DBFD 2026: Panggung Fesyen, Mesin Ekonomi Baru
Dekranasda Bali kembali menunjukkan keseriusannya mengangkat Industri Kecil dan Menengah (IKM) ke level yang lebih tinggi.
Melalui gelaran perdana Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, acara ini langsung menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak baru bagi produk lokal.
Hanya dalam satu malam, nilai transaksi penjualan produk IKM Bali Bangkit tercatat lebih dari Rp255 juta. Angka ini bukan sekadar nominal, tapi sinyal kuat bahwa pasar benar-benar haus akan fesyen lokal Bali yang berkualitas dan berdaya saing.
Dari Peragaan Busana Jadi Pengungkit Omzet
Dalam laporan resmi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali menegaskan bahwa DBFD bukan sekadar ajang fashion show.
DBFD dirancang sebagai strategi konkret untuk mendongkrak omzet pameran IKM Bali Bangkit, bukan hanya menghadirkan busana di atas runway.
Seluruh busana yang diperagakan merupakan produk IKM yang dibeli langsung dari tenant pameran. Dengan skema seperti ini, manfaat ekonominya mengalir langsung ke para pelaku usaha, bukan berhenti di level seremoni.
Inilah poin pentingnya:
Busana yang tampil di runway adalah produk nyata IKM, bukan sekadar koleksi untuk dipamerkan
Transaksi langsung terjadi antara pembeli dan tenant
Dampak ekonomi bisa dirasakan dalam waktu singkat oleh pelaku IKM
Kolaborasi OPD dan 108 Model di Atas Runway
Pada edisi perdana ini, DBFD 2026 melibatkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD):
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Bali
Dinas Pariwisata
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga
Sebanyak 108 model tampil membawakan berbagai koleksi busana karya IKM lokal. Runway dipenuhi interpretasi segar wastra dan busana Bali yang dikemas dalam gaya yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Menariknya, angka transaksi Rp255 juta itu masih berpotensi bertambah. Belum semua pembelian tercatat dalam sistem digital yang sudah terintegrasi dengan Bali Mall, sehingga total nilai ekonominya kemungkinan jauh lebih besar.
Wastra Hitakara: Cantik, Bermakna, dan Menghasilkan
DBFD 2026 mengusung tema Wastra Hitakara. Tema ini bukan sekadar estetika, tapi juga pernyataan sikap.
Wastra dan busana Bali ditegaskan bukan hanya indah secara visual dan kaya akan nilai budaya, tetapi juga punya manfaat ekonomi nyata bagi pelaku IKM.
Berbagai kategori busana tampil di panggung, di antaranya:
Pakaian adat kerja hari Kamis yang tetap menjaga identitas budaya
Busana kantor hari Selasa yang formal namun tetap menyisipkan sentuhan lokal
Busana kasual yang selaras dengan gaya hidup modern dan mudah dipakai sehari-hari
Untuk pecinta busana kasual, DBFD 2026 menunjukkan bahwa look santai pun bisa terlihat berkelas ketika dipadukan dengan wastra Bali. Gaya tetap effortless, tapi sarat makna lokal.
DBFD Digelar 9 Kali, Bukan Sekali Lalu Usai
Dekranasda Provinsi Bali tidak ingin DBFD hanya berhenti sebagai event sesaat.
Ke depan, DBFD direncanakan akan digelar sembilan kali sepanjang tahun 2026 secara bergilir dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.
Skemanya:
Diselenggarakan beberapa kali dalam setahun
Setiap OPD akan mendapat kesempatan tampil satu kali dalam setahun
Menjadi bentuk keberpihakan yang konsisten terhadap penguatan produk IKM Bali
Dengan pola ini, dukungan terhadap IKM tidak lagi musiman, tetapi diupayakan berlangsung secara berkelanjutan.
Art Center Disulap Jadi One Stop Shopping Produk Lokal
Tak berhenti di event fesyen, pameran IKM Bali Bangkit di kawasan Art Center Denpasar juga akan terus berjalan hingga tahun 2030.
Fokus program ini adalah menjadikan Art Center sebagai:
Pusat belanja produk lokal berkualitas
Destinasi one stop shopping bagi masyarakat Bali
Alternatif belanja menarik bagi wisatawan yang ingin mencari produk otentik daerah
Dengan pendekatan ini, wisatawan maupun warga lokal tak hanya datang untuk berwisata budaya, tetapi juga bisa pulang membawa produk fesyen, kerajinan, atau wastra lokal yang bernilai tinggi.
Menuju IKM Bali yang Mandiri dan Berdaya Saing
Melalui rangkaian program seperti DBFD 2026 dan pameran IKM Bali Bangkit, Dekranasda Provinsi Bali mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih solid antara semua pemangku kepentingan.
Harapan besarnya jelas:
IKM Bali tumbuh secara berkelanjutan
Produk lokal punya daya saing tinggi, baik di pasar lokal maupun lebih luas
Pelaku IKM bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, tanpa harus kalah oleh produk dari luar
Wastra dan busana Bali bukan hanya identitas, tapi juga masa depan ekonomi kreatif daerah. DBFD 2026 baru awalnya, bukan puncaknya.






