KuybeliKuybeli

Udara Jakarta Jadi Alarm Merah: 9 Jurus Praktis Biar Nafas Tetap Aman

Udara Jakarta Jadi Alarm Merah: 9 Jurus Praktis Biar Nafas Tetap Aman
Minat|Aplikasi Ponsel

Jakarta Lagi Sesak: Seberapa Parah Sih?

Selama Agustus 2023, kualitas udara di Jakarta terus menukik turun.

Menurut data Air Quality Index (AQI), pada Rabu, 16 Agustus 2023, udara di Indonesia mencatat skor 163 dengan kandungan polutan PM2.5 mencapai 77,8 µg/m3.

Angka ini hampir 20 kali melebihi batas aman yang ditetapkan WHO, yaitu hanya 5 µg/m3.

Tidak heran kalau kualitas udara Jakarta sempat disebut sebagai yang terburuk nomor 1 di dunia.

Selain Indonesia, ada juga negara lain dengan kualitas udara buruk, seperti Afrika Selatan dengan skor 195 dan Dubai dengan skor 161.

Ini juga bukan pertama kalinya Jakarta mendapat skor kualitas udara yang memprihatinkan.

Lalu, apa sih yang bikin polusi di Jakarta separah ini?

Berdasarkan berbagai sumber, faktor utamanya adalah penggunaan transportasi pribadi yang sangat tinggi, ditambah kontribusi emisi dari PLTU di sekitar ibu kota.

Mobilitas warga yang kembali padat juga bikin langit Jakarta makin penuh polutan.

Bahaya Kualitas Udara Buruk buat Kesehatan

Udara Jakarta Jadi Alarm Merah: 9 Jurus Praktis Biar Nafas Tetap Aman

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan bahwa pencemaran udara bukan cuma soal kenyamanan, tetapi ancaman serius untuk kesehatan.

Paparan udara kotor dalam jangka panjang bisa memicu:

  • Gangguan saluran pernapasan

  • Kanker

  • Penyakit jantung

  • Masalah kehamilan

1. Gangguan Pernapasan

Dampak paling cepat dari polusi udara akan terasa di saluran pernapasan.

Udara kotor yang penuh zat berbahaya langsung masuk melalui hidung dan turun ke paru-paru.

Beberapa zat polutan yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Particulate matter (PM) yang banyak terdapat di asap rokok

  • Ozone (O3) dari limbah pabrik

  • Nitrogen dioksida (NO2) dari pembangkit listrik

  • Sulfur dioksida (SO2) dari kendaraan bermotor

  • Karbon monoksida (CO) dari kendaraan maupun pemanas rumah tangga

Kombinasi polutan ini bisa meningkatkan risiko asma, emfisema, infeksi saluran pernapasan, dan berbagai gangguan paru lainnya.

2. Penyakit Jantung

Salah satu polutan paling berbahaya adalah particulate matter (PM).

Saat terhirup, partikel halus ini bisa masuk ke aliran darah dan menumpuk di pembuluh.

Jika dibiarkan terus-menerus, penumpukan ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

3. Kanker

Polusi udara tidak hanya berkaitan dengan kanker paru-paru.

Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker lain, misalnya kanker payudara.

Sebuah penelitian terhadap sekitar 57 ribu perempuan menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di dekat jalan besar punya risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

4. Masalah Kehamilan

Kamu mungkin sering mendengar bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari asap rokok.

Paparan zat berbahaya bisa menimbulkan berbagai risiko pada bayi, seperti:

  • Keguguran

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah

  • Kelahiran prematur

  • Sindrom kematian bayi mendadak

Udara yang terkontaminasi polutan pun tak kalah berbahaya, karena juga mengandung particulate matter (PM) yang dapat mengganggu perkembangan janin.

Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara

Udara Jakarta Jadi Alarm Merah: 9 Jurus Praktis Biar Nafas Tetap Aman

Sekarang kamu sudah paham seberapa berbahaya kualitas udara yang buruk.

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan paparan polusi dalam aktivitas sehari-hari.

1. Selalu Pakai Masker Saat di Luar

Sejak pandemi COVID-19, masker sudah jadi barang wajib. Tapi fungsinya tidak berhenti di situ.

Masker juga penting untuk menyaring udara kotor sebelum masuk ke saluran pernapasan.

Dengan begitu, sebagian partikel berbahaya bisa tertahan dan tidak langsung kamu hirup.

Agar perlindungan lebih maksimal, usahakan memakai masker tiga lapis dengan filter yang mampu menyaring partikel halus.

2. Hindari Keluar di Jam Sibuk

Kalau memungkinkan, atur jadwal aktivitas luar ruangan di jam yang lalu lintasnya tidak terlalu padat.

