Kopdar Arisan yang Berubah Jadi Kelas Hairdo Eksklusif

Di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Ranting Cikarang mengemas kopdar arisan dengan cara yang berbeda.
Bukan sekadar temu kangen, mereka menjadikannya ajang belajar bareng lewat Seminar Pelatihan Hairdo Pengantin Adat Batak yang digelar di Kantor Rakyat Cikarang Selatan pada Selasa, 28 Januari 2026.
Acara ini bukan hanya jadi ruang silaturahmi bagi para perias pengantin, tetapi juga wadah upgrade skill, terutama bagi anggota HARPI Ranting Cikarang yang ingin memperdalam penataan rambut pengantin adat dengan sentuhan budaya Nusantara.
Misi: Silaturahmi Sekaligus Naik Kelas

Ketua HARPI Ranting Cikarang, Bude Karsyah, menegaskan bahwa format kopdar kali ini sengaja dibuat lebih bernilai.
Menurutnya, arisan bukan hanya soal pertemuan rutin, tapi bisa jadi momentum untuk menambah ilmu, memperkaya teknik, dan memperluas wawasan, khususnya dalam hairdo pengantin adat Batak yang sarat makna budaya.

Dengan konsep ini, peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman kebersamaan, tapi juga membawa pulang skill baru yang bisa langsung diterapkan pada klien pengantin.
Apresiasi dari Pemerintah dan Mitra
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari Camat Cikarang Selatan, H. Muhammad Said, SE., M.Si., yang melihat acara semacam ini punya dampak lebih luas dari sekadar pelatihan teknis.
Menurutnya, pelatihan seperti ini mampu:
Memberdayakan pelaku jasa rias pengantin yang banyak bergerak di sektor UMKM
Membantu menjaga dan memperkuat budaya adat Nusantara melalui karya tata rias
Menciptakan ekosistem usaha yang lebih profesional dan berdaya saing
Ia menilai, kegiatan berbasis edukasi dan pelestarian budaya ini patut terus dilanjutkan dan diperbanyak.
Dukungan juga datang dari mitra acara. Perwakilan Samira Travel, Hj. Yayuk Widya, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan sebuah kegiatan.
Baginya, perpaduan antara edukasi, budaya, dan pemberdayaan perempuan adalah kombinasi yang kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Perwakilan Crrante Cosmetic, Rika, menambahkan bahwa keberhasilan seorang perias bukan hanya ditentukan oleh teknik, tetapi juga oleh pemilihan produk kosmetik yang tepat dan berkualitas.
Menurutnya, pelatihan seperti ini membantu perias memahami standar profesional, termasuk dalam memilih produk yang mampu mendukung tampilan riasan yang tahan lama, rapi, dan maksimal.
Kelas Inti: Mengulik Hairdo Pengantin Adat Batak

Inti acara berada pada sesi pemaparan dan praktik langsung yang dibawakan oleh Saad Aryadie sebagai narasumber utama.
Ia membedah teknik hairdo pengantin adat Batak, mulai dari konsep, struktur penataan, hingga detail teknis yang sering jadi tantangan di lapangan.
Bagi Saad Aryadie, tatanan rambut pengantin adat Batak bukan sekadar urusan estetika visual.
Ia menekankan bahwa:
Hairdo pengantin Batak memuat simbol kehormatan dan nilai budaya
Diperlukan ketelitian ekstra dan pemahaman adat yang baik
Teknik penataan harus mengikuti pakem, namun tetap bisa dibuat tampak modern dan elegan
Dengan kata lain, perias tidak cukup hanya “bisa menata”, tapi perlu benar-benar memahami filosofi dan aturan adat agar hasil akhir tetap menghormati tradisi sekaligus terlihat anggun di hari istimewa pengantin.
Dari Pelatihan ke Profesionalisme
Melalui rangkaian kegiatan di Kantor Rakyat Cikarang Selatan ini, HARPI Ranting Cikarang membawa pesan yang lebih besar.
Mereka berharap para anggotanya:
Semakin profesional dalam menggarap riasan adat
Mampu berdaya saing di tengah ketatnya industri tata rias pengantin
Ikut menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara lewat karya hairdo dan tata rias yang berkarakter
Pelatihan hairdo pengantin adat Batak ini menjadi contoh bahwa satu pertemuan rutin bisa diubah menjadi ruang belajar yang berdampak, baik bagi karier perias maupun bagi kelestarian budaya Indonesia.
Pada akhirnya, penataan rambut bukan hanya soal cantik di foto, tapi juga tentang merawat identitas dan kehormatan tradisi yang melekat pada setiap pengantin adat.


komentar