UNNES Resmi Hadirkan Prodi Kedokteran Hewan
Universitas Negeri Semarang (UNNES) memastikan akan membuka Program Studi Kedokteran Hewan mulai tahun 2025. Keputusan ini diambil setelah UNNES mengantongi rekomendasi pemenuhan syarat akreditasi minimal dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (LAM-PTKes).
Dengan turunnya rekomendasi tersebut, UNNES resmi menjadi kampus dengan satu-satunya Prodi Kedokteran Hewan di Jawa Tengah.
Persiapan Panjang Sebelum Resmi Dibuka
Pembukaan Prodi Kedokteran Hewan ini bukan keputusan mendadak. UNNES telah mempersiapkannya sejak lama, mulai dari:
Pembangunan dan penyiapan infrastruktur perkuliahan
Rekrutmen dosen dengan keahlian di bidang kedokteran hewan
Selain itu, UNNES juga telah:
Menerima rekomendasi dari Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI)
Mengikuti proses visitasi dari Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI)
Rangkaian proses ini menjadi bukti bahwa UNNES serius membangun pendidikan kedokteran hewan yang berkualitas.
Kenapa Kedokteran Hewan Semakin Dibutuhkan?
Dekan Fakultas Kedokteran UNNES, Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, menjelaskan bahwa ilmu kedokteran hewan saat ini berkembang sangat pesat. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya populasi hewan di Indonesia, baik:
Hewan ternak
Hewan peliharaan
Di sisi lain, jumlah perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kedokteran Hewan masih terbilang sedikit. Artinya, kebutuhan tenaga profesional di bidang ini masih sangat terbuka lebar.
Menurut penjelasannya, kedokteran hewan memegang peran krusial dalam:
Menjaga kesehatan hewan
Meningkatkan kesejahteraan hewan
Seiring pertumbuhan sektor:
Peternakan
Perikanan
Industri farmasi hewan
Konservasi satwa
Produksi pangan asal hewan
kebutuhan dokter hewan di Indonesia terus meningkat.
Bukan Cuma Peternakan, Hewan Peliharaan dan Eksotik Juga Jadi Fokus
Potensi pengembangan sektor kesehatan hewan bukan hanya di peternakan. Perawatan hewan peliharaan seperti kucing, anjing, hingga hewan kesayangan lain, serta hewan eksotik, kini juga menjadi bidang yang sangat menjanjikan.
Permintaan akan layanan kesehatan hewan yang lebih profesional, klinik hewan modern, hingga layanan konsultasi perawatan hewan peliharaan pun terus naik.
Rasio Dokter Hewan Masih Jauh dari Ideal
Prof. Azam menambahkan bahwa jumlah dokter hewan yang ada saat ini belum mencapai rasio ideal jika dibandingkan dengan populasi hewan di Indonesia.
Jawa Tengah sendiri termasuk salah satu provinsi dengan populasi hewan ternak terbesar di Indonesia. Kondisi ini membuat kebutuhan akan dokter hewan yang kompeten semakin mendesak.
Karena itu, UNNES membuka pintu lebar-lebar dan mengundang putra-putri dari seluruh Indonesia untuk bergabung menjadi bagian dari Prodi Kedokteran Hewan yang baru ini.
Kuota, Jalur Masuk, dan Penempatan Prodi
Kepala Humas UNNES, Rahmat Petuguran, menjelaskan bahwa pada tahun pertama pembukaan:
UNNES akan menerima 60 mahasiswa baru
Seleksi dilakukan melalui Seleksi Mandiri Tes Tulis Gelombang 2
Pendaftaran sudah dibuka dan akan berakhir pada 26 Juli 2025
Prodi Kedokteran Hewan UNNES akan berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran, berdampingan dengan:
Prodi Kedokteran
Ilmu Gizi
Kesehatan Masyarakat
Farmasi
Penutup: Saat yang Tepat untuk Serius di Dunia Kesehatan Hewan
Dengan dibukanya Prodi Kedokteran Hewan di UNNES, peluang bagi calon dokter hewan masa depan semakin terbuka, apalagi di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan perawatan hewan peliharaan maupun hewan ternak.
Bagi yang sejak lama tertarik dengan dunia hewan, ingin berkontribusi pada kesejahteraan hewan, sekaligus punya prospek karier luas di sektor peternakan, klinik hewan, industri farmasi hewan, dan konservasi satwa, inilah momentum yang sayang sekali kalau dilewatkan.