Semakin banyak kendaraan, semakin tinggi pula kadar polutan di udara.

Biasanya, tingkat pencemaran udara paling tinggi terjadi pagi dan sore hari, ketika orang berangkat dan pulang kerja secara bersamaan.

Kalau terpaksa harus keluar di jam sibuk, pastikan kamu tetap menggunakan masker selama di perjalanan.

3. Penuhi Asupan Nutrisi Tubuh

Melindungi diri dari polusi bukan cuma soal perlindungan dari luar.

Kamu juga perlu memperkuat tubuh dari dalam dengan asupan vitamin dan nutrisi yang cukup.

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur

  • Pilih makanan dengan kandungan antioksidan tinggi

Tubuh yang mendapat nutrisi cukup akan memiliki sistem imun lebih kuat, sehingga tidak mudah diserang virus, bakteri, maupun efek buruk radikal bebas dari polusi.

4. Berhenti Merokok

Asap rokok adalah salah satu sumber polutan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain merusak kesehatan perokok itu sendiri, perokok pasif di sekitarnya juga ikut terpapar zat berbahaya.

Dengan berhenti merokok, kamu bukan cuma menyelamatkan tubuhmu sendiri, tetapi juga mengurangi beban polusi di lingkungan sekitar.

5. Perbanyak Tanaman di Rumah

Tanaman hias bukan hanya membuat rumah terlihat lebih segar.

Beberapa jenis tanaman juga dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan.

Kamu bisa mulai menanam tanaman seperti:

  • Lidah mertua

  • Sri gading

  • Lili paris

Tanaman-tanaman ini dikenal mampu membantu menyerap polutan tertentu dan membuat udara di rumah terasa lebih sejuk.

6. Tutup Jendela di Jam-Jam Sibuk

Kalau kamu tinggal di pusat kota atau dekat jalan besar, usahakan menutup jendela saat jam sibuk.

Tujuannya supaya udara kotor dari luar tidak langsung masuk ke dalam rumah.

Kamu bisa membuka jendela di jam yang polusinya lebih rendah, misalnya saat malam atau dini hari, jika kondisi memungkinkan.

7. Pakai Aplikasi Pendeteksi Polusi Udara

Sebelum keluar rumah, ada baiknya kamu cek dulu kualitas udara di area tempat tinggal.

Gunakan aplikasi pendeteksi polusi udara di ponsel untuk memantau indeks kualitas udara secara real-time.

Dengan begitu, kamu bisa:

  • Menentukan waktu terbaik untuk beraktivitas di luar

  • Menyiapkan perlindungan ekstra (misalnya masker) saat indeks kualitas udara memburuk

Aplikasi ponsel seperti ini bisa jadi alat bantu simpel tapi penting untuk menjaga kesehatan di tengah polusi yang tak menentu.

8. Gunakan Air Purifier Portable

Untuk kamu yang sering beraktivitas di luar atau di dalam kendaraan, air purifier portable bisa jadi solusi tambahan.

Ada yang berbentuk kalung, ada juga yang bisa diletakkan di dalam mobil.

Alat ini biasanya dilengkapi filter khusus untuk menyaring partikel udara kotor dan menghembuskan udara yang lebih bersih di sekitarmu.

Ini sangat membantu, terutama jika kamu sering melewati area dengan tingkat polusi tinggi.

9. Pakai Air Purifier di Rumah

Di dalam rumah, kamu bisa mempertimbangkan untuk memakai air purifier.

Alat ini bekerja dengan cara menyaring partikel-partikel berbahaya di udara menggunakan filter yang dirancang khusus.

Manfaat air purifier di rumah antara lain:

  • Membantu mengurangi partikel polutan di udara

  • Membuat udara terasa lebih segar

  • Mengurangi bau tidak sedap di ruangan

  • Berpotensi meningkatkan kualitas tidur

Dengan air purifier, kamu dan keluarga bisa mengurangi paparan polusi di dalam ruangan, terutama jika tinggal di area dengan kualitas udara luar yang buruk.

Saat Langit Abu-Abu, Kesehatan Tetap Prioritas

Polusi udara mungkin sulit kamu kendalikan secara langsung, tapi cara kamu melindungi diri sepenuhnya ada di tanganmu.

Dengan kombinasi kebiasaan sehat, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pemantau kualitas udara, serta penggunaan alat pendukung seperti masker dan air purifier, risiko dari udara kotor bisa ditekan lebih rendah.

Jadi, meski langit Jakarta sedang tidak bersahabat, kamu tetap bisa bernafas lebih tenang dengan langkah-langkah sederhana namun tepat sasaran di atas.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!