KuybeliKuybeli

Bukan Gubernur Medsos: Gaya Kerja Senyap YSK yang Berbuah Hasil Nyata di Sulut

Bukan Gubernur Medsos: Gaya Kerja Senyap YSK yang Berbuah Hasil Nyata di Sulut
Minat|Gaya Kerja

Gaya Kerja Senyap di Tengah Badai Narasi

Di tahun 2025, dinamika pemerintahan di Sulawesi Utara berjalan dalam suasana yang tidak selalu ramah.

Di media sosial, bertebaran narasi miring yang mencoba menilai secara sepihak kinerja Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Mayoritas serangan datang dari kelompok yang belum sepenuhnya move on dari perubahan kepemimpinan di daerah ini.

Namun, di balik hiruk-pikuk komentar dan opini di dunia maya, ada satu fakta yang sulit dibantah: di tengah efisiensi anggaran nasional dan pengetatan fiskal dari pemerintah pusat, YSK justru menunjukkan kinerja yang terukur, strategis, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Sulut.

Bukan Gubernur Medsos, Tapi Gubernur Kerja Nyata

Aktivis Sulut, Calvin Castro, menegaskan bahwa YSK bukan tipe pemimpin yang sibuk membangun citra di jagat digital.

Menurut Calvin, YSK bukan “Gubernur Medsos”, melainkan pemimpin yang memilih bekerja dalam senyap namun dengan ukuran yang jelas.

Ia menekankan bahwa YSK tidak gemar memoles pencitraan. Fokusnya adalah pada konsep kerja yang menyeluruh agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan hasilnya, bukan hanya kelompok tertentu.

Di lapangan, pendekatan ini mulai terlihat dari berbagai capaian konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.

Pembangunan dan Pelayanan Dasar: Dari Listrik hingga Pangan

Salah satu ukuran kinerja pemimpin daerah dapat dilihat dari kemampuan menjawab kebutuhan dasar warga. Di era YSK, beberapa langkah berikut menjadi sorotan:

  • Pulau Gangga dan Talise (Kabupaten Minahasa Utara) kini menikmati aliran listrik 24 jam penuh.

    Sebelumnya, listrik hanya menyala beberapa jam dalam sehari. Perubahan ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi loncatan penting bagi aktivitas ekonomi dan kualitas hidup warga pulau.

  • Program bantuan pangan murah dan beras subsidi digulirkan di 15 kabupaten/kota.

    Kebijakan ini hadir sebagai respon cepat terhadap kenaikan harga beras secara nasional, menunjukkan bahwa pemerintah provinsi tidak sekadar menonton situasi, tetapi turun tangan dengan solusi konkret.

Revitalisasi Fasilitas Publik yang Lama Terbengkalai

Di luar pelayanan dasar, YSK juga menyentuh sektor fasilitas publik yang lama dibiarkan terbengkalai.

Beberapa langkah strategis yang mulai tampak hasilnya antara lain:

  • Kolam Renang KONI Manado yang mangkrak belasan tahun kini kembali hidup.

    Fasilitas ini bahkan didorong kembali berfungsi melalui pembiayaan pribadi dari YSK demi kepentingan atlet dan masyarakat umum. Ini lebih dari sekadar perbaikan fisik, tetapi sinyal keseriusan membangun ekosistem olahraga dan ruang publik sehat.

  • Museum Sulut di Komo Dalam juga mulai masuk fase perbaikan menyeluruh.

    Setelah sekian lama terbengkalai, museum ini kembali disentuh, mengarah pada penguatan identitas sejarah dan budaya Sulawesi Utara.

Revitalisasi Ikon Wisata dan Aset Keagamaan

Selain fasilitas publik, sektor pariwisata dan wisata rohani juga ikut disentuh.

Salah satu contoh paling menonjol adalah:

  • Bukit Kasih Kanonang, ikon wisata rohani Sulut, kini hampir 100% rampung direvitalisasi.

    Proses pembenahan ini berada di bawah komando langsung YSK. Padahal, sebelumnya aset ini mengalami kerusakan berat sejak era pemerintahan terdahulu.

Revitalisasi ini tidak hanya soal mempercantik destinasi, tetapi memperkuat daya tarik wisata rohani dan ekonomi lokal yang ditopang oleh kunjungan wisatawan.

Lobi Strategis dan Akses Internasional

Gaya kerja teknokratik YSK juga terlihat dari upayanya membuka akses Sulut ke dunia internasional.

Salah satu capaian penting adalah:

  • Masuknya dua penerbangan asing baru ke Manado.

    Pencapaian ini bukan terjadi begitu saja, tetapi lahir dari diplomasi dan lobi intensif YSK dengan pihak pemerintah pusat serta maskapai asing.

