tidak benar, risiko pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit akan meningkat.Batasi makanan manis dan berlemak berlebihan
Saat berbuka, makanan manis dan berlemak sering jadi primadona. Namun jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa kontrol, efek jangka panjangnya bisa memicu masalah kesehatan.
Penutup: Nikmati Ramadan dengan Pilihan Makanan yang Lebih Bijak
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk belajar lebih bijak memilih apa yang masuk ke tubuh.
Dengan:
lebih cermat memilih jajanan kaki lima,
kritis membaca label dan komposisi frozen food,
serta mengatur pola makan saat sahur dan berbuka,
kita bisa menikmati suasana Ramadan dengan tubuh yang lebih sehat, pencernaan yang lebih terjaga, dan aktivitas yang tetap produktif hingga akhir bulan puasa.






