Bromo Marathon 2025: Lari Maraton Rasa Event Dunia
Bank Jatim kembali mengguncang dunia lari dengan gelaran Bank Jatim Bromo Marathon 2025, sebuah ajang marathon bertaraf internasional yang tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-12.
Lebih dari 2000 pelari dari 21 negara datang ke Kabupaten Pasuruan untuk menaklukkan rute yang dirancang khusus oleh panitia. Bukan sekadar lomba lari, tapi perpaduan antara olahraga, wisata alam, dan pesta budaya lokal.
Rute Baru 42K: Turunan Curam hingga Ketinggian 2.491 Mdpl
Founder Bromo Marathon & CEO Galanesia, Dedik Kurniawan, menjelaskan bahwa ada rute baru khusus untuk kategori full marathon 42K.
Bagian awal lintasan langsung menyajikan turunan curam yang menguji kontrol dan teknik pelari. Setelah itu, tantangan utama menanti: pendakian menuju ketinggian 2.491 meter di atas permukaan laut.
Sepanjang perjalanan, pelari disuguhi panorama dramatis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, salah satu taman nasional tercantik di dunia. Di tengah rute, peserta akan melintasi kawasan yang kini sedang viral di media sosial: Bukit Premium.
Dedik menegaskan bahwa highlight baru ini melewati jalur via Kandang Sari, yang di TikTok dan media sosial lebih dikenal sebagai Bukit Premium. Rute ini bukan hanya menantang fisik, tapi juga memanjakan mata.
Kategori Lomba: Dari Kids Run sampai Half Marathon
Tak hanya full marathon, ajang ini juga membuka beberapa kategori lain sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan.
Kategori yang diperlombakan antara lain:
Kids run 2,5K
5K
10K
21K (half marathon)
42K (full marathon)
Semua kategori menggunakan titik start dan finish di area Plataran Bromo. Di setiap kategori akan dipilih Juara I, II, dan III untuk peserta pria maupun wanita.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 69 juta untuk seluruh kategori, mulai dari anak-anak hingga full marathon.
Dampak untuk Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang terbangun antara berbagai pihak dalam penyelenggaraan Bromo Marathon tahun ini.
Menurutnya, event ini secara langsung mendongkrak kunjungan pariwisata ke Kabupaten Pasuruan. Dampaknya terasa di berbagai sektor:
Reservasi hotel dan villa
Hunian homestay di sekitar Kecamatan Tosari
Perputaran omzet UMKM dan UKM lokal
Ia menegaskan bahwa gelaran marathon ini memberikan efek nyata terhadap peningkatan kunjungan wisata sekaligus menambah nilai ekonomi kawasan Bromo dan sekitarnya.
Ke depan, Shobih yang akrab disapa Gus Shobih, berharap Bromo Marathon bisa terus menjadi agenda sport tourism tahunan di Kabupaten Pasuruan, apalagi jumlah peserta tahun ini tercatat lebih banyak dibanding tahun 2024.
Target Besar: Menuju Event Kelas Tokyo dan Sydney Marathon
Di lokasi yang sama, CEO & Founder Plataran Indonesia, Yozua Makes, menyoroti bahwa Bromo Marathon adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Daerah, dan pihak Swasta.
Ia menegaskan komitmen untuk tidak sekadar menjadikan ajang ini sebagai rutinitas tahunan, tapi mengangkat levelnya menjadi event berkelas dunia.
Menurutnya, bukan hal mustahil jika suatu saat Bromo Marathon bisa sejajar dengan ajang lari internasional lain seperti Tokyo Marathon atau Sydney Marathon. Visi besarnya: menjadikan Bromo Marathon sebagai international event yang diperhitungkan di kalender lari global.
Suasana Lomba: Meriah, Penuh Budaya, dan Ramai Sejak Subuh
Sejak sekitar pukul 5 pagi, lokasi acara sudah dipadati para peserta dan puluhan awak media. Atmosfernya bukan hanya sporty, tapi juga sangat meriah.
Di sepanjang kegiatan, penampilan kesenian tradisional masyarakat Tengger ikut memanaskan suasana. Beberapa yang tampil antara lain:
Tari Bale Ganjur
Seni Bantengan
Kehadiran seni tradisional ini membuat ajang lari terasa seperti festival budaya yang memadukan adrenalin olahraga dengan kekayaan tradisi lokal.
UMKM Lokal: Dari Tas Kulit hingga Keripik Pisang
Tak kalah menarik, di area acara berjejer stan UMKM dan IKM Kabupaten Pasuruan yang ikut meramaikan suasana.
Produk-produk yang ditampilkan antara lain:
Kriya kulit: tas kulit, dompet, jaket, ikat pinggang, rompi, hingga souvenir bertema Bromo Marathon
Batik tulis khas Tengger
Aneka makanan dan minuman seperti Keripik Tempe, Keripik Pisang, dan Rambak
Salah satu pelaku usaha, Roqik, pengrajin kulit asal Kecamatan Bangil, membawa berbagai produk unggulan berbahan kulit dan berkolaborasi dengan pelaku IKM/UMKM lainnya.
Beberapa di antara mereka tergabung dalam Komunitas Perempuan Pengusaha Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) yang menyajikan ragam produk olahan makanan dan camilan.
Para pelaku UMKM mengaku bersyukur bisa diajak berpartisipasi dalam bazar Bromo Marathon. Mereka berharap ke depan bisa lebih sering dilibatkan dan dikoordinasikan secara kolektif oleh dinas terkait seperti Disperindag maupun Dinkop.
Penutup: Lebih dari Sekadar Lomba Lari
Bank Jatim Bromo Marathon 2025 membuktikan bahwa sebuah lomba lari bisa berkembang menjadi event multidimensi:
Ajang kompetisi lari bertaraf internasional
Panggung promosi pariwisata Bromo dan Kabupaten Pasuruan
Motor penggerak ekonomi lewat pelibatan UMKM dan pelaku usaha lokal
Ruang apresiasi budaya lewat kesenian tradisional Tengger
Dengan rute yang menantang, pemandangan kelas dunia, dan dukungan kolaboratif berbagai pihak, Bromo Marathon punya semua modal untuk melesat menjadi ikon sport tourism Indonesia di mata dunia.






