Nostalgia Panas di Darussalam Gontor Stadium
Gontor pada 17–18 Mei 2025 kembali bergemuruh. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi titik kumpul para legenda lapangan hijau dalam ajang reuni akbar: pertemuan klub-klub sepak bola alumni yang pernah mewarnai sejarah lapangan Darussalam Gontor Stadium (DGS).
Selama dua hari, sekitar 200 alumni lintas generasi — dari era 1990-an hingga 2020-an — turun ke lapangan bukan sekadar untuk bertanding, tapi untuk menghidupkan lagi memori lama, canda di pinggir lapangan, dan ikatan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
Parade Klub Legenda Turun ke Rumput

Dalam laga persahabatan ini, lima klub kebanggaan alumni ikut ambil bagian dan memanaskan suasana DGS:
Meteor FC
Darussalam FC
Nepura FC
Darma Jaya FC
Pormada FC
Setiap klub datang membawa ciri khas dan gengsi masing-masing. Rivalitas lama terasa hidup lagi, tetapi semuanya dibingkai dengan senyuman dan salam hangat di awal dan akhir pertandingan.

Kick Off: Dibuka Resmi, Dimeriahkan Rasa Kekeluargaan
Sabtu pagi (17/5) pukul 07.00 WIB, laga reuni ini dibuka secara resmi oleh Pembimbing FORDA IKPM Gontor, Ustadz Dr. Imam Kamaluddin, Lc. Hum.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ajang ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Pondok dan menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor.
Sepak bola di sini bukan hanya urusan gol dan skor, tapi juga cara Pondok merawat silaturahim para alumninya.

Bukan Sekadar Menang, Tapi Merawat Amanah
Ketua Umum PP IKPM Gontor, Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd., kembali mengingatkan bahwa atmosfer pertandingan ini jauh melampaui nuansa kompetisi.
Ia menekankan bahwa yang utama adalah rasa kekeluargaan yang terbangun di tengah-tengah para alumni. Ia mengutip pesan KH. Hasan Abdullah Sahal, “Umur boleh tua, tetapi amanah tidak mengenal usia,” sebagai pengingat bahwa peran dan kontribusi alumni tidak berhenti hanya karena angka di KTP bertambah.
Harapannya, FORDA dapat terus menjadi motor yang menguatkan dan membesarkan IKPM Gontor di masa mendatang.

Dari Doa, Foto Bareng, Sampai Hujan yang Tak Memadamkan Semangat
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah di lapangan hijau pun tak lepas dari nilai-nilai keikhlasan dan pengabdian.
Setelah itu, para peserta dan tamu undangan berpose bersama dalam sesi foto, mengabadikan silaturahim lintas angkatan yang jarang terjadi ini.
Pertandingan kemudian bergulir dari pagi hingga sore. Hujan sempat mengguyur, namun bukannya bubar, semangat para pemain justru makin terasa.
Basah oleh hujan, bukan oleh redupnya antusiasme.

Final, Penutupan, dan Pesan Penting untuk Para Alumni
Ahad pagi (18/5), laga berlanjut hingga babak final. Sorak-sorai, instruksi dari pinggir lapangan, dan tawa lepas mengiringi tiap menit permainan.
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Pimpinan PMDG, KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., dan Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.
Dalam amanat penutupan, para pimpinan mengajak seluruh alumni untuk terus:
Menjaga semangat dan kesehatan melalui olahraga
Memperkuat kebersamaan dan ukhuwah
Terlibat aktif menyukseskan peringatan 100 tahun Gontor
Sepak bola dijadikan jembatan: menghubungkan kesehatan jasmani, kehangatan silaturahim, dan komitmen perjuangan.

Dari Rumput DGS untuk 100 Tahun Berikutnya
Sebagai bentuk kontribusi nyata, FORDA IKPM Gontor merencanakan penggalangan dana untuk peremajaan rumput lapangan Darussalam Gontor Stadium.
Langkah ini bukan sekadar urusan teknis memperindah lapangan, tetapi simbol keseriusan alumni dalam merawat markas besar memori mereka di masa lalu.
Harapannya:
Rumput DGS makin layak dan nyaman untuk generasi berikutnya
Hubungan emosional alumni dengan Pondok semakin erat
Semangat kebersamaan lintas generasi terus hidup, dari angkatan senior hingga yang baru lulus
RABAKA FAKABIR 2025 bukan hanya reuni, tapi deklarasi: bahwa sekali pernah berjuang di lapangan Gontor, selamanya akan rindu untuk kembali.






