KuybeliKuybeli

6 Tren Skincare yang Bakal Makin Meledak: Wajib Catat Buat Millennials & Gen Z

6 Tren Skincare yang Bakal Makin Meledak: Wajib Catat Buat Millennials & Gen Z
Minat|Tren Makeup

Skincare Bukan Sekadar Rutinitas, tapi Gaya Hidup

Tren skincare sekarang tidak lagi hanya soal kulit mulus dan glowing.

Di tangan generasi milenial dan Gen Z, skincare berubah jadi bagian dari gaya hidup praktis, kritis, peduli lingkungan, dan tech-savvy, termasuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Industri kecantikan pun ikut beradaptasi. Inovasi produk perawatan kulit di Indonesia makin kencang, sejalan dengan perkembangan teknologi dan mudahnya akses informasi.

Lalu, tren skincare seperti apa yang diprediksi masih akan hits hingga 3–5 tahun ke depan?

Sebuah riset berbasis teknologi dari Populix memetakan enam tren utama yang diperkirakan tetap jadi primadona di kalangan milenial dan Gen Z.

Cara Baru Melihat Skincare

Menurut pemaparan Populix, generasi muda saat ini tidak lagi puas hanya dengan klaim “bagus” atau “viral”.

**Mereka menuntut produk yang:

  • relevan dengan gaya hidup,

  • didukung sains dan teknologi,

  • selaras dengan nilai etis dan ekologis.**

Produk skincare ideal bukan cuma efektif di kulit, tapi juga nyaman di hati: tidak merusak lingkungan, tidak menyakiti hewan, dan sesuai prinsip hidup yang mereka pegang.

Berikut rangkuman enam tren skincare yang diperkirakan tetap dicari dalam beberapa tahun mendatang.

1. Vegan & Cruelty-Free: Skincare Tanpa Rasa Bersalah

Tren pertama adalah produk dengan formula vegan dan cruelty-free.

Artinya, produk:

  • tidak mengandung bahan hewani, dan

  • tidak diuji pada hewan, mulai dari bahan baku sampai produk akhir.

Gaya hidup vegan yang menghindari segala produk hewani – termasuk telur, susu, madu, sampai gelatin – turut mendorong tren ini.

Ditambah lagi, kesadaran soal kesejahteraan hewan makin tinggi. Konsumen ingin kulit terawat tanpa harus mengorbankan makhluk hidup lain.

Intinya: makin banyak yang mencari skincare yang cantik di kulit, bersih di hati.

2. Bahan Fermentasi & Probiotik: Skin Barrier Jadi Bintang

Tren kedua adalah skincare dengan bahan fermentasi dan probiotik.

Selama ini, bahan-bahan ini dikenal bermanfaat untuk kesehatan tubuh dari dalam. Kini, mereka naik level jadi andalan di dunia skincare.

Manfaat utamanya antara lain:

  • membantu memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier),

  • mengurangi jerawat,

  • menenangkan peradangan.

Menariknya, tren ini cenderung lebih populer di kalangan laki-laki serta konsumen yang tinggal di Pulau Sumatra.

Generasi muda mulai paham bahwa kulit sehat bukan hanya soal cerah, tapi juga barrier yang kuat dan seimbang.

3. Skincare Berbasis AI: Personalisasi Sampai ke Pori-Pori

Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) ikut mengubah cara orang merawat kulit.

Mengacu pada laporan BEAUTYSTREAMS, AI berperan besar dalam menciptakan pengalaman yang lebih personal dan consumer-centric.

Penerapannya antara lain:

  • analisis kondisi kulit dan rambut secara personal,

  • rekomendasi dan peracikan produk sesuai kebutuhan spesifik,

  • fitur coba make up secara virtual sebelum membeli.

Dengan AI, skincare jadi semakin presisi. Setiap orang bisa mendapatkan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi kulit masing-masing, bukan sekadar ikut tren.

4. Berbasis Sains & Dermatologi: Selamat Tinggal Mitos

Konsumen muda sekarang jauh lebih kritis.

Mereka cenderung memilih produk yang:

  • didukung data dan uji laboratorium,

  • mendapatkan validasi dari ahli dermatologi,

  • punya klaim yang jelas dan bisa dibuktikan.

Skincare berbasis mitos, testimoni semata, atau kepercayaan turun-temurun mulai tersisih oleh produk dengan bukti ilmiah yang kuat.

Kepercayaan konsumen dibangun lewat transparansi formulasi dan hasil penelitian, bukan sekadar slogan marketing.

5. Hybrid Skincare: Praktis Tanpa Mengorbankan Kualitas

Generasi milenial dan Gen Z hidup di era serba cepat. Mereka butuh solusi yang sat-set tapi tetap maksimal.

Di sinilah hybrid skincare mengambil peran: kombinasi antara skincare dan make up dalam satu produk.

Contoh produk hybrid yang banyak dilirik:

  • foundation dengan kandungan SPF untuk perlindungan UV,

  • lipstick yang sekaligus melembapkan bibir,

  • blush on dengan kandungan niacinamide,

  • bronzer yang diperkaya berbagai minyak esensial.

Dengan hybrid skincare, mereka bisa menghemat waktu dandan tanpa kompromi terhadap kesehatan kulit.

6. Clean Beauty: Natural, Minimalis, dan Ramah Lingkungan

Tren terakhir sekaligus yang paling populer adalah clean beauty.

Fokusnya ada pada:

  • penggunaan bahan-bahan natural,

  • meminimalkan zat kimia yang dinilai tidak perlu,

  • dampak yang lebih kecil terhadap lingkungan.

Formula “hijau” ini sejalan dengan meningkatnya minat pada sustainable living.

Tren clean beauty sangat digemari terutama oleh kaum milenial perempuan. Banyak yang percaya tren ini akan terus berlanjut, seiring bertambahnya kesadaran ekologis di masyarakat.

Generasi Kritis yang Menentukan Arah Industri

Temuan Populix menunjukkan pola yang menarik: pengguna skincare dari generasi milenial dan Z makin selektif dan kritis.

Mereka:

  • tidak lagi sekadar ikut-ikutan hype,

  • mempertimbangkan nilai etis, emosional, dan ekologis,

  • menuntut produk yang relevan secara teknologi dan gaya hidup.

Bagi pelaku industri, ini sinyal kuat bahwa inovasi tidak cukup hanya canggih. Produk harus menyentuh sisi emosional konsumen dan selaras dengan nilai yang mereka pegang.

Riset ini dilakukan melalui survei terhadap 1.100 responden milenial dan Gen Z di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus pada perubahan tren dan pergeseran pasar skincare lokal vs global.

Kesimpulannya: masa depan skincare adalah kombinasi antara sains, teknologi, etika, dan kesadaran lingkungan – dan generasi muda ada di garis depan perubahan itu.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!