Dari perspektif ekonomi regional, penerbangan internasional adalah pintu gerbang investasi, pariwisata, dan konektivitas global. Ini menempatkan Sulut pada posisi yang lebih strategis dalam peta Kawasan Timur Indonesia.

Menjawab Narasi Negatif dan Perbandingan yang Tidak Proporsional

Di sisi lain, masih ada pihak yang mencoba menggiring opini negatif dengan membandingkan YSK dengan gubernur sebelumnya.

Perbandingan ini kerap kali tidak proporsional, karena mengabaikan konteks dan fakta teknis, antara lain:

  • APBD Induk 2025 bukanlah rancangan YSK.

    Anggaran tersebut merupakan produk pemerintahan terdahulu, sehingga ruang manuver awalnya jelas terbatas.

  • Meski demikian, YSK tidak memilih menunggu atau menunda kerja.

    Justru melalui APBD Perubahan 2025 dan optimalisasi sumber daya yang ada, ia mempercepat implementasi visi-misi yang dibawanya.

Artinya, alih-alih sibuk menjawab serangan di media sosial, pemerintah provinsi memilih bergerak pada level kebijakan dan eksekusi program.

Paradigma Baru: Kepemimpinan Teknis, Terukur, dan Berbasis Hasil

Pendekatan kepemimpinan YSK menggambarkan pergeseran paradigma dalam pemerintahan daerah.

Gaya kerjanya dapat dirangkum dalam beberapa poin penting:

  • Efisiensi bukan berarti pasif.

    Penghematan tidak diartikan sebagai penghentian program, melainkan fokus pada penguatan program prioritas dengan manfaat langsung untuk rakyat.

  • Kolaborasi dengan BUMN seperti PLN dan Pertamina menjadi model kemitraan efektif.

    Pemerintah provinsi tidak sekadar menunggu tambahan anggaran dari pusat, tetapi membangun sinergi untuk percepatan layanan publik.

  • Komitmen pribadi YSK memperlihatkan etos kepemimpinan yang melayani.

    Pilihan untuk terjun langsung, bahkan hingga pembiayaan tertentu, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang diusung bukan berbasis simbol dan pencitraan digital, melainkan keterlibatan nyata di lapangan.

Arah Perubahan: Kurang dari Setahun, Dampak Mulai Terasa

Walau masa kepemimpinan belum genap satu tahun, beberapa arah perubahan di Sulut mulai terlihat wujudnya.

Beberapa di antaranya:

  • Perbaikan pelayanan publik dan fasilitas strategis, serta peningkatan daya tarik wisata di berbagai titik.

  • Respons cepat terhadap krisis sosial-ekonomi, seperti kenaikan harga beras, tanpa banyak retorika di ruang publik.

  • Gaya kepemimpinan yang rendah hati dan efisien, dengan fokus pada hasil nyata yang bisa dirasakan warga, bukan sekadar citra di layar ponsel.

Di titik ini, narasi “tidak terlihat bekerja” di media sosial mulai terbantahkan oleh data dan fakta di lapangan.

Rekomendasi: Dari Kerja Senyap ke Dampak yang Terkomunikasikan

Agar dampak kebijakan semakin dipahami publik, ada beberapa langkah strategis yang direkomendasikan:

  1. Pemerintah Provinsi Sulut perlu memperkuat publikasi berbasis data dan dampak nyata, bukan sekadar pernyataan verbal.

    Dengan komunikasi yang berbasis angka, indikator, dan capaian lapangan, masyarakat dapat menilai kinerja secara lebih objektif.

  2. Kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terus didorong.

    Hal ini penting untuk mempercepat realisasi program-program prioritas di APBD Perubahan 2025 sehingga manfaatnya cepat dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.

  3. Media dan masyarakat sipil diharapkan lebih objektif dalam menilai kinerja pemerintah.

    Penilaian idealnya bertumpu pada indikator kesejahteraan riil, kualitas layanan publik, dan dampak kebijakan, bukan semata narasi yang berkembang di media sosial.

Penutup: Ukuran Pemimpin Bukan di Layar, Tapi di Lapangan

YSK bukan “Gubernur Medsos” yang rajin muncul di timeline, tetapi pemimpin yang memilih bekerja dalam senyap dengan hasil yang bisa disentuh dan dirasakan masyarakat.

Dalam kondisi fiskal yang terbatas, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan diukur dari seberapa sering tampil di media, melainkan dari seberapa luas manfaat yang bisa diakses rakyatnya.

Di era ketika citra sering kali mengalahkan substansi, gaya kerja seperti ini menjadi pengingat bahwa hasil nyata tetap lebih berbicara daripada sekadar unggahan dan gimmick digital.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!