iPhone Bukan Cuma Gawai, Tapi Bagian dari Outfit
Apple kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen teknologi, tapi juga pemain serius di dunia gaya hidup.
Lewat kolaborasi bersama rumah mode legendaris Jepang, Issey Miyake, lahirlah iPhone Pocket—sebuah aksesori yang menggabungkan fungsi, fesyen, dan sentuhan desain minimalis khas Jepang.
Produk ini bukan cuma tempat menyimpan iPhone, tapi cara baru untuk membawa, memamerkan, dan mempersonalisasi perangkat yang jadi teman setia aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi Mode x Teknologi: Lebih dari Sekadar Aksesori
iPhone Pocket dirancang sebagai wadah rajut khusus iPhone yang dilengkapi strap. Sekilas tampak simpel, tapi justru di situlah letak pesonanya: minimalis, bersih, dan elegan.
Apple menempatkan iPhone Pocket sebagai bagian dari ekosistem gaya hidup modern, bukan hanya pelengkap gadget.
Bagi mereka, cara kita membawa iPhone juga mencerminkan identitas personal—dan di titik itulah Issey Miyake masuk, membawa filosofi desain yang sudah lama dikenal mengutamakan kesederhanaan, fungsi, dan bentuk.
Direktur Desain Miyake Design Studio, Yoshiyuki Miyamae, menekankan bahwa iPhone Pocket diciptakan dengan memikirkan hubungan emosional antara pengguna dan iPhone, perangkat yang sudah menjadi barang esensial di kehidupan harian banyak orang.
Desainnya dibuat agar terasa universal, fleksibel, dan tetap sejalan dengan estetika Apple yang bersih dan modern.
Fleksibel Dipakai: Dari Genggaman Sampai Tas Selempang
Dengan material rajut berkualitas, iPhone Pocket tidak kaku dan mudah beradaptasi dengan berbagai cara pakai:
Bisa digenggam layaknya pouch kecil.
Bisa dikaitkan ke tas sebagai aksen fesyen.
Bisa dipakai seperti tas selempang untuk tampilan yang lebih kasual namun tetap rapi.
Kolaborasi ini tidak hanya mengawinkan teknologi dan mode, tapi juga menonjolkan kultur desain Jepang yang mengutamakan kesederhanaan, fungsi, dan keindahan visual tanpa berlebihan.
Mekanisme Buka-Tarik yang Praktis
Salah satu detail paling menarik dari iPhone Pocket adalah mekanisme buka-tarik pada bagian rajutannya.
Saat bagian atas ditarik, celah iPhone Pocket otomatis terbuka dan memperlihatkan layar iPhone di dalamnya.
Tanpa perlu mengeluarkan iPhone, pengguna bisa mengintip notifikasi dengan cepat.
Konsep ini sangat sejalan dengan gaya desain fungsional Issey Miyake: tampak sederhana, tapi secara teknis dipikirkan matang.
Sistem rajutnya dirancang agar tetap kokoh, tidak mudah melar, dan tetap menjaga iPhone aman di dalam wadah.
Palet Warna Minimalis tapi Berani
Untuk memperkuat karakter fesyen, Apple dan Issey Miyake memberi perhatian khusus pada palet warna iPhone Pocket.
Produk ini hadir dengan dua pilihan panjang strap—pendek dan panjang—dan masing-masing punya rentang warna sendiri.
Pilihan warna untuk strap pendek:
lemon
mandarin
purple
pink
peacock
sapphire
cinnamon
black
Pilihan warna untuk strap panjang:
sapphire
cinnamon
black
Apple merancang kombinasi warna ini agar cocok dengan semua model dan warna iPhone, sehingga pengguna bisa bereksperimen dengan gaya mereka sendiri: kontras berani, tone-on-tone, atau nuansa minimalis monokrom.
Menurut Vice President of Industrial Design Apple, iPhone Pocket sengaja dibentuk sebagai “wadah gaya hidup”, bukan sekadar alat bantu membawa gawai.
Siluetnya yang khas memungkinkan pengguna menyimpan iPhone, AirPods, atau benda kecil favorit lain dengan cara yang lebih estetis.
Harga Premium, Pengalaman Premium
Sebagai produk yang membawa nama Apple dan Issey Miyake, iPhone Pocket diposisikan di segmen premium.
Versi strap pendek: mulai dari US$149,95 (sekitar Rp 2,5 jutaan).
Versi strap panjang: mulai dari US$229,95 (sekitar Rp 3,8 jutaan).
Untuk sebuah aksesori, harganya memang tidak main-main—tapi jelas menyasar pengguna yang menganggap iPhone sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri, bukan hanya alat komunikasi.
Diluncurkan di Delapan Negara Kunci
iPhone Pocket tidak langsung hadir di seluruh dunia. Apple memilih pasar yang punya ketertarikan tinggi pada fesyen sekaligus teknologi.
Produk ini dipasarkan di delapan negara:
Prancis
China
Italia
Jepang
Singapura
Korea Selatan
Inggris
Amerika Serikat
Strategi ini sejalan dengan positioning iPhone Pocket sebagai produk yang berdiri di tengah pusaran fashion, lifestyle, dan tech.
Fashion Meets Function: Minimalisme yang Bisa Dipakai
Lewat iPhone Pocket, Apple menunjukkan bahwa inovasi mereka tidak berhenti di perangkat keras dan perangkat lunak.
Dengan menggandeng Issey Miyake, mereka menciptakan sebuah objek yang bisa disebut benda seni fungsional: bisa dipakai, bisa dipadupadankan, dan bisa menyatu dengan outfit sehari-hari.
Meski masih ada perdebatan soal seberapa “perlu” produk ini dan apakah harganya sepadan, satu hal jelas: iPhone Pocket mempertegas langkah Apple masuk ke ranah lifestyle yang makin:
personal,
fleksibel,
dan berorientasi pada pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Bagi penggemar gaya minimalis, iPhone Pocket menawarkan sesuatu yang menarik: cara baru membawa iPhone dengan tampilan rapi, ringan, dan estetik—tanpa harus memenuhi saku atau tangan dengan hal-hal yang tidak perlu.






