Kelas Kecantikan yang Bikin Perempuan KAUJE Makin Bersinar
Sidoarjo, 11 Februari 2025 – Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Sidoarjo menggelar sebuah kelas kecantikan bertajuk “Beauty Class Program – Pelatihan Self Facial dan Make-up Minimalis” yang khusus dirancang untuk para perempuan.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 9 Februari 2025, bekerja sama dengan Qurrota Wedding Organizer dan VVIP Oriflame Surabaya.
Acara diadakan di rumah salah satu anggota Kaujesda yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan, dan diikuti oleh 21 peserta dari keluarga besar Kaujesda yang ingin menambah ilmu, pengalaman, sekaligus upgrade penampilan mereka.
3B: Beauty, Brain, Behaviour
Bagi perempuan, kecantikan bukan sekadar soal wajah yang enak dipandang.
Lebih dari itu, kecantikan juga menyentuh ranah intelektual dan perilaku. Konsep yang dikenal dengan 3B (Beauty, Brain, Behaviour) menjadi inspirasi kuat bagi banyak perempuan untuk tampil lebih percaya diri dan berkarakter.
Melalui beauty class ini, tujuan kegiatan tidak hanya untuk menjalankan program kerja semata, tetapi juga:
Mengasah keterampilan merias wajah sehari-hari
Mengenalkan cara memilih dan menggunakan kosmetik dengan tepat
Menumbuhkan rasa percaya diri dan profesionalisme dalam berpenampilan
Sambutan Pembuka: Kenapa Beauty Class Itu Penting?
Acara resmi dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Lailatus Suraya yang berperan sebagai Koordinator Acara sekaligus narasumber utama.
Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa mengikuti beauty class adalah investasi penting bagi perempuan, karena:
Membantu meningkatkan kemampuan merias diri
Mendorong kepercayaan diri dalam beraktivitas
Membuka wawasan baru tentang tren dan dunia kecantikan

Merawat Diri, Membuka Peluang
Sesi berikutnya dipandu oleh Tiena dari VVIP Oriflame.
Ia mengajak para peserta untuk melihat perawatan kecantikan bukan hanya sebagai rutinitas, tapi juga sebagai keterampilan mandiri yang bernilai.
Menurutnya, kemampuan merias dan merawat diri:
Membantu menghemat waktu, tenaga, dan biaya karena bisa dilakukan sendiri di rumah
Berpotensi menjadi sumber karya dan penghasilan, misalnya dengan menjadi make-up artist (MUA)
Dapat mendukung pembentukan personal branding di dunia kecantikan
Selain itu, beauty class ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman, tips, dan trik seputar seni rias wajah.
Sesi Inti: Serunya Belajar Self Facial

Masuk ke bagian utama acara, para peserta diajak mengikuti pelatihan Self Facial.
Masing-masing peserta dibekali:
Spons
Toner
Scrub wajah
Masker sekali pakai
Tim Oriflame terlebih dahulu melakukan demonstrasi perawatan pada satu model, kemudian seluruh peserta mempraktikkan langkah-langkahnya secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh tawa, apalagi bagi peserta yang baru pertama kali mencoba self facial.
Hasilnya terasa langsung: wajah menjadi lebih segar, bersih, dan ringan setelah perawatan.
Make-up Minimalis untuk Perempuan Super Sibuk
Usai self facial, acara berlanjut dengan sesi tutorial make-up minimalis.
Lailatus kembali turun sebagai mentor dan memperagakan langkah demi langkah riasan simpel yang cocok untuk perempuan dengan mobilitas tinggi.
Kenapa make-up minimalis jadi andalan?
Praktis dan cepat diaplikasikan
Tidak membutuhkan banyak alat dan produk
Tetap mampu memberikan perubahan tampilan yang signifikan
Sesi ini membantu peserta memahami bahwa tampil rapi dan segar tidak selalu butuh make-up tebal—yang penting tekniknya tepat dan produk digunakan seperlunya.

Kebersamaan Keluarga Alumni yang Patut Dijaga
Di penghujung acara, Ketua Umum Kaujesda, Herly Rohmeiti, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya beauty class ini sebagai wujud kehangatan dalam keluarga besar alumni.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni merupakan inisiatif Kaujesda dan keluarga, dengan peserta yang terdiri dari istri dan anak-anak alumni.
Artinya, Kaujesda tidak hanya fokus pada para alumninya saja, tetapi juga merangkul keluarga mereka dalam kegiatan positif.
Harapannya, ke depan Kaujesda semakin solid dan terus menjaga kekompakan.
Karena pada akhirnya, kebersamaan adalah anugerah berharga yang tak ternilai, dan mereka yang mampu merawatnya adalah orang-orang yang benar-benar beruntung.






