Esports Disorot di Tengah Wacana Pembatasan Game Online
Wacana pembatasan game online untuk anak-anak kembali memanas di ruang publik.
Di tengah pro dan kontra itu, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) akhirnya buka suara dan menggarisbawahi satu hal penting: jangan samakan aktivitas main game biasa dengan dunia esports profesional.
Menurut PB ESI, esports adalah ranah olahraga prestasi yang punya pembinaan serius, regulasi jelas, dan standar profesional, bukan sekadar aktivitas bermain tanpa arah.
Atlet Esports Bukan Sekadar “Anak Hobi Main Game”
Ketua Bidang dan Komunikasi Masyarakat PB ESI, Debora Imanuella, menegaskan bahwa banyak atlet esports Indonesia justru berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Mereka bukan sosok yang identik dengan stereotip “kecanduan game”, tetapi:
terbiasa hidup disiplin
menjunjung tinggi nilai sportivitas
punya komitmen kuat terhadap nilai kebangsaan
Debora menyoroti bahwa banyak atlet esports memiliki rekam jejak kedisiplinan yang tinggi, karakter yang kuat, dan semangat bela negara yang nyata dalam kiprah mereka di ajang internasional.
Deretan Prestasi: Dari Dunia ke Asia hingga SEA Games
Prestasi Indonesia di panggung esports dunia bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba.
Menurut Debora, para atlet muda Tanah Air telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia lewat berbagai judul gim kompetitif seperti:
PUBG Mobile
Mobile Legends: Bang Bang
Free Fire
eFootball
Valorant
DOTA 2
Talenta-talenta ini terus membawa pulang gelar juara dunia, juara Asia, hingga medali di ajang SEA Games.
Bagi PB ESI, capaian tersebut adalah bukti bahwa esports sudah menjadi arena olahraga prestasi yang serius, dengan standar kompetisi yang ketat dan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia.
Kunci Sukses: Keluarga, Sekolah, dan Ekosistem yang Sehat
Debora menegaskan, keberhasilan atlet esports tidak bisa dilepaskan dari peran lingkungan di sekitar mereka.
Menurutnya, ada tiga unsur penting yang menopang perjalanan seorang atlet esports:
Keluarga, yang memberi pendampingan dan dukungan mental
Sekolah atau kampus, yang membantu menyeimbangkan pendidikan formal dan karier esports
Ekosistem esports, yang menyediakan pelatihan, regulasi, serta jalur karier yang jelas
Di sini ia menekankan bahwa esports tidak boleh disamakan dengan sekadar bermain game online tanpa tujuan.
Esports adalah dunia yang:
kompetitif
menuntut disiplin tinggi
memerlukan kemampuan analisis cepat
mengandalkan kerja sama tim yang solid
bahkan mendorong gaya hidup sehat sebagai bagian dari performa optimal
Singkatnya, bagi PB ESI, esports adalah cabang olahraga, bukan sekadar hiburan.
Posisi PB ESI soal Wacana Pembatasan Game Online
Saat ditanya apakah PB ESI sudah diajak bicara pemerintah terkait wacana pembatasan game online, Debora menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada undangan atau komunikasi resmi.
Ia menyebut, yang berkembang di publik saat ini masih sebatas wacana.
Meski begitu, PB ESI menegaskan siap hadir dan terlibat jika nantinya diminta duduk bersama untuk membahas regulasi.
Regulasi Jangan Abaikan Kontribusi Esports
PB ESI menyampaikan harapan agar pembahasan aturan soal game online ke depan tidak menutup mata terhadap kontribusi nyata dunia esports.
Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan prestasi esports terbaik di dunia.
Karena itu, kebijakan apa pun yang akan dibuat diharapkan:
mendukung perkembangan atlet muda
menjaga keberlanjutan ekosistem esports yang sudah terbentuk
tidak menghambat potensi prestasi dan karier atlet di level internasional
Bagi PB ESI, penting bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk melihat esports dari sudut pandang olahraga prestasi, bukan semata aktivitas bermain game.
Dengan jejak prestasi internasional yang terus bertambah, esports dipandang sebagai salah satu wajah baru kebanggaan Indonesia di kancah global — selama diatur dengan bijak, proporsional, dan melibatkan pihak yang paham ekosistemnya.






