KuybeliKuybeli

Bukan Sekadar Lomba Robot: Cara SMP Fullday Al-Muhajirin Borong Juara di SRC 2025

Bukan Sekadar Lomba Robot: Cara SMP Fullday Al-Muhajirin Borong Juara di SRC 2025
Minat|Solusi Pintar

Robotika, AI, dan Sekolah yang Lagi Naik Daun

Bukan Sekadar Lomba Robot: Cara SMP Fullday Al-Muhajirin Borong Juara di SRC 2025

SUKABUMI – Di tengah hiruk-pikuk era digital, SMP Fullday Al-Muhajirin Purwakarta kembali membuktikan diri sebagai salah satu sekolah yang serius bermain di dunia teknologi.

Dalam ajang Sukabumi Robotic Competition (SRC) 2025 yang digelar di kampus Nusa Putra University (NPU) Sukabumi pada akhir pekan, tim SMP Fullday tidak hanya tampil sekadarnya. Mereka pulang dengan segepok gelar juara dan nama sekolah yang makin harum di tingkat nasional.

Suasana kompetisi sangat semarak. Lebih dari 250 peserta dari berbagai jenjang – mulai dari TK, SD, SMP, SMA sederajat, hingga mahasiswa dan inovator muda – saling adu ide dan kemampuan.

Mereka bertarung di berbagai kategori menantang seperti Sumo Robot, Soccer Robot, Merakit Cepat, Line Follower, Coding Scratch, Web Programming, hingga Graphic Design.

Ajang yang diinisiasi Sukarobot Academy bekerja sama dengan Nusa Putra University ini bukan sekadar lomba musiman. Dengan mengusung tema “AI Technology with Robotic for the Future”, SRC 2025 dirancang sebagai panggung untuk menyiapkan generasi yang siap menyongsong masa depan berbasis kecerdasan buatan dan robotika.

Teknologi Bukan Lagi Pilihan, tapi Kebutuhan

Rektor Nusa Putra University, Dr. Kurniawan, menyoroti betapa krusialnya peran generasi muda dalam menguasai teknologi di era digital seperti sekarang.

Ia menekankan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kebanggaan tersendiri, karena ajang ini bukan hanya lomba, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi.

Menurutnya, penguasaan robotic dan coding saat ini sudah masuk kategori kebutuhan, bukan lagi opsi tambahan. Tantangan masa depan menuntut anak muda yang bukan hanya melek teknologi, tapi juga mampu menciptakan solusi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Nusa Putra University bahkan menyediakan beasiswa senilai Rp 2,7 miliar sebagai investasi melahirkan talenta muda yang unggul dan berdaya saing.

Karya-Karya Inovatif yang Bikin Juri Melirik

Di tengah ketatnya persaingan, siswa-siswi SMP Fullday Al-Muhajirin tampil percaya diri dengan memamerkan proyek-proyek robotik yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa karya andalan mereka yang berhasil mencuri perhatian dewan juri antara lain:

  • Mesin Absensi Berbasis Kartu Terhubung WhatsApp Orangtua
    Sistem ini menghubungkan data absensi siswa langsung ke aplikasi WhatsApp orangtua. Hasilnya, kontrol kehadiran jadi lebih praktis, cepat, dan real-time. Orangtua tidak perlu menebak-nebak lagi apakah anaknya benar-benar masuk sekolah.

  • Robot Medis untuk Pasien Isolasi
    Robot multifungsi yang mampu mengatur jadwal pemberian obat, mengeluarkan obat sesuai kode, sekaligus mengantarkannya langsung ke pasien tanpa kontak fisik. Solusi seperti ini sangat relevan di situasi darurat kesehatan, karena membantu mengurangi risiko paparan bagi tenaga medis.

  • Sistem Parkir Otomatis
    Sebuah solusi pintar untuk mengelola area parkir secara otomatis, sehingga proses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih tertib, efisien, dan minim kebingungan.

Deretan karya ini menunjukkan bahwa siswa SMP Fullday tidak hanya kuat di aspek teknis, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian menawarkan solusi nyata untuk problem di sekitar mereka.

Saatnya Piala Dibawa Pulang

Kerja keras, latihan, dan proses panjang di balik layar akhirnya terbayar lunas. Tim SMP Fullday Al-Muhajirin berhasil memborong empat gelar juara nasional sekaligus:

  • Juara 1 Web Programming

  • Juara 1 Kreative Inovation

  • Juara 2 Kreative Inovation

  • Juara 1 Kunjungan Terbanyak

Kumpulan prestasi ini menempatkan SMP Fullday Al-Muhajirin sebagai salah satu sekolah dengan perolehan juara terbanyak di ajang SRC 2025.

Bagi sebuah sekolah menengah pertama, pencapaian ini jelas bukan hal sepele. Ini menjadi bukti bahwa ekosistem pembelajaran teknologi di SMP Fullday berjalan serius dan terarah.

Suara Kebanggaan dari Pihak Sekolah

Kepala SMP Fullday Al-Muhajirin, Wawan Suherwan, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian anak-anak didiknya.

Ia menegaskan bahwa SMP Fullday kembali berhasil menorehkan prestasi yang layak diapresiasi. Bukan hanya satu, tapi beberapa piala berhasil dibawa pulang dalam satu ajang.

Menurutnya, ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, semangat, dan dedikasi siswa-siswi dalam mengasah bakat di bidang teknologi.

Ia juga berharap, prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika SMP Fullday untuk terus berkembang dan konsisten melahirkan generasi unggul di masa depan.

Lebih dari Sekadar Juara: Bekal Abad 21

Keberhasilan di SRC 2025 menunjukkan bahwa SMP Fullday Al-Muhajirin tidak hanya fokus pada akademik biasa, tetapi juga pada penguatan keterampilan abad 21:

  • Teknologi – kemampuan menggunakan dan mengembangkan solusi berbasis digital dan robotika.

  • Kreativitas – keberanian untuk memikirkan ide di luar kebiasaan dan merancang karya yang berbeda.

  • Kolaborasi – kemampuan bekerja dalam tim, berbagi peran, dan menyatukan ide.

Kombinasi tiga hal ini yang membuat mereka mampu berkompetisi, bahkan mendominasi, di level nasional.

Melangkah ke Panggung yang Lebih Tinggi

Dengan semangat juang yang sudah terbukti di SRC 2025, SMP Fullday Al-Muhajirin tidak berencana berhenti sampai di sini.

Mereka siap melangkah lebih jauh, membidik kompetisi lain di tingkat nasional bahkan internasional.

Prestasi hari ini adalah pijakan, bukan garis akhir.

Bagi para siswa, pengalaman ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang proses belajar, membangun kepercayaan diri, dan menyadari bahwa di usia muda pun mereka sudah bisa menghadirkan solusi bermakna bagi sekitar.

Satu hal yang pasti: langkah mereka baru saja dimulai.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!