Rejowinangun, Kuda Hitam Baru dari Purworejo
Tim sepak bola Desa Rejowinangun, Kecamatan Kemiri, melangkah dengan penuh percaya diri setelah mengukir prestasi sebagai Juara I Liga Desa Tingkat Kabupaten Purworejo 2025–2026.
Gelar ini mengantarkan mereka menjadi wakil resmi Kabupaten Purworejo di babak penyisihan zona Liga Desa Jawa Tengah 2025–2026.
Laga-laga seru bakal digelar di Lapangan Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, pada 7–8 Januari 2026, dan Rejowinangun datang bukan sekadar untuk meramaikan, tetapi untuk bersaing.
Dilepas Resmi, Diemban Misi Besar
Keberangkatan kontingen Rejowinangun dilakukan secara resmi di Ruang Bagelen, Kantor Bupati Purworejo.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin, ikut hadir dan memberikan dukungan langsung, didampingi Asisten Pemerintahan Ahmad Jainudin, SIP, MM serta Kepala DP3APMD Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, AP, MSi.
Momen pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kepercayaan daerah kepada tim desa yang kini membawa nama Purworejo di level provinsi.
Pesan Penting: Mental Baja dan Sportivitas
Dalam sambutannya, Pj Sekda menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Rejowinangun menembus level provinsi dan menegaskan bahwa kesempatan ini harus dimaksimalkan.
Ia berpesan agar para pemain:
Tidak mudah menyerah dalam situasi apa pun di lapangan
Tetap fokus pada permainan dan strategi
Terus berjuang sampai peluit akhir
Menjaga mental, semangat, dan kondisi fisik agar siap tampil maksimal
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kesehatan, dan tidak melupakan doa sebagai upaya melengkapi ikhtiar di lapangan.
Pendamping dan official diminta untuk terus memberi motivasi, menjaga kekompakan tim, dan memastikan para pemain tetap dalam kondisi siap tempur selama turnamen berlangsung.
Liga Desa: Bukan Sekadar Kompetisi
Kepala DP3APMD Purworejo, Laksana Sakti, AP, MSi, menjelaskan bahwa Liga Desa bukan hanya ajang mencari juara.
Lebih dari itu, Liga Desa dirancang sebagai sarana untuk:
Mempererat silaturahmi antarwarga desa
Menumbuhkan persatuan nasional melalui sepak bola
Menjadi wadah untuk menggali bakat dan potensi muda di desa-desa
Melalui kompetisi seperti ini, talenta sepak bola dari desa diharapkan tidak tenggelam, tetapi justru menemukan jalan menuju level yang lebih tinggi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Soft Launching Liga Desa sebelumnya telah dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Banyubiru pada 20 November 2025, menandai keseriusan pemerintah dalam mengembangkan sepak bola akar rumput.
Peta Persaingan Zona A: Bukan Zona Mudah
Di ajang Liga Desa Jawa Tengah 2025–2026, Purworejo ditempatkan di Zona A, bersama deretan daerah dengan tradisi sepak bola kuat:
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Banjarnegara
Zona ini jelas bukan zona ringan. Setiap laga bisa menjadi partai penentuan, dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat besar.
Pemenang dari masing-masing zona akan melaju ke babak semifinal, lalu berebut tiket ke grand final yang direncanakan digelar di Boyolali pada 12–13 Januari 2026.
Harapan untuk Rejowinangun dan Purworejo
Dengan status sebagai juara kabupaten, Rejowinangun membawa harapan besar dari masyarakat Purworejo.
Beberapa harapan yang menyertai perjalanan mereka:
Menjadi kejutan di Zona A dan bersaing hingga fase akhir
Menjadi contoh bahwa tim desa bisa bersuara di level provinsi
Menginspirasi desa-desa lain untuk membina sepak bola secara serius
Liga Desa bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang kebanggaan, proses, dan mimpi anak-anak desa yang ingin melihat sepak bola membawa perubahan.
Rejowinangun kini sudah melangkah. Tinggal bagaimana mereka mengubah peluang menjadi prestasi di lapangan hijau.